
" kalau kata mu benar , berarti amel saat ini sedang dalam bahaya!!" papa diki yang mulai mencemaskan anak nya
" anda tenang sja , albian sedang mencari keberadaan amel" ujar daddy derren menenangkan
" tapi sayang , apa setidak nya kita membantu albian , aku yakin saat ini albian tengah membutuhkan bantuan kita" ujar mommy sinta
" benar apa kata sinta darren , anak ku sendirian di sana , bagai mana kalau dia di keroyok" ujar papa luis yang juga menghawatirkan albian
" ya , darren a kami sangat mencemaskan albian , bagai mana pun dia adalah anak kami" ucap mama laura yang ikut mencemaskan albian
" baik lah , tapi biar kan kami saja yang mencari albian dan amel , kalian kembali saja ke kediaman mu saja luis , nanti anak buah ku akan menjaga kalian di sana" ucap daddy darren
" kenapa kami tidak boleh ikut mencari amel dan albian?" tanya papa luis , ia sebenarnya mau ikut dalam pencarian anak dan menantu nya itu
" di sana sangat berbahaya untuk kalian , biar kan kami saja yang mencari keberadaan amel dan albian , kalian tunggu saja kabar baik dari kami" ujar daddy darren
" baik lah , kami akan menunggu kabar dari kalian " jawab mama laura
" tapi ma" papa luis hendak protes namun di cegah oleh mama laura
" percayakan semuanya pada darren dan sinta pa, mereka pasti akan menemukan amel dan albian , kalau kita ikut , nanti kita akan membebani mereka saja" ucap mama laura yang memotong ucapan suami nya
"Baik lah kalau begitu" papa luis pasrah
Setelah perbincangan mereka selesai , papa diki , papa luis , mama lara dan mona pun kembali ke rumah papa luis , mereka si kawal oleh para penjaga vampir
" dad , ayo kita mencari amel dan albian " ajak mommy sinta , setelah mereka memastikan rombongan papa lius dan yang lain nya telah pergi
" sebentar sayang , aska , sebaik nya kamu ikut mengawal keluarga luis , saya takut nanti ada penyerangan di sana " ucap daddy darren pada aska
" baik baginda , kalau begitu saya permisi dulu" jawab aska , aska langsung menyusul rembongan papa luis
" hem , dasar anak itu , kemarin daddy , hari ini baginda , besok apa lagi " gumam daddy darren yang melihat tingkah aska
" sudah lah deddy , seperti tidak tau saja dengan aska" ucap mommy sinta
__ADS_1
"ya udah ayo kita cari albian dan amel" ajak daddy darren sambil merangkul pinggang sang istri dan langsung mencium bibir sang istri dengan sekilas
" dad ,mom di sini masih ada aku" ucap bima sambil cemberut
" uuppss sorry , lupa kalau masih ada jomblo di sini" ucap daddy darren seperti mengejek bima
" kalau aku sudah bisa menaklukan nya , aku tidak akan jomblo lagi dad" ujar bima yang tak terima di bilang jomblo
" memang nya cewek mana yang menjadi incaran mu, siapa tau daddy bisa membantu mu"
" tidak dad , biarkan aku sendiri yang menaklukan nya "
" semangat boy, mom setuju dengan mu" ucap mom sinta mengacungkan jempolnya ke pada bima
saat mereka sedang mencari albian dan amel sambil bercerita tiba tiba daddy darren langsung berhenti
" opa , cepat lah datang ke sini ,tolong mommy dan daddy kami, mereka sedang terluka" suara anak kecil
" ada apa dad?" tanya bima heran
" sayang kenapa?" tanya mom sinta yang ikut penasaran
" anak kecil" ucap bima dan mom sinta bersaman
" ya ,aku tidak tau siapa mereke ,tapi mereka memanggil ku dengan sebutan opa"
" daddy" ucap mommy sinta dengan tatapan tajam nya
" tidak sayang , aku tidak pernah tidur dengan wanita lain selain diri mu , aku juga tidak memiliki anak dari perempuan lain" ucap daddy darren yang tau maksud dari ucapan dan tatapan tajam sang istri
" terus , anak siapa yang memanggil mu opa?"tanya mom sinta yang ingin emosi pada suaminya
" aku tidak tau sayang, sungguh percaya lah pada ku ,tubuh ini dan seluruh cinta ku hanya untuk mu ,tidak untuk orang lain " ujar daddy darren menyakinkan sang istri
" apa jangan jangan itu anak amel dan albian" tebak bima
__ADS_1
" anak amel dan albian " ucap daddy derren mengulang ucapan bima
" ya dad , mereka kan suami istri, pasti mereka sudah melakukan hubungan suami istri pada umum nya"
" bisa jadi dad, karena albian seorang vampir jadi bayi vampir akan bisa mengendalikan ibu nya ,jika ibunya masih berwujud manusia " ucap mom sinta
" kalau itu benar ,ayo kita langsung menuju ke suara anak itu" ucap daddy darren
mereka pun langsung menuju ke arah sumber suara tersebut, tak butuh waktu lama mereka pun sampai di tempat suara anak kecil itu berada
" apa benar ini tempat nya dad?" tanya bima seperti tidak yakin
tempat yang di datangi mereka adalah tempat sebuah rumah yang terkesan sudah tua namun terlihat sangat terurus, namun rumah itu terletak di tengah hutan
" kalau dari asal suaranya sih di sini" ucap daddy darren sangat yakin
" ya udah ,ayo kita coba masuk" ajak mom sinta
mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut, alangkah terkejutnya mereka melihat dewa sudah tergeletak tak bernyawa dengan jantung nya yang telah hilang
mereka semakin masuk ke dalam rumah itu lagi, mereka menemukan albian dan amel yang tengah terbaring lemah , mereka melihat ke arah amel yang tangan nya di penuhi oleh darah
" dad al ,terluka parah" ucap bima yang mengecek ke adaan albian
" daddy , urus saja albian , biar aku yang mengurus amel" ucap mom sinta
daddy darren langsung memberikan pertolongan untuk albian , sedangkan mom sinta memeriksa ke adaan amel
setelah memeriksa keadaan mereka berdua mereka langsung membawa albian dan amel untuk pergi dari tempat itu
" bima , kamu bakar tempat ini" suruh daddy derren pada bima
" baik dad" ucap bima yang langsung membakar rumah tua itu
setelah memastikan rumah itu terbakar dan tidak ada orang yang dapat masuk ke dalam rumah itu , mereka pun segera pergi dari tempat itu
__ADS_1
mereka membawa amel dan albian menuju ke kerajaan vampir , karena amel dan albian akan mendapatkan penanganan khusus untuk mereka , tak lupa juga daddy darren memberi kabar kepada papa luis mengenai penemuan albian , mereka juga menjelaskan tentang ke adaan albian dan amel saat ini
papa luis dan yang lain nya ingin bertemu dengan albian dan amel , mereka sangat mencemaskan mereka berdua . daddy darren pun mengizinkan mereka untuk datang ke kerajaan vampir dengan satu syarat harus malam hari , mereka pun setuju