
Amel sangat sedih saat mendengar kalau albian saat itu tengah terluka parah demi menyelamatkan diri nya
" sekarang albian ada di mana mom , aku ingin melihat ke adaan nya" ujar amel yang ingin melihat albian
" saat ini albian tengah menjalani penobatan dan kita hanya boleh menjenguk nya dari luar peti " ujar mom sinta
" maksud nya mom?' tanya amel yang tak mengerti
" albian saat ini ada di dalam peti , dan peti itu tidak boleh dibuka selama pengobatan berlangsung , nanti peti itu akan terbuka sendiri nya kalau albian sudah sembuh" jelas mom sinta
" sampai kapan pengobatan nya mom?" tanya amel lagi
" tidak tau sayang, kita tunggu saja ya , bila waktu nya albian sembuh dia pasti akan sembuh " ujar mom sinta sambil mengelus lengan amel
" ya mom , aku akan menunggu sampai albian sembuh" ujar amel sambil berusaha tersenyum
" sekarang yang harus kamu pikirkan aalah perkembangan anak anak kamu " ujar mom sinta sambil tersenyum
" anak anak?" tanya amel bingung
Mom sinta meletakkan tangan nya di perut amel , sambil mengelus nya sambil tersenyum
" disini ada anak kamu sama albian , dan mereka ada dua " ujar mom sinta
" maksud mom, aku hamil?" tanya amel memastikan
" ya , saat ini kau tengah hamil sayang , dan " ucap mom sinta menghentikan ucapan nya
" dan apa mom?" tanya amel penasaran
" kamu mengandung bayi vampir jadi , mau tidak mau kamu juga harus menjadi vampir , agar tak membahayakan diri mu dan anak anak mu " ujar mom sinta
" jadi , aku sekarang sudah menjadi " ucap amel tak meneruskan ucapan nya
" ya sayang , itu semua juga sudah di setujui oleh papa kamu" ujar mom sinta
Amel langsung menutup mulut nya tak percaya , kalau diri nya saat ini telah menjadi vampir, pantas saat melihat leher papa nya dati ia sampai tak sadar telah menggigit dan menghisap darah sang papa
__ADS_1
" kalau aku sudah menjadi vampir , berarti papa" ucap amel sambil melihat papa nya yang tengah terbaring di tempat tidur
" papa mu akan menjadi vampir , karena bekas gigitan mu tadi" jawab daddy darren yang sedari tadi hanya mendengarkan mereka bercerita
" huhuhu , papa maafkan amel , karena amel papa jadi vampir juga" ucap amel sambil menangis
Papa diki mulai tersadar dari pingsan nya . Ia bingung melihat amel tengah menangis
" sayang , kenapa kamu menangis?" tanya papa diki dengan heran
" papa, maafkan amel pa" ucap amel yang masih menangis
" maaf kenapa nak?" tanya papa diki bingung
" papa sudah mejadi vampir" jawab amel yang masih menangis , daddy darren dan mom sinta hanya tersenyum mendengar ucapan amel
" hah , papa jadi vampir?" tanya papa diki bingung
" ya pa , itu semua karena amel pa, karena amel yang telah menggigit papa , sampai papa jadi vampir" ucap amel yang terus menangus
Papa diki langsung terbengong saat mendengar ucapan dari putrinya
" ya sudah lah , menadi vampir pun tak apa lah,asal bisa bersama anak, dan cucu papa" ucap papa diki yang menerima keadaan
"beneran pa, papa gak marah sama amel" tanya amel
" gak sayang , saat ini tinggal keluarga luis yang belum menjadi vampir"ujar papa diki dengan senyum jahil nya
" jangan menjebak merea menjadi vampir, biarkan saja ,kita harus saling menghargai keputusan mereka" ujar daddy darren yang tau isi otak papa diki
" ah , kau ini tidak asik sekali , kau tadi hanya membiarkan aku menjadi vampir" ucap papa diki kesal
" itu karena anak mu yang tak bisa menahan nya , jadi jangan salahkan aku" ujar daddy darren
" sudah suah , jangan saling menyalahkan, semuanya sudah terjadi , jadi jangan di sesali" ujar mom sinta
" aik lah , oh ya , aku boleh mita sesuatu sama kalian ? Ucap papa diki
__ADS_1
" kamu mau minta apa?" tanya daddy darren
" aku mohon jangan beritahu , luis kalau aku sudah menjadi vampir" pinta papa diki
" jangna bilang kalau kamu mau mnjahili mereka" tebak daddy darren
" tidak , aku tidak akan menjahili mereka , cuma aku mau merahasiaan nya saja dari mereka " ucap papa diki
" ya baik lah " ujar daddy darren
" mom aku ingin menjenguk albian , boleh" mohon amel oada mom sinta
" ya boleh sayang" ucap mom sinta
" kalian lanjut saja perbincangan kalian , kami mau ke kamar albian dulu" unar mom sinta pamit
" ya sayang" ujat daddy darren
" pa , aku meu jenguk albian dulu ya" ucap amel pada sang papa
" ya , silahkan " papa diki mengizinkan
Mom sinta dan amel pun pergi meninggalkan kamar papa diki , meraka menuju ke kamar albian , saat memasuki nya , terlihat hanya ada peti yang ada di kamar itu
" ini albian mom?" tanya amel
" ya , sayang , silahkan kamu bicara dengan albian mom akan keluar dulu" ujar sinta yang mengerti kalau amel saat ini ingin berbicara berdua
" terimakasih mom" ucap amel
" sama sama sayang , kalau ada apa apa , langsung pengil mom saja ya sayang" ucap mom sinta
" ya mom" jawab amel
Mom sinta langsung keluar dari kamat albian , meninggalkan amel sendiri bersama albian yang saat ini berada di dalam peti
" hay , suami ku , apa kamu masih betah dengan tidur mu? , apa kau tak merindukan aku?, sayang , saat ini aku tengah mengandung anak mu , aku sangat butuh diri muuntuk menemani ku , bangun lah sayang " ucap amel sambil menangus di hadapan peti yang berisi albian
__ADS_1
" al , kamu tau gak? , aku saat ini sudah menjadi vampir seperti mu ,bukan hanya aku , tapi papa diki juga , papa diki jadi vampir karena aku loh sayang , aku yang tak sengaja menggigit dan menghisap darah nya , sampai sampai papa diki pingsan dan sekarang dia sudah menjadi vampir , tadi nya akutakut papa akan marah , pada ku , saat aku tak sengaja menjadikan nya seorang vampir , eh ternyata dia malah menerima dengan senang hati , kamu tau gak sayang , aku juga baru tau loh kalau aku saat ini tengah dua benih mu, hasil dari cinta kita , aku sangat bahagia saat mendengar dari mom sinta kalau aku tengah hamil dan hamil nya bukan hanya satu , aku berharapa kamu cepat bangun dan kamu bisa melihat perkembangan anak kita ,dan aku juga bisa merasakan kasih sayang suami saat aku tenah mengandung anak kita " ucap amel sambil menangis saat menceritakan hal yang ai lalui dan ai rasakan , ia berharap dengan bercerita seperti itu albian akan merespon dan bangun dari tidur nya