Dijodohkan Dengan Vampir Tampan

Dijodohkan Dengan Vampir Tampan
34


__ADS_3

di tempat lain anak buah dewa yang telah mencari informasi tentang albian


" tuan , maaf mengganggu" ucap anak buah dewa


" apa yang kamu dapatkan tentang albian" tanya dewa


" dia anak dari keluarga luis , dia baru saja menikah secara diam diam bersama amelia, beberapa hari yang lalu" ucap anak buah dewa


" apa jadi amel telah menikah dengan albian" ucap dewa yang terkejut


" bener tuan " ucap anak buah dewa


" apa keluarga nya dan amel tau kalau albian seorang vampir" tanya dewa


" tidak tuan , mereka kanya menganggap albian adalah manusia biasa, keluarga luis juga tidak mengetahui kalau raja deren adalan vampir" ucap anak buah dewa


" baik lah kamu boleh pergi sekarang" ucap dewa dengan senyum sinis nya, anak buah dewa pun pergi meninggalkan dewa sendirian


" baik lah albian , permainan baru akan di mulai , aku akan memberikan hadiah yang tidak bisa kamu lupakan seumur hidup mu albian" ucap dewa dengan senyum sinis


Dewa langsung mengambil henfon nya dan menghubungi seseorang


" hallo bos , ada yang bisa saya bantu " tanya seseorang di seberang telfon saat sambungan telfon nya sudah tersambung


" ada tugas untuk mu" ucap dewa pada orang yang di seberang telfon


" tugas apa bos , aku selalu siap menerima tugas asalkan sesuai dengan bayaran ku" ucap seseorang di seberang telfon itu


" kamu tenang saja , aku akan memberikan mu sejumlah uang dan dua darah perawan untuk mu" ucap dewa


" wah kau begini aku jadi semangat , apa tugas mu bos" tanya orang tersebut


" tugas mu hanya menculik orang saja " ucap albian


" kalau hanya menculik mah gampang , mau sekalian aku bunuh bos" ucap orang tersebut


" tidak , jangan kamu bunuh atau kamu sakiti mereka , aku hanya ingin kamu menculik mereka , untuk menjadi kan umpan " ucap dewa


" baik lah , akan ku laksanakan tugas dari mu bos" ucap orang itu


" nanti aku akan kirimkan poto orang yang harus kamu culik , tapi kamu harus berhati hati ,ada pangeran vampir yang selalu ada di dekat mereka" ucap dewa


" apa jadi aku harus berurusan dengan pangeran vampir" ucap orang itu terkejut


" ya , kenapa apa kau merasa takut" tanya dewa

__ADS_1


" jujur saja aku tidak takut dengan pangeran , aku hanya takut pada raja deren " ucap orang itu


" hey , ku ini vampir macam apa , sampai tidak takut dengan pangeran mu" ucap dewa


" sudah lah tidak usah membahas hal itu ,sekarang aku bertanya manusia atau vampir yang akan aku culik" tanya orang itu


" mereka adalah manusia, keluarga kandung pangeran mu dan istri pangeran mu , yang harus kamu culik" ucap dewa memberi tahu


" kalau keluarga pangeran aku berani ,tapi kalau istri nya aku tidak yakin ,karena pasti raja deren telah menyuruh anak buah nya untuk mengawal istri pangeran" ucap orang itu


" terus aku harus bagai mana agar bisa menculik istri pangeran" tanya dewa


" mungkin bisa dengan cara menjebak nya , agar dia bisa datang sendiri ke tempat mu, kamu berilah sesuatu agar penjaga dari istri pangeran tidak bisa mengikutinya" ucap orang tersebut


" baik lah kalau begitu ,kamu kerjakan saja tugas mu , masalah istri pangeran biar aku saja yang menanganinya" ucap dewa


" baik lah bos perintah anda akan aku laksanakan ,jangan lupa imbalan untuk ku" ucap prang itu


" kamu tenang saja , setelah tugas mu selesai , aku akan langsung memberikan imbalan untuk mu" ucap dewa


" baik lah aku akan menagih nya saat aku selesai menyelesaikan tugas ku" ucap orang itu


" ok ,aku tunggu kabar baik nya" ucap dewa


" baik bos" ucap orang itu, dewa langsung memutuskan sambungan telfon nya


" albian bersiap siap lah dirimu menerima kehancuran mu" ucap dewa sambil tersenyum sinis


*****


setelah makan bersama oliv dan lisa pun pamit pulang , begitu juga dengan aska dan bima


" sayang ,kamu di mana" panggil albian saat menuruni anak tangga


" aku di sini ay " teriak amel yang sedang mencuci piring nya


albian langsung menghampiri amel dan langsung memeluk amel dari belakang


" aku suka wangi kamu sayang" ucap albian yang sambil mengendus ngendus leher amel


" ay geli , jangan seperti ini aku tidak nyaman " ucap amel yang berusaha menjauhkan kepala albian dengan kepalanya


" tapi aku suka sayang" ucap albian


" ay , aku lagi cuci piring ,biarkan aku menyelesaikan nya" ucap amel dengan memohon

__ADS_1


" mau aku bantu gak" tawar albian


" gak usah ini tinggal sedikit lagi " ucap amel menolak


" baik lah sayang , aku tunggu kamu di balkon kamar kita , setelah selesai segera lah ke sana" ucap albian yang melepaskan pelukan nya dari amel


" ya , nanti setelah aku menyelesaikan ini aku akan ke sana " ucap amel


cup..


albian mencium pipi amel


" jangan lama lama ya sayang" bisik albian pada amel ,dan langsung pergi menaiki anak tangga menuju ke kamar nya


amel yang mendapatkan ciuman dari albian pun langsung bengong, meskipun hal itu sudah biasa di lakukan albian pada nya tapi amel masih saja ter bengong kalau di cium albian secara mendadak , pipinya menjadi merah dan detak jantungnya semakin tak karuan saat mendapatkan ciuman dari albian


amel tersadar saat albian sudah pergi meninggalkan nya


" kenapa sih, setiap kali aku di cium sama dia, kok jantung aku berdetak lebih cepet gini ya, apa aku sudah mulai mencintai nya " ucap amel sendiri


amel langsung segera menyelesaikan mencuci piring nya, setelah selesai semua amel pun langsung menuju ke kamar nya


" ay" panggil amel saat memasuki kamar nya


" aku di balkon sayang" ucap albian yang sedang duduk di balkon kamar nya


amel pun langsung menuju ke arah balkon , terlihat albian yang hanya menggunakan celana bokser ,tanpa baju duduk di kursi yang ada di balkon kamar nya


" sini sayang" ucap albian sambil menepuk nepuk kursi yang ada di sebelah nya, mengisyaratkan amel untuk duduk di samping nya


" kenapa kamu gak pakek baju , itu juga kenapa hanya pakek bokser aja ,gak malu apa" omel amel yang melihat penampilan suami nya


" ya gak papa lah kan cuma kamu yang liat" ucap albian yang langsung menarik tangan amel agar amel langsung duduk di sebelah nya


" aa, iih kamu ini , gak usah di tari tarik juga kan , aku bisa duduk sendiri" ucap amel kesal


" ke lamaan " ucap albian yang langsung merangkul bahu amel


" sayang" panggil albian


" hem" jawab amel


" aku boleh tanya gak sama kamu" ucap albian yang mulai serius


" mau tanya apa" tanya amel

__ADS_1


"apa kamu sudah mencintai aku " tanya albian sambil menatap mata amel


__ADS_2