
Albian terus menatap amel , mama risa dan mona yang saat ini sedang menangis , karena ketakutan ,albian tak tega melihat mereka yang saat ini sedang ketakutan
" bagai mana al , kalau kamu mau mencarai kan amel , maka aku akan menyerahkan keluarga mu ?" tanya dewa dengan senyum sinis nya
Albian saat ini tengah kebingungan , ia bingung harus berbuat apa , sebenar nya ia bisa saja langsung menyerang dewa , namun ia takut saat ia menyerang dewa maka keluarganya akan tau jadi diri nya
Albian melihat ke arah daddy yang yang kini sedang terkurung di dalam jaring yang berada di atas nya, ia meminta pendapat daddy nya
Daddy derren hanya mengangguk kan kepala nya , mengisyarat kan kalau albian harus menyerang dewa , masalah keluarganya biar urusan nanti
" baik lah , aku akan menyerahkan amel pada mu " ucap albian yang berhenti sejenak , ia menatap amel , amel yang mendengar ucapan albian pun langsung melotot dan menggelengkan kepalanya
amel tidak mau kalau albian menyerahkan nya kepada dewa manusia serigala itu , ya amel dan yang lain nya sudah mengetahui kalau dewa dan teman teman nya adalah manusia serigala
" asal kamu bisa mengalahkan aku , kalau kamu bisa membunuh ku , maka amel aku serahkan kepada mu" ujar albian lagi dengan tegas
" wah, dengan senang hati aku kan membunuh mu!!" ucap dewa dengan percaya diri nya
" apa kamu yakin ingin menghadapi pangeran vampir" bisik paman zen
" paman tenang saja , aku pasti bisa mengalahkan nya , aku sudah di berikan mustika serigala dari daddy"
" baik lah jika itu sudah menjadi keputusan mu , paman tidak bisa melarang nya lagi , cuma paman minta sama kamu kalau kamu marasa tidak sanggup , kamu harus menghentikan pertarungan nya , jika tidak maka kamu akan mati sia sia di tangan albian " ujar paman zen mengingatkan dewa
" paman tenang saja , tapi aku minta sama paman , kalau paman melihat aku akan kalah paman harus cepat membantu ku , kita harus habisi albian dan mengambil mustika nya , agar kita bisa menaklukan dunia"
" baik lah , nanti paman akan membantu mu" ujar paman zen sambil menepuk bahu dewa
__ADS_1
" bagai mana dewa , apa kamu mau bertarung dengan ku?" tanya albian yang terus memperhatikan interaksi antara dewa dan paman nya
" baiklah bersiap lah al , kau akan mati di tangan ku!!" teriak dewa yang langsung menyerang albian
Namun dengan cepat albian menghindari serangan dewa, dia tersenyum sinis ke arah dewa
" kau yang akan mati di tangan ku dewa!" tegas albian dengan menatap dewa
albian langsung merubah wujud nya menjadi vampir , ia takut kalau dirinya nanti mendapat serangan yang mematikan dari dewa dia tidak bisa menangkis nya karena ia belum berubah manjadi vampir
Seketika keluarga luis dan papa diki pun melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat, mereka tak menyangka kalau albian adalah seorang vampir ,meraka merasa kecewa engan albian yang selama ini telah menutupi jati dirinya sebagai seorang vampir
Mama risa merasa sakit hati nya saat mengetahui anak laki laki yang ia sayangi ternyata adalah seorang vampir , selama ini ia tak menyadari kalau anak nya adalah seorang vampir, air matanya terus mengalir di pipinya , rasa kecewa , karena albian telah menutupi jati dirinya yang sebenar nya
Perkelahian sengit antar albian dan dewa , mereka saling menyerang satu sama lain , mereka sama sama kuat dan sama sama memegang mustika dari kubu masing masing , albian memegang mustika vampir sedangkan dewa memegang mustika serigala
BUGH!!
BUGH!!
Cukup lama mereka berkelahi namun belum ada yang mau menyerah, meski pun tubuh mereka sama sama terkena pukulan dari lawan
Namun seketika dewa merasa kelelahan dengan pertarungan nya dengan albian , hal itu di manfaat kan oleh albian untuk menyerang dewa
BUGH!!
Albian menendang dada dewa dengan keras , sehingga dewa terpental jauh mengenai dinding maskas milik nya , dinding markas itu sampai jebol karena sangking kuat nya albian menendang dewa, seketika dewa langsung memuntahkan carian merah dari mutut nya
__ADS_1
Paman zen yang melihat dewa yang tepental , ia langsung menyuruh anak buah yang lain nya menyerang albian , ia langsung menghampiri dewa yang terluka parah
" dewa , kamu tidak apa apa?" tanya paman zen yang menghawatirkan keadaan dewa, dwa hanya mnggelengka kepalanya tanpa menjawab pertanyaan paman nya
Pamann zen langsung mengeluarkan tenaga dalam nya untuk menolong dewa
Sedangkan albian yang mendapat serangan dari anak buah dewa pun langsung segera melawan , anak buah dewa dengan sisa tenaga nya dan di bantu oleh bima
Mereka berdua melawan anak buah dewa yang jumlah nya lumayan banyak , sampai sampai mereka kewalahan menghadapi nya
Tiba tiba mommy sinta datng membantu albian dan bima melawan para serigala yang tengah menyerang albian dan bima, albian langsung menoleh ke arah mommy sinta
" mom" ucap albian saat mlihat mommy sinta yang membantu nya
" mom datang , karena mom menghawatirkan kalian" ucap mom sinta yang terus membantu albian melawan para serigala
Papa luis yang sedari tadi menggosok gosok kan tali ke dinding markas serigala pun akhir nya tali itu putus juga , dengan gerakan cepat papa luis langsung membuka ikatan yang ada di kaki nya juga , setalh itu papa luia langsung mengambil pisau yang tergeletak di lantai yang tak jauh dari dirinya, lalu ia melemparkan pisau itu ke arah jaring yang ada di atas , yang di mana para kelelawar daddy derren dan anak buah nya yang tengah terkurung
seketika jaring itu pun putus dan para kelelawar yang ada di sana pun berubah menjadi vampir semua , dan langsung segara membantu albian dan yang lain nya melawan para serigala
pertarungan yang seimbang antar manusia serigala dan vampir
setelah membebaskan para vampir papa luis langsung menolong istri, anak nya, mantu dan besan nya, ia membuka tali yang mengikat tangan dan kali mereka
Mama risa langsung memeluk papa luis saat ikatan talinya telah berhasil terbuka, ia menangis di dalam pelukan suaminya itu
" papa albian pa" ucap nya sambil terus menangis
__ADS_1
" papa ngerti dengan perasaan mama , tapi untuk saat ini , tolong tutupi dulu rasa kecewa mama sama albian, nanti kita minta penjelasan dari nya, papa yakin pasti albian mempunyai alasan nya sendiri " ucap papa luis yang menenangkan istri nya , ia tau pasti istriny sangat kecewa dengan alian kerena albian telah merahasiakan hal ini dari mereka