
Pemuda itu masih duduk di tepi ranjang dalam kamar nya... menatap cincin yang dilemparnya itu penuh hina... tidak ada senyum ramah di wajahnya lagi... rasa sakit karena ayah nya...ada Grace yang slalu bersamanya... bahkan ketika Dinda dulu meninggalkannya... hanya sahabatnya itu yang mendukungnya... dia memahami Kimy... tapi tetap saja hatinya tidak dapat menerima...
Seorang gadis perlahan memasuki pintu yang setengah terbuka... mengamati pria yang kini berbaring melihat langit langit kamarnya...
"Kakak...aku minta maaf..."Jully
Gin hanya terdiam tidak merespon kata kata Jully...
"Kakak aku tau kakak marah... tapi aku juga memiliki alasan..."Jully
"Keluar..."Gin tanpa ada niatan untuk melihat ke arah Jully
"Aku tidak akan keluar kecuali kakak memaafkan ku..."Jully
"Sebaiknya kamu keluar sekarang juga..."Gin
"Tidak mau..."Jully
Gin bangkit dari tempat nya berbaring... melihat Jully kemudian tersenyum miring..."Jika tidak mau terserah... dan jangan menyesali nya..."
"Apa magsud kakak...??"Jully
Gin segera bangkit dari duduknya... menutup pintu kamar nya... memeluk tubuh Jully... kemudian mencium bibirnya dengan nafsu... mengeratkan pelukannya... tidak membiarkan Jully meronta... tangannya mulai masuk ke dalam kaos yang dikenakan Jully...Jully mencoba mendorong tubuh Gin yang lebih besar dari nya... tapi tidak ada hasil... bibir Gin menjalar turun menuju leher...
Dengan segera mendorong tubuh Jully ke tempat tidur... menindih tubuh gadis itu... kembali mencium paksa bibir tipis milik Jully... menurunkan ciumannya menciptakan banyak tanda merah di leher nya... tubuh Jully sebenarnya merespon setiap tindakan Gin... menginginkan lagi dan lagi... namun fikiran nya tidak... saat ada kesempatan Jully menampar pipi pria muda itu...Gin menghentikan aktivitas nya kemudian duduk tersenyum... melepaskan Jully dari dekapan tubuh nya...
"Kakak aku membencimu....!!!"Jully berjalan cepat meninggalkan kamar Gin sembari menangis memegangi bajunya yang agak berantakan...
Pemuda itu menatap punggung Jully dengan senyuman...
Bencilah aku... maka dengan begitu kamu akan menjauh... dan perasaan ku... akan aku lupakan dengan lebih mudah... tapi aku tidak menyangka kamu tidak menyukai ku... bahkan jika aku benar benar melakukan nya... kamu hanya akan menangis dan mengutuk ku.... Gin
Jully mengeluarkan handphone nya... memanggil taxi, hendak segera pergi setelah merapikan pakaiannya... air matanya masih keluar karena terkejut dengan perlakuan Gin yang sebelumnya lembut dan baik padanya...
Beberapa belas menit menunggu taxi yang dipesannya tiba... gadis itu melangkah masuk ke dalam taxi itu...matanya nampak sembab...
__ADS_1
"Maaf...nona ingin kemana...??"supir taksi
"Jalan saja dulu..."Jully
Dalam mobil suasana senyap Jully hanya menatap ke luar jendela... pria yang dianggap nya baik ternyata tidak sebaik yang dikiranya...
"Maaf nona sebelumnya... jika ada masalah sebaiknya jangan dipendam..."supir taksi
"Bapak tidak akan mengerti..."Jully ketus
"Saya hanya ingin anda menentukan tujuan anda..."supir taksi
"Tujuan...??"Jully entah kenapa kata kata itu cukup mengalihkan perhatian nya
"Di hidup ini terdapat banyak jalan dan tujuan... jika anda tidak dapat memastikan tujuan anda jalan manapun yang akan anda tempuh akan tersesat..."supir taksi
Jully masih terdiam mencerna kata-kata itu...
"Begini... semisal jika anda ingin ke bioskop... tapi anda mengalihkan perhatian anda dan singgah ke pasar... mungkin setelah anda sampai bioskop sudah akan tutup..."lanjut supir taksi
Jully terdiam sesaat... mencerna kata-kata itu dia memang merasa mengabaikan Gin yang sebenarnya ada di dalam hatinya...
"Bapak terimakasih...anda sungguh bijak saya akan menentukan tujuan saya..." Jully
Aku memang selalu bijak... dari pada menyetir tidak ada tujuan seperti ini... lebih baik cepat menentukan kita akan ke mana...membuat jengkel saja menyetir tanpa tujuan.... supir taksi
"Saya akan menyatakan perasaan saya... terimakasih pak...anda adalah orang terbijak yang saya temui..."Jully salah paham mencerna kata-kata supir taksi itu
Apa ini....?? kenapa jadi menyatakan cinta...??? apa aku salah bicara... atau salah dengar...???.... supir taksi
"Kita kembali ke rumah yang tadi..."Jully
Jika harus kembali kenapa harus memesan taksi nona aneh...ah... terserah lah.... yang penting di bayar... dan ada tujuan nya... supir taksi
"Iya nona..."supir taksi penuh senyuman terlihat dari kaca spion pengemudi
__ADS_1
Taksi itu kembali berhenti di depan rumah Gin... Jully segera berlari memasuki rumah itu... menuju kamar yang tadinya dia takuti...
Seorang pria nampak berbaring di dalam kegelapan kamarnya... gorden jendela tidak dibukanya... bahkan lampu tidak dinyalakan nya... berbaring memunggungi pintu yang setengah terbuka memegang kotak cincin yang sebelumnya di lemparnya....
"Kakak...."Jully
Gin terkejut... segera berdiri terbangun dari ranjang... melihat Jully yang berdiri menatap nya... dan mendekati nya...
"Kenapa kamu kembali...??"Gin
Jully segera mendekati Gin... kemudian memeluk pria muda itu...
"Aku menyukai kakak... jangan mengacuhkan... jangan pura pura berbuat jahat lagi pada ku...aku menyukai kakak yang baik hati..."Jully
Gin membalas pelukan Jully..."katakan sekali lagi... kalau kamu mencintaiku..."melepaskan pelukannya memberi sedikit jarak
"Aku mencintaimu..."Jully
Gin menatap mata gadis itu mencium nya perlahan... berbeda dengan sebelumnya...
***""******"""*****
Sedangkan di tempat yang berbeda... supir taksi menunggu Jully di depan rumah... karena belum membayar taksi nya...
Bocah menyebalkan...apa aku susul saja ya ke dalam...??...ah... lebih baik aku susul saja takut nya dia kabur...
Perlahan supir taksi memasuki pintu depan rumah yang setengah terbuka... mengatakan 'permisi' namun tidak ada jawaban...
Menelusuri sudut rumah itu... hingga melihat pintu yang setengah terbuka...
"Astaga....!!!"supir taksi berteriak nyaring... sembari menutup mata nya... melihat sepasang muda mudi berciuman
Jully segera mendorong tubuh Gin... entah betapa malunya sepasang muda mudi itu saat ini...
Seharusnya aku menunggu saja di luar... anak muda jaman sekarang memang menyebalkan... kalian tidak akan tau perasaan pria jomblo ini... hixhix... supir taksi
__ADS_1
bersambung