
Matahari menyinari sela sela tirai ruangan... yang dulu hanya terdapat meja dan kursi...kini telah terpasang tempat tidur kecil di sana... seorang wanita terlihat mengerjakan sesuatu di laptop nya... tanpa ekspresi... kemudian meraih air dengan gelas yang terbuat dari plastik... mungkin untuk berjaga jaga... karena walau bagaimanapun gelas kaca dapat berubah menjadi benda yang tajam... meminum tiga butir obat berukuran sedang sekaligus... wajah cantik wanita itu tampak pucat... makan di atas meja nya sama sekali tidak tersentuh... air mata nya tiba tiba menetes... tanpa diusap oleh nya kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa ekspresi....
Tanpa disadari nya... pintu putih ruangan itu mulai terbuka...
"Grace setidaknya makanlah sedikit..." Merry melihat makan yang mulai dingin tidak tersentuh
"Grace jangan diam begitu... setidaknya bicaralah padaku..."
"iya...." menutup laptopnya... memandang lurus ke arah Merry
"aku tau hatimu sakit... jangan berpura pura tegar seperti itu... kamu boleh menangis itu manusiawi...itu hal yang wajar..."Merry menggenggam tangan Grace yang terasa dingin
__ADS_1
"Merry...apa aku seburuk itu...??."memeluk Merry dalam posisi terduduk, tangisannya mulai keluar... air mata nya membasahi pipi putihnya..."apakah terlalu sulit untuk mencintai ku??...apa benar aku yang menahan nya???...apa benar dia bersedia bersama ku hanya karena kasihan saja??"
Merry terdiam sesaat mendengar kan keluh kesah wanita yang merupakan pasien nya itu...
"ayo...Merry jawab..."Grace menangis mendekap sang dokter
"tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pantas dicintai....yang ada ketidak sadaran seseorang telah menyakiti orang lain... ketika kamu mengambil keputusan, apapun keputusan itu akan ada dua jalan... yang terbagi... keburukan dan kebaikan...sama seperti menghentikan aliran air... bagaimana pun kamu membendung...air akan mengalir mencari jalan nya...jika melindungi sisi kiri...maka akan menetes ke kanan..jika membendung ke kanan akan menetes ke kiri... jangan menganggap diri tidak pantas untuk dicintai... kamu hanya sisi yang tidak terlindung dari tetesan air..."mengelus punggung Grace yang masih terisak dalam tangisannya
"sudah... ini bukan hanya tentang kamu tapi keputusan dua orang...jika kamu menahan nya... setiap saat kamu akan membuat nya tidak bahagia... karena itu bukan keputusan nya... tapi jika kamu menghargai keputusan nya... kamu dapat melihat nya tersenyum walau dari jauh..."melepaskan pelukan Grace sembari menatap lekat mata pasiennya itu...
andai orang yang Grace cintai....ada di sini... konseling ini akan lebih mudah.... tapi mungkin dengan ketidak beradaan nya itu lebih baik..... Grace bisa meyakinkan dirinya untuk tidak bergantung pada harapan yang tidak dapat diraih nya lagi..... Merry
__ADS_1
"aku sudah lebih sedikit lebih baik....Merry bisakah kamu panggilkan kepala pelayan..."
"iya... tapi kalau masih terasa berat jangan ragu...aku akan tetap di sini sampai emosimu stabil..."
"iya...nenek tua cerewet..."Grace tersenyum kecil sembari mengusap air mata nya... yang sebagian telah mengering...
aku tau ini tidak akan semudah itu... masih banyak beban yang dipendam oleh nya... Merry
Gadis itu... keluar dari kamar mencari sosok yang diinginkan Grace... tidak lama kemudian kepala pelayan datang... memasuki kamar tersebut... sedang Merry menunggu di luar ruangan...
"tolong hubungi Gerry...aku tidak bisa mengandalkan Gin...dia sekarang mempunyai kehidupan pribadi...aku tidak ingin dia menghalangi rencana ku... setelah pelantikan adikku...kita akan berlibur..."Grace tersenyum secerah mungkin, namun apa yang ada dalam hati nya sulit untuk diketahui
__ADS_1
bersambung