Dijodohkan Dengan Vampir Tampan

Dijodohkan Dengan Vampir Tampan
44


__ADS_3

" aku harus cepat bertindak, aku tidak rela kalau amel sampai benar benar jadi milik albian" gumam dewa yang terus melihat ke arah albian dan ara keluar dari hotel


dewa langsung mengambil ponselnya ,ia menghubungi seseorang yang bisa membantu nya


" hallo ,tuan , ada yang bisa saya bantu?"tanya seseorang 6ang ada di seberang telpon


" aku minta, kamu kerjakan tugas kamu sekarang juga!"perintah dewa pada seseorang di seberang telpon , ia sudah tidak bisa menunggu terlalu lama untuk menghancurkan albian


" siap!!, akan saya laksanakan tugas dari anda tuan ,tapi jangan lupa dengan upah saya" pria di seberang telpon itu memperingatkan dewa


" kamu tenang saja , setelah tugasmu selesai , maka aku akan memberikan upah dengan sesuai yang kau minta kemarin" jelas dewa


" baik tuan!, kapan saya harus menjalankan misi nya" tanya pria di seberang telfon itu lagi


" aku mau , kamu secepatnya menjalankan tugas mu, aku sudah tidak sabar melihat kehancuran albian " ucap dewa dengan senyum sinis ,ia sudah membayangkan bagai mana jatuh nya seorang pangeran vampir , ketika keluarganya tidak mau menerima keadaan nya yang sekarang


" baik tuan , .malam ini akan saya kerjakan tugas dari anda itu"


" baik lah, aku tunggu kabar baik dari mu "dewa langsung memutuskan sambungan telpon nya secara sepihak


" albian , permainan baru akan di mulai" dewa tersenyum sinis , ia langsung meninggalkan hotel itu, sebenernya ia ke hotel itu untuk berkencan satu malam dengan wanita penghibur ,namun setelah bertemu dengan amel dan albian ,ia seperti tidak tertarik lagi untuk bermain dengan wanita penghibur itu.


dewa adalan seorang casanova , ia sering sekali tidur dengan wanita penghibur ,untuk menyalurkan hasrat nya.


****


" ay , jadi kamu gak makan ,makanan manusia dong?"tanya amel saat mereka sudah ada di dalam mobil


" bisa , aku bisa makan makanan manusia ,tapi kalau ke banyakan dan ke seringan akan membuat tubuh ku lemah " jelas albian yang masih fokus mengemudi


" maaf ya ,waktu itu pasti kami terpaksa makan masakan aku!" amel marasa bersalah saat ia memasak untuk albian dan yang lain nya


" gak papa sayang ,kan kami jarang memakan makanan manusia , jadi jangan merasa bersalah seperti itu" albian yang tau kalau amel merasa bersalah saat dirinya menyuruh albian dan teman teman nya makan masakan nya , albian tersenyum sambil mengelus kepala amel dengan lembut

__ADS_1


" oh ya,vampir kan gak bisa kena sinar mata hari , kok kamu biasa aja saat cuaca panas di sekolah ?" tanya amel lagi yang penasaran


" memangnya kamu gak pernah liat aku, bima dan aska selalu pakai jaket saat keluar kelas?" tanya balik albian


" oh iya, kok aku tidak tau ya?" tanya amel bingung , sebab amel tidak pernah memperhatikan penampilan orang lain


" iya sayang , kamu aja yang gak pernah memperhatikan suami mu ini" albian yang gemas dengan amel pun mengacak ngacak rambut amel


" iii stop!!, ay stop!!, berantakan kan rambut aku" amel menatap albian kesal ,ia merapikan lagi rambut nya dengan tangan nya


" abis nya aku gemes sama kamu sayang, jadi makin cinta sama kamu sayang" ucap albian dengan keseriusan


" ay ,kata oliv ya kalau vampir itu akan selalu awet muda , meskipun umurnya sudah ratusan tahun , sedangkan manusia kan gak bisa seperti itu ay"


" ya ,terus?" tanya albian yang masih fokus mengemudi


" emm apa kamu masih akan terus mencintai aku, saat aku bertambah tua nanti" tanya amel dengan hati hati


albian langsung menghadap kearah amel yang memegang kedua pipi amel , ia tatap manik mata amel yang sangat indah itu


" sayang , dengarkan aku ya , aku mencintai kamu bukan dari pisik nya ,tapi aku mencintai kamu itu dari hati mu, aku tidak akan masalah suatu saat nanti kamu akan menjadi tua ,cinta aku pada mu tidak akan luntur di makan waktu sayang , dan juga tidak di makan oleh perubahan pisik kita , cinta aku selamanya untuk kamu" jelas albian yang langsung mengecup bibir amel sekilas


" terimakasih ay , aku percaya sama kamu, aku juga sangat mencintai kamu" ucap amel dengan malu malu


" apa sayang aku gak dengar kamu ngomong apa?" tanya albian memastikan ,ia tidak mau salah dengar kalau amel telah mencintai nya


" gak ada pengulangan" jawab amel sambil tersenyum dan langsung memalingkan wajah nya ke arah luar jendela


" sayang ,ayo lah ,coba ulangi lagi ucapan mu tadi, aku tidak mau salah dengar" pinta albian memohon pada amel


belum sempat amel menjawab ucapan albian ,henpon nya tiba tiba berbunyi ,pertanda ada yang menelpon nya


" sebentar ay ada yang telpon" amel yang langsung mengambil henpon nya yang ada di dalam tas nya

__ADS_1


" papa" ucap amel yang melihat nama yang tertera di layar ponselnya


" siapa sayang?" tanya albian


" papa" jawab amel yang langung mengangkat telpon dari papa nya


" hallo pa" sapa amel saat sambungan telfon nya terhubung


" hallo mel, kamu apa kabar nak , apa kanu tidak merindukan papa mu ini?" tanya papa diki pada amel


" kabar amel baik pa, amel sangat merindukan papa!! , papa apa kabar?" tanya amel balik


" papa baik nak ,kalau kamu merindukan papa ,datang lah malam ini ,untuk makan malam di rumah nak , ajak lah suami kamu, papa mau mengenalkan suami kamu pada mama ros dan bella" jelas papa diki


amel langsung melihat ke arah albian ,untuk minta persetujuan albian


" iya kan saja sayang" jawab albian yang ikut mendengarkan percakapan antara anak dan papanya


" tapi ay-


" iya in aja sayang, jangan mengecewakan papa, dia sudah sangat merindukan mu" jelas albian yang memotong ucapan amel, amel pun mengangguk kan kepalanya


" iya pa ,kami akan ke sana sekarang" jawab amel pada papa nya


" baik lah nak , papa akan menunggu ke datangan mu" ucap papa diki


" iya pa , sudah dulu ya pa ,kami akan langsung pergi ke rumah papa"


" iya ,nak ,hati hati di jalan , salam untuk suami mu" ucap papa diki


" iya pa ,nanti akan aku sampaikan salam nya ,udah dulu ya pa ,bay papa" ucap amel yang langsung mematikan sambungan telfon nya tanpa mengunggu jawaban dari papa nya


" ay ,kita langsung aja ke rumah papa ya" ajak amel dengan malas , sebenernya ia sangat merindukan papa nya ,namun iya males ke rumah papa nya ,ia takut nanti bella akan terus mencari gara gara dengan nya kalau dia tau albian adalah suami nya

__ADS_1


__ADS_2