
seketika albian langsung tersadar dari emosinya
" al , kamu boleh marah tapi kendalikan emosimu, kamu bisa langsung berubah dan semua orang akan langsung tau siapa kita,jadi kendalikan emosi mu" ucap bima
" maaf" ucap albian
" ya udah ayok kita balik ke kelas aja" ucap bima
" hy , kalian kemana aja sih kok cepet benget ngilang nya" ucap aska yang baru datang, tapi albian dan bima tak menanggapi aska , mereka langsung berjalan menuju ke kelas nya
"woy kok aku di tinggalin sih " ucap aska yang berlari lagi mengejar albian dan bima menuju ke kelas
tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang mendengarkan percakapan mereka yaitu rama teman dewa
" ternyata albian dan teman teman nya lah vampir itu" ucap rama saat albian dan yang lain nya telah pergi
" aku harus melaporkan ini ke pada dewa , dia harus tau kebenaran nya,agar dewa bisa lebih berhati hati lagi pada albian dan teman teman nya" ucap rama yang langsung pergi meninggalkan tempat itu, ia mencari keberadaan dewa
" dewa, aku mendapatkan berita bagus" ucap rama saat sudah di dekat dewa
" berita bagus apa" tanya dewa yang
" aku tadi idak sengaja mendengar percakapan albian dan bima , ternyata mereka lah vampir itu" ucap rama
" apa , jadi salah satu dari mereka adalah pangeran vampir" tanya dewa
" ya , salah satu dari mereka lah pangeran vampir nya, kalau aku boleh menebak nya , yang menjadi pangeran vampir nya itu pasti albian" ucap rama
" bagai mana kamu bisa berpendapatan kalau albian lah pangeran nya" tanya dewa
" sebeb albian belum bisa mengendalikan sepenuhnya emosi nya, maka bima lah yang menjadi penjaga untuk pangeran nya" ucap rama
" ya kamu bener , kalau begini aku bisa dengan mudah memiliki amel , pasti amel tidak mau dengan albian kalau tau wujud asli albian yang sebenarnya" ucap dawa dengan senyum sinis nya
" apa kamu menyukai amel " tanya rama
" sepertinya begitu , namun amel sepertinya lebih menyukai albian" ucap dewa
" bagai mana kalau kita pancing ke marahan albian di depan amel , agar amel tau siapa albian sebenernya" ucap rama memberi ide
" tapi bagai mana caranya" tanya dewa
" sekarang kita cari kelemahan albian , agar kita bisa memancing emosi nya" ucap rama
" baik lah mulai sekarang kita awasi albian , kita cari kelemahan nya , setalah itu baru kita bertindak" ucap dewa
__ADS_1
" baik lah" ucap rama
albian dan teman teman nya baru saja memasuki kelas , ternyata amel dan teman teman nya sudah ada di dalam kelas , albian langsung duduk menghampiri amel dan langsung menarik tangan amel
" eh , kenapa al" tanya amel terkejut dan terlihat gugup, oliv dan lisa juga sama terkejut nya dengan amel
Bella yang sedang duduk di baku nya pun merasa takut dengan albian , ia baru pertama kalinya melihat albian semarah itu tadi
" ini kenapa" tanya albian dengan tatapan dingin
" em ini gak papa kok" ucap amel yang langsung menarik tangan nya dari pegangan albian
" mau pulang sekarang atau jujur" ucap albian dengan penuh penekanan
" em , ini tadi kena tumpahan kuah bakso" ucap amel , albian menarik nafas nya dalam dalam lalu menghembus kan nya dengan kasar sambil melirik ke arah bella , bella yang menyadari lirikan tajam dari albian pin langsung menunduk kan kepalanya
" ini udah di obati" tanya albian dengan lembut
" udah tadi di UKS" ucap amel
" lain kali hati hati , aku gak mau melihat kamu terluka seperti ini " ucap albian dengan nada yang sangat lembut
' aku kira dia tadi akan marah marah gak jelas , eh ternyata dia memiliki sisi lembut nya juga' batin amel yang melihat albian bersikap lembut padanya
" sayang , ayo pulang" ajak albian pada amel
" al , yang tadi gak jadi" tanya bima
" gak " ucap albian singkat
" loh kenapa " tanya bima bingung
" mereka cemen , gak berani" ucap albian
" mereka siapa , kamu mau berkelahi al" tanya amel yang penasaran
" gak sayang " ucap albian sambil mengusap ngusap kepala amel
" ii malu di liat orang" ucap amel yang langsung menyingkirkan tangan albian dari kepalanya
" hehe ayo kita pulang " ajak albian
" aku naik taksi aja ya ay , aku gak mau sampai ada orang lain tau kalau aku pulang bareng kamu" ucap amel menolak
" aku tidak mengizinkan kamu pulang dengan taksi,kamu karus pulang sama aku sayang" ucap abian
__ADS_1
" ya udah kalau kau gak boleh naik taksi ,boleh gak aku minta anyer sama oliv atau lisa" tanya amel
" udah al biarin aja , kita tinggal ikuti mereka dari belakang aja" ucap aksa
" iya al ,biarin aja amel pulang sama temen temen nya " ucap bima
" boleh ya ay , aku janji gak akan keluyuran ,aku langsung pulang" ucap amel dengan muka menggemaskan
' ini kalau bukan di sekolah udah aku cium tu bibir , mengemaskan sekali'' batin albian
" ya udah sana, tapi janji langsung pulang jangan ke mana mana, suruh mereka main dulu untuk nemenin kamu di apartemen sampai aku pulang ya" ucap albian
" memangnya kamu mau ke mana ay" tanya amel
" setalah memastikan kamu sampai di apartemen , aku mau langsung pergi ke hotel" ucap albian
" mau ngapain ke hotel , dan sama siapa kamu ke hotel" tanya amel dengan penuh selidik
" hayo kamu al ,mau ngapain ke hotel , mau nemuin siapa di hotel" ucap aska yang malah memanas mengompori amel , belum sempat albian menjawab sudah keduluan amel
" jawab ay ,jangan diam aja , kamu mau ke hotel ketemu siapa , atau jangan jangan kamu punya selingkuhan di hotel" tanya amel yang sudah terpancing emosi
" ya ampun sayang selingkuhan dari mana , aku ke hotel buat ngecek pembukuan sayang ,bukan untuk hal yang tidak bener " ucap albian menjelaskan
" jadi kamu punya hotel" tanya amel
" iya sayang , aku punya hotel dan restoran" ucap albian
" kok aku gak tau" tanya amel
" ya memang aku belum sempet mau cerita sama kamu,nanti deh kalau ada waktu , aku ajak kamu ke hotel " ucap albian
" beneran ya" tanya amel
" iya sayang" ucap albian dengan nada lembut
" ya gak jadi deh perang nya" ucap aska
" jadi kamu berharap aku perang sama amel" tanya albian dengan tatapan dingin
" mampus kamu aska " ucap bima meledek aska
" eh gak al , aku cuma becanda kok tadi ,ya gak mel" tanya aska pada amel untuk meminta pembelaan
" gak ,tadi kan kamu memang mengompori aku supaya aku marah marah sama al, adah ah aku mau pulang bareng oliv , bay aku pergi dulu, aska hati hati ya" ucap amel yang meledek aska
__ADS_1