
BRAK!!
Pintu ruangan itu di dobrak oleh seseorang , dewa langsung mengurungkan menggigit leher amel, dewa langsung melihat ke arah pintu , ia sangat kesal saat ia ingin menik mati darah ara terganggu oleh seseorang yang mendobrak pintu
" albian" gumam dewa saat melihat sosok albian yang berdiri di depan pintu
Albian tanpa berkata apa pun , ia langsung mencengkram leher dewa dan menari nya keluar dari ruangan itu, albian tidak mau berkelahi di ruangan yang sama dengan amel , ia takut akan melukai amel
Albian tanpa berkata apa apa , albian langsung melayangkan serang ke arah dewa , sehingga dewa yang belum siap dengan serangan albian pun terpental , punggung nya menghantam tembok dinding rumah itu dengan keras dan sampai dinding rumah itu retak, kerena hantaman kuat dari tubuh dewa
" Argghhh" dewa merintih ke sakittan , belum sembuh luka yang ia dapatkan dari albian tadi , kini sudah bertambah lagi luka itu
" selama ini aku hanya diam saat memergoki mu yang diam dia memperhatikan istri ku , tapi saat ini aku tidak akan tinggal diam lagi , aku akan membunuh mu dewa" teriak albian yang telah di kuasai oleh emosi nya
Tampa mereka sadari amel telah bangun dari pingsan nya, namun tubuh nya saat ini sangat lah lemah , ia sanggup untuk bangkit dari tidur nya
dewa bangkit , ia memaksakan berdiri dengan menahan sakit, sekilas ia melihat ke arah amel dari pintu yang terbuka
" hahaha , kamu mau membunuh ku,sebelum kamu membunuh aku , bagai mana jika kata menikmati darah suci milik amel terlebih dahulu, agar kita sama sama menjadi kuat dan seimbang untuk bertarung" ucap dewa dengan senyum sinis
' darah suci , apa maksud nya?' tanya amel dalam hati nya , ia sangat penasaran dengan pembicaraan albian dan dewa
" jika kamu berani menyentuh istri ku seujung kuku saja , maka aku akan langsung membunuh mu" tegas albian dengan emosi yang menggebu-gebu
" hahaha ternyata kamu serakah juga ya al, apa kamu kira aku tidak tau tujuan mu mendekati amel dan menjadikan nya seorang istri" ucap dewa yang terus menatap albian , sebenarnya dewa sudah tau kalau amel sudah sadar dari pingsan nya, ia tadi empat melihat ada pergerakan dari tangan amel , ia sengaja berbicara seperti itu , agar amel mendengarkan percakapan meraka dan membuat amel salah paham
__ADS_1
'jadi albian menikahi aku karena ada tujuan , apa sebenarnya tujuan nya' batin amel lagi , ia semakin di buat penasaran
" tutup mulut mu" ucap albian dengan lantang nya sambil menunjuk ke arah wajah dewa
" kenapa al? Bukan kah benar apa yang aku ucap kan , tujuan kamu sama kan dengan ku, kamu mau meminum darah suci milik amel kan , agar kamu bisa menjadi kuat , tak terkalahkan , agar kamu bisa hidup abadi di bumi ini kan al" ucap dewa dengan sedikit mengeraskan suaranya agar amel mendengar ucapan nya
Deg
hati amel sangat sakit saat mengetahui kalau albian mempunyai tujuan saat menikahinya, namun ia masih berpikir positif , ia menunggu jawaban dari albian , ia berharap kalau dewa berkata bohong
" kalau ia kenapa?" tanya balik albian , sebenar nya ia tidak mau menjawab seperti itu , namun menurun nya percuma menjelaskan nya ke pada dewa tentang kalau dia sangat mencintai amel
Deg
amel sudah tidak bisa menahan air matanya , ia sangat kecewa dengan albian ,padahal ia sudah sangat mencintai albian.
Dengan sekuat tenaga ia bangkit dari tidur nya , ia langsung berdiri dan berjalan perlahan menuju ke arah pintu
"jadi ,itu tujuan mu menikahi aku?" tanya amel dengan tubuh yang gemetar, air matanya sudah mengalir deras di kedua pipinya
Albian langsung terkejut , ia langsung melihat ke arah amel yang tengah menatap nya dengan penuh kecewa
" sayang!! , ini tidak seperti yang kamu pikirkan , aku bisa jelaskan semuanya , kamu salah paham sayang" ucap albian yang mencoba menjelaskan , ia berjalan menuju ke arah amel
" stop!!! , jangan mendekat , dan kamu tidak perlu menjelaskan apa pun pada ku , ucapan mu yang tadi sudah sangat jelas, jadi tidak ada yang perlu di perjelas" ucap amel yang masih menangis , Manahan hati nya yang teramat sakit
__ADS_1
Dewa tersenyum puas saat melihat pertengkaran mereka , satu rencana sudah berhasil tinggal menunggu rencana nya nya yang selanjut nya, ia masih mengamati albian dan amel berdebat, ini adalah sebuah hiburan yang teramat seru bagi dewa, jadi sayang untuk di lewatkan
" sayang , peliss percaya sama aku , aku sangat mencintai kamu , kamu tadi salah paham sayang" ucap albian yang terus menyakinkan amel
" tidak ada yang salah paham , semuanya sudah jelas , kalau kamu menikahi aku karena aku memiliki darah suci kan , setalah itu kamu akan membunuh ku dengan menghisap darah ku kan , agar kamu bisa lebih kuat dan bisa hidup abadi di dunia ini kan" teriak amel yang meluapkan emosi nya
Albian sontak kaget saat amel berbicara keras seperti itu, biasanya amel sangat lembut padanya , tidak perah amel berbicara dengan nada tinggi seperti itu.
Albian saat ini tengah berpikir bagai mana cara nya agar amel mau mendengarkan penjelasan nya
Dewa yang sudah merasa bosa dengan menonton sepasang suami istri itu bertengkar, ia ingin menjalankan rencana nya berikut nya, ia melihat albian tengah berpikir , mungkin ini lah kesmpatan baginya untuk menyerang albian , saat albian tengah fokus pada amel
Dengan gerakan cepat dewa langsung menyerang albian secara tiba tiba , albian yang tidak siap dengan serangan dewa pun tepental
" aaaa" amel berteriak saat melihat albian terpental jauh
Dewa langsung menyerang albian secara bertubu tubu , dwa tak memberi kesempatan untuk albian membalas serangan nya
Ael semakin histeris melihat albian yang di serang secara bertubu tubu oleh dewa, ia merasa tidak tega melihat laki laki yang ia cintai harus terluka, memang saat ini ia sedang kesal dengan albian , namun ia tidak akan tega melihat albian yang seperti ini
" dewa!!!! Hentikan!!!! Aku mohon , jangan sakiti albian!!!" teriak amel yang langsung terduduk lemas saat menyaksikan dewa yang terus memukuli albian secara berutal
" hentikan dewa!!!!" Teriak amel lagi untuk mencoba menghentikan dewa yang terus memukuli albian
dewa seakan tuli , ia tak mendengarkan teriakan amel , ia masih terus memukuli albian sesuka hati nya, ia merasa ini lah saat nya membalaskan perbuatan nya kepada daddy nya ,karena albian lah daddy nya saat ini tengah terbaring lemah
__ADS_1