Dijodohkan Dengan Vampir Tampan

Dijodohkan Dengan Vampir Tampan
63


__ADS_3

Tak terasa empat tahun berlalu, kini amel telah melahirkan kedua anak nya yang ia beri mana joy dan jack , mereka anak anak albian dam amel yang sangat lucu , saat ini usia mereka menginjak tiga tahun , mereka sedang aktif aktif nya , daddy Darren dan mom sinta juga membantu mengurus joy dan jack


Selam empat tahun ini amel memutuskan untuk tinggal di kerajaan vampir bersama anak anak nya , dengan alasan tak ingin jauh dari suami nya yang masih betah tertidur


Selama empat hatun ini juga keluarga luis dan papa diki sering bolak balik ke kerajaan vampir untuk melihat perkembangan cucu mereka


" jack , apa kau mau ikut opa dar berburu?" ajak pada jack , daddy darren ingin mengajak jack berburu binatang buas , untuk meminum darah nya


" apa jack boleh ikut opa dar?" tanya balik jack


"boleh dong , kamu saat ini harus di latih untuk berburu , agar kamu tau bagai mana susah nya mencari makanan " ujat daddy daren


" joy mau ikut" ujar joy yang baru datang dari arah belakang


" joy , kau itu anka perempuan , jadi kamu tidak oleh ikut" jack yang tak mengizinkan sang andik ikut


" jack jahat, masa karena aku anak perempuan aku tidak boleh ikut berburu " ucap joy dengan kesal , tatapan nya kini beralih ke arah daddy darren


"opa... Joy boleh ikut ya , joy janji tidak akan menyusahkan opa dan yang lain nya"ujar joy lagi dengan wajah yang mengemaskan , memohon kepada daddy darren


" baik lah kamu boleh ikut , tapi kamu harus izin terlebih dahulu dengan mommy kalian " ujar daddy darren, yang tak tega menolak permintaan gadis kecil yang menggemaskan di hadapan nya


" terimakasih opa " ujar joy yang memeluk daddy darren


"sama sama princess opa dar" ujar daddy darren yang membalas pelukan joy , setelah itu joy melepaskan pelukan nya dan berlari mencari mommy nya di ikuti oleh jack

__ADS_1


" tak terasa , mereka sudah besar" gumam daddy darren yang melihat joy dan jack berlari mencari ibu nya


Joy dan jack mencari mommy nya ke setiap sudut ruangan , namun tak menemukan mommy nya


" kemana mommy ya? , kenapa tidak ada di mana mana?" ucap joy bertanya pada jack


" entah lah " jawab jack


" kalian mencari apa?" tanya mommy sinta yang melihat joy dan jack seperto kebingungan mencari sesuatu


" oh oma mengagetkan saja" ucap joy yang terkejut


" apa oma melihat mommy"tanya jack


" terimakasih oma , kami akan menemui mommy dulu" ujar jack yang langsung berlari Mamuju kamar daddy nya


" terimakasih oma , jack tunggu aku" ujar joy yang langsung mengejar jack


mom sinta hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya melihat tingkah dua bocah itu


saat sudah di depan pintu kamar albian , mereka ingin langsung membuka pintu kamar itu ,namun di urungkan nya saat mendengar mommy nya menangis di dalam sana


" al, kenapa kamu gak bangun bangun , sudah empat hatun lama nya kamu tidur seperti ini, apa kamu tidak ingin melihat anak anak kita , al anak kita sekarang sudah besar , jujur aku kadang menangis saat melihat mereka tumbuh tampa ada kasih sayang seorang ayah , ya meski pun mereka sudah mendapat kasih sayang dari orang di sekeliling mereka. Tapi tetep saja beda dengan kasih sayang mu " ucap amel sambil menangis di depan peti sang suami


joy dan jack perlahan memasuki kamar sang daddy , mereka sudah tau kalau daddy mereka saat ini tengah menjalani pengobatan , meskipun mereka belum pernah melihat wajah daddy nya secara langsung , tapi mereka sangat menyayangi sang daddy

__ADS_1


" mom" panggil jack yang membuat amel terkejut, ia langsung menghapus air matanya dan mencoba tersenyum kepada anak anak nya, ia tak mau menunjukan kesedihan di hadapan anak anak nya


" ya , ada apa nak , sini masuk" ujar amel dengan tersenyum sambil menyuruh anak nya mendekat, mereka berdua pun masuk dan langsung memeluk amel dan tak lama mereka langsung melepaskan nya


" mom, jangan menangis ya, joy gak suka liat mom menangis" ujar joy yang ikut menangis


" jack juga , jack gak suka liat mom menangis " ucap jack yang menghapus air mata yang tersisa di pipi amel


"maaf kan mommy ya sayang , mom tidak bermaksud membuat kalian sedih " ujar amel yang merasa bersalah , ia menghapus air mata anak anak nya


" ya mom , kita ngerti kok , mom biakan daddy menjalani pengobatan nya , aku yakin suatu saat daddy pasti bangun , dan bisa sama sama dengan kita , jadi mom jagan sedih ya , di sini kan sudah ada kami yang selalu menemani mom" ujar joy sambil tersenyum , menggemaskan ala joy


" ya mom , mom jangan sedih ya , kalau daddy tidak mau bangun , mom cari saja daddy baru untuk kita , kita gak papa kok mom kalau mo mau mencari daddy baru" ujar jack sambil tersenyum , jack sebenar nya ia ingin mengerjai daddy nya , ia sudah kesal setiap hari harus melihat mommy nya menangis di depan peti daddy nya , ia sengaja bicara seperti itu agar daddy nya segera bangun


" jack, apa maksud mu menyuruh mommy mencari daddy baru" ucap joy yang tak terima saat jack menyuruh mommy nya mencari daddy baru


" jack , tidak baik bicara seperti itu " tegur amel pada anak nya


" mom , ini sudah empat tahun lama nya daddy tertidur , dan tidak ada tanda tanda untuk dia bangun , mom hanya membuang buang waktu saja menangisi daddy yang enggan untuk bangun dari tidur nya , sebaik nya mom mencari Daddy baru saja , seperti nya paman bima cocok menjadi daddy kami" ujar jack yang terus memancing emosi albian agar albian bangus dari tidur nya


" tidak boleh , tidak boleh ada yang mengantikan daddy " tolak joy dengan tegas


" jack , tidak baik berbicara seperti itu , apa lagi di depan daddy mu sendiri , daddy pasti bangun nanti , dia hanya butuh waktu untuk pemilihan " ujar amel dengan lembut menasehati anak laki laki nya


" sampai kapan mom , sampai aku menikah ,punya anak dan cucu, baru daddy bangun , aku capek mom melihat mom selalu sedih , aku tidak tega melihat mom setiap hari menangis dan memohon agar daddy segera bangun , asal mom tau saat kami melihat mom menangis dan memohon di hadapan daddy , hati kami sangat sakit dan ikut sedih melihat mommy yang selalu seperti ini " jelas jack dengan emosi , amel terdiam , ia tak menyangka kalau selama ini anak nya selalu memperhatikan diri nya

__ADS_1


__ADS_2