
Hari demi hari di lalui tak terasa sudah satu minggu lama nya amel dan albian terbaring lemah, mereka belum ada untuk sadar baik amel mau pun albian , amel kini sudah menjadi resmi menjadi vampir . Setelah mendapat persetujuan dari papa diki daddy darren meminta kepada sang istri untuk menjadikan amel sebagai vampir
Keluarga luis dan papa diki selalu bolak balik ke kerajaan vampir dan rumah mereka , karena mereka tidak mungkin meninggalkan pekerjaan mereka ,Sedangkan pekerjaan albian kini sedang di tangani oleh bima dan aska.
Sedangkan bella dan mama ros , saat ini entah ada di mana , papa diki yang kecewa dengan bella dan mama ros , enggan untuk mencari keberadaan mama ros dan bella
" darren , bagai mana ke adaan amel dan albian,? apa ada perkembangan dari mereka?" tanya papa diki yang baru datang di kerajaan vampir untuk melihat anak dan menantu nya
" belum ada tanda tanda mereka untuk membuka mata nya" jawab daddy darren sadang duduk di sebuah kursi , papa diki pun ikut duduk di samping daddy Darren
" bukan nya amel sudah menjadi vampir kenapa dia belum juga bangun?" tanya lagi papa diki sambil menatap lurus ke depan
" tenaga amel banyak terkuras karena ulah anak mereka yang mengambil alih tubuh amel" jawab daddy darren
" tapi nanti amel pasti akan bangun kan , jujur aku tidak sanggup melihat putriku terbaring lemah seperti itu" ujar papa diki yang meneteskan air mata nya , papa diki sedih saat mengingat amel terbaring lemah tak berdaya
" sabar , perca lah amel pasti akan segera bangun dari tidur nya , amel saat ini sedang memulihkan tenaga nya , nanti setelah tenaganya sudah pulih seperti sedia kala , dia pasti akan langsung sadar" ujar daddy darren sambil menepuk nepuk punggung papa diki , untuk menguat kan papa diki
***
di tempat tempat lain tepat nya di kamar tempat amel di rawat , mom sinta yang baru selesai membersihkan tubuh amel di bantu para dayang dayang nya, salah satu dari dayang nya melihat jari amel bergerak
" baginda ratu , tangan nona amel bergerak" ujar salah satu dayang
" hah , yang benar kamu?" tanya mom sinta memastikan
" benar baginda , itu lihat , jari nya bergerak lagi" dayang itu menunjuk jari amel yang bergerak lagi
" kamu benar , kemungkinan besar amel akan sadar, cepat kalian siapkan makanan dan darah segar untuk amel , dia pasti sangat lapar dan haus saat dia bangun nanti" perintah mom sinta kepada dayang dayang ya
__ADS_1
" baik baginda ratu" ucap para dayan yang ada di ruangan itu, para dayang pun langsung meninggalkan kamar amel , mereka segera menyiapkan yang di perintahkan oleh mom sinta
" aku harus memberi tahu daddy dan diki , mereka pasti senang dengan berita ini" gumam mom sinta yang langsung keluar dari kamar amel , dia mencari keberadaan suami nya dan papa diki
setelah melihat mereka berdua sedang duduk di teras samping , mom sinta pun segera menghampiri nya
" sayang " panggil mom sinta
" ada apa sayang , kenapa kamu terlihat sangat senang?" tanya daddy darren yang melihat ekspresi wajah sang istri terlihat sangat senang
" amel , jari tangan amel bergerak , ada kemungkinan amel akan segera sadar" ujar mom sinta sambil tersenyum
" yang benar kamu sinta? , amel ku akan sadar?" tanya papa diki dengan raut wajah yang bahagia
" ya , ayo kita jenguk amel " ajak mom sinta
" loh , kenapa . Aku kan papa nya , tidak mungkin kan amel akan menyerang ku" ujar papa diki yang tidak percaya
" ya kalau amel sudah bisa mengendalikan diri nya, saat ini amel belum bisa mengendalikan diri nya , apa lagi amel baru menjadi seorang vampir, dia pasti akan mengira kamu adalah santapan pertama untuk nya" jelas daddy darren
Glek!!
Papa diki menelan salivanya saat mendengar penjelasan daddy darren, ia jadi merasa takut untuk mendekati amel , namun ia juga sangat rindu dengan anak nya
" jadi kapan aku bisa menemui amel?, aku sangat rindu dengan anak ku"ujar papa diki yang tidak bisa menahan rasa rindu dengan anak nya
" nanti setelah amel selesai makan , baru kamu bisa menemui nya" ujar mom sinta yang ikut bicara
" ya diki , kamu harus bersabar sedikit , tidak akan lama , setelah amel kenyang , dia akan bisa mengontrol diri nya kembali , dan kamu bisa menemui nya" jelas daddy darren , sebenar nya daddy darren kasihan dengan papa diki , namun au bagai mana lagi , timbang papa diki menjadi santapan amel
__ADS_1
" apa aku tidak bisa melihat amel dari kejauhan?" tanya papa diki
" aku mohon , aku akan menahan diri, bila perlu aku akan sembunyi agar tidak terlihat oleh amel , aku ingin melihat amel "ucap papa diki dengan tatapan memohon
daddy darren dan mom sinta saling pandang , seolah olah mereka sedang diskusi melalui tatapan mata
" baik lah , tapi kamu hanya boleh mengintip dari lubang yang sangat kecil dan kamu juga akan mendapatkan pengawalan ketat , kami takut nanti amel akan menyerang mu" ujar daddy darren menyetujui permintaan papa diki
"terimakasih darren , sinta " ucap papa diki dengan bahagia
" em diki , apa kau yakin ingin melihat amel ?" tanya daddy darren yang sedikit ragu dengan permintaan papa diki
" kamu ini baga mana darren? Bukan nya kamu tadi mengizinkan ku , kenapa sekarang kamu seolah ragu untuk mengizinkan ku" tanya papa diki yang kesal dengan daddy darren
" bukan aku tidak mengizinkan , tapi hem apa kamu kuat saat melihat amel makan nanti , aku takut nanti kamu akan mutah dan enggan untuk makan " ucap daddy darren yang memberi tahu papa diki sebelum papa diki melihat amel makan nanti
" ku yakin , aku tidak akan mutah tenang saja , aku tidak fobia darah" ujar papa diki menyakinkan
" baik lah kalau begitu , ayo kita lihat amel" ajak daddy darren
Mereka bertiga pun berjalan menuju ke kemar amel , belum sampai di kamar amel ada dayang yang menghampiri mereka
" maaf baginda, nona amel sudah sadar , saat ini nona amel sedang makan yang di berikan para dayang dayang" ucap salah satu dayang melapor kepada daddy darren dan mom sinta
" ya , terimakasih , kami akan segera ke sana" jawab mom sinta
mereka pun mempercepat langkah nya menuju ke kamar amel , saat sudah di depan pintu kamar amel , para dayang tak berhenti mondar mandir mengambilkan makanan untuk amel
Papa diki pun memberanikan diri untuk mengintip dari sela jendela , mata nya langsung melotot tak percaya , saat melihat amel tengah makan dengan lahap nya jantung dan berbagai organ tubuh manusia, mau pun hewan
__ADS_1