
pegawai hotel itu melihat ke arah albian untuk meminta persetujuan albian untuk menjawab, albian hanya mengangguk kan kepalanya mengisyaratkan kalau ia memperbolehkan nya menjawab
" em begini nona , hotel ini adalah milik, tuan albian suami anda"jawab pegawai itu dengan sopan pada amel
mendengar jawaban pegawai itu mata amel langsung melotot dan ia melihat ke arah albian , seakan akan ia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan pegawai hotel itu
" beneran ay ?!!" tanya amel dengan penuh penasaran
" kamu kan tadi sudah mendapatkan jawaban nya sayang, jadi aku tidak perlu lagi untuk menjawab nya" jawab albian dengan santai
" ay aku serius bertanya pada mu?!!" amel yang mulai kesal lagi dengan sikap albian
" iya sayang, hotel ini milik ku, agar kamu tau di mana saja suami kamu bekerja " jawab albian sambil mencolek hidung amel, amel pun tersenyum malu melihat perlakuan albian padanya
" hem, maaf tuan apa masih ada yang ingin anda sampaikan lagi" tanya manager
" sudah tidak ada , kalian semua nya boleh bubar" ucap albian menyuruh pegawai nya membubarkan diri
mereka semua pun membubarkan diri dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka yang sempat tertunda tadi
" jadi kamu sering ke sini ay?" tanya amel
"aku ke sini kalau mau mengecek laporan dan terkadang ada hal yang harus aku yang turun tangan sendiri " jawab albian sambil merangkul pinggang amel
" apa selain di sini kamu punya tempat lain , maksud aku punya usaha lain " tanya amel lagi ,ia semakin penasaran dengan suami nya itu
"emm sebenernya aku punya tiga hotel dan dua restoran sayang , dan rencananya aku mau buat cafe juga tapi aku belum dapet tempat yang pas !!"ucap albian memberi tahu semua usahanya kepada amel
" tiga hotel dan dua restoran , selain di sini di mana lagi hotel kamu ay" tanya amel yang semakin penasaran
" satu ada di dekat pantai yang ada di ujung kota sebelah , dan yang satu nya ada di seberang mall yang terbesar di kota ini" jawab albian tentang usahanya
__ADS_1
" jadi hotel bintang lima yang ada di seberang mall itu punya kamu ay?!!" tanya amel memastikan
" ya sayang, nanti kapan kapan kita menginap di sana, yang kita juga akan menginap di hotel aku yang tak jauh dari pantai , sekalian kita liburan atau kita bulan madu ke sana" ucap albian menggoda amel
" iii kamu tu ya ,pikiran nya mesum terus ,oh ya kamu tadi bilang kalau kami punya restoran , di mana tempat restoran nya" tanya amel lagi ,ia ingin lebih tau tentang suaminya itu
" satu ada di seberang kantor papa, dan yang satu nya ada di sebelah mall terbesar di kota ini" jawab albian
" ya ampun ay, pantesan aja kamu bisa dengan mudah membeli apartemen dengan harga dua miliar, ternyata kamu punya usaha yang bukan kaleng kaleng" ucap amel yang mengagumi albian
kaleng kaleng bagai mana maksud nya sayang?!!" tanya albian yang gemes dengan amel
" ya usaha kamu itu termaksud usaha kelas papan atas ,dan usaha kamu tu berbintang lima semua dan terkenal semua pulak!!!" seru amel
" kamu bisa aja sayang, oh ya apartemen itu bukan milik aku sayang ,tapi milik kamu, karena aku sudah mengubah ke pemilikan nya menjadi milik kamu " ucap albian
" benarkah?!!!" tanya amel memastikan
" ya sayang , aku memberikan apartemen itu untuk kamu , sebagai hadiah pernikahan kita buat kamu"
" mereka gak ada hak buat ngatain kamu sayang ,itu aku beli dengan uang aku sendiri tanpa minta sama papa atau dady , kalau pun aku mau memberikan seluruh harta aku buat kamu , mereka gak akan bisa protes sayang " albian sambil mencolek hidung amel
" ya, tetep aja, aku merasa gak enak , masa kamu susah payah kerja dan ngumpulin uang nya buat beli apartemen dan yang lain nya , kamu langsung kasih gitu aja ke aku"
" udah lah ,gak usah di pikirin orang mau bilang apa , yang penting setiap apa pun yang aku berikan sama kamu jangan pernah kamu tolok , kalau gak kamu akan tau akibat nya" ancam albian sambil tersenyum
" iiihh kok gitu, emang nya apa akibat nya kalau aku menolak pemberian kamu?!!" tanya amel penasaran
" aku akan membuat kamu mendesah di bawah kungkungan ku , sampai kamu tak berdaya" bisik albian sambil tersenyum melihat ekspresi wajah amel yang terlihat kesal
" dasar mesum" cibir amel sambil mencubit pinggang albian
__ADS_1
" au sakit sayang" albian yang kesakitan sambil mengelus ngelus pinggang nya bekas cubitan amel
" rasain , emang enak" ucap amel yang langsung meninggalkan albian dengan kesakitan nya
" sayang ,kok aku di tinggal sih " teriak albian saat amel meninggalkan nya, ia segera mengejar amel
amel yang bingung mau ke mana pun menghentikan langkah nya , amel yang tiba tiba menghentikan langkah nya ,membuat albian tidak tau kalau amel mau berhenti
buk..
albian menabrak amel
" aduh.. ay sakit tau" amel sambil mengelus kepala belakang nya yang di tabrak oleh albian
" mana yang sakit sayang" tanya albian yang khawatir dan langsung mengecek kepala amel ,takut ada yang terluka
" aku gak papa kok" jawab amel
" gak papa gimana ,kamu tadi ke sakittan sayang" albian yang masih menghawatirkan amel
" udah ah ,gak usah lebay, kita mau kemana ini ,mau pulang ke apartemen atau menginap lagi di sini?!!" tanya amel yang bingung
" kami mau nya kemana ,kalau kamu masih mau di sini ya kita menginap saja di sini, kalau kamu mau pulang ke apartemen ya kita pulang" jawab albian yang menyerahkan amel untuk memilih
" em kita pulang aja yuk ,besok juga kita sekolah , kalau di sini kita gak ada seragam dan buku sekolah" ujar amel yang memilih untuk pulang saja ke apartemen
" kalau masalah seragam dan buku , aku bisa minta tolong dama anak buah aku sayang untuk mengambilkan nya"
" eee mulai sekarang kamar kita tidak boleh di masuki oleh orang lain , aku gak mau tempat privasi kita di masuki orang" amel menegaskan ,ia tidak mau tempat privasinya di masuk ki orang lain
" baik lah sayang , aku tidak akan lagi menyuruh anak buah ku memasuki kamar kita" albian merasa senang dengan keputusan amel
__ADS_1
" ya udah ayo kita pulang!!" ajak amel, albian pun hanya menuruti amel
tanpa mereka sadari sedari tadi dewa mengawasi mereka dari kejauhan ,ia merasa sangat marah saat melihat albian dan amel keluar dari hotel