Dijodohkan Dengan Vampir Tampan

Dijodohkan Dengan Vampir Tampan
47


__ADS_3

sesampainya di aprteman amel dan albian langsung memasuki kamar, sedari tadi amel terus cemberut , dan selalu marah marah kalau albian tanya dia kenapa


" sayang , kamu gak mandi dulu?" tanya albian dengan lembut , ia takut membuat amel marah lagi


" aku kan tadi sudah mandi , ngapain mandi lagi!"jawab amel dengan ketus , ia sedang berbaring di tempat tidur sambil memainkan henfon milik nya


" hufff , ya udah , kalau begitu aku mandi dulu ya sayang!" albian pun menuju ke kamar mandi


" ay , kalau mandi jangan pakek sabun ya, nanti sabun nya abis , dan lagian juga bau nya gak cocok buat badan kamu" ucap amel yang tanpa melihat ke arah albian


Albian pun di buat tercengang dengan ucapan amel ia semakin di buat tidak mengerti dengan sikap amel


" terus aku pakek apa dong sayang? Kalau aku gak di bolehin pakek sabun!" tanya albian


" ya terserah kamu lah , yang penting kamu jangan pakek sabun yang ada di kamar mandi!!"


" ya udah aku mandi di kamar bawah aja , dan pakek sabun di sana "


amel terdiam sejenak , kalau albian mandi di kamar bawah , berarti dia kan di tinggal sendirian di kamar ini , entah kenapa amel tidak mau jauh dari albian


" eh , em ya udah , kamu boleh mandi di sini , tapi pakek sabun nya dikit aja , jangan banyak banyak!" ucap amel dengan cuek


Albian tersenyum mendengar ucapan amel , ia langsung menghampiri amel dan mengecup kening amel , ia merasa gemas dengan tingkah amel.


" ii , katanya mu mandi , kenapa jadi nyium nyium aku sih" kesal amel padahal dalam hati nya sangat senang mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi entah mengapa setiap yang di lakukan albian membuat nya kesal


" gemes aku sama kamu , aku mau mandi dulu ya , kamu mau ikut gak?" tanya albian sambil menaik turunkan alis nya


" gak , sana buruan mandi , aku gak mau di tinggal terlalu lama" amel keceplosan kalau dirinya tidak ma di tinggal albian


" ah , jadi gak mau di tinggal aku terlalu lama ya , ya udah ayo ikut aku mandi sayang" ujar albian


" eh , gak maksud aku.. Ah udah lah sana buruan mandi , kamu tu bau !!" ucap amel sambil menutup hidung nya

__ADS_1


" beneran ni gak mau ikut?" tanya albian yang berniat menjahili amel


"gak, udah sana buruan mandi , ini udah malem" tolok amel dengan ketus


" ya udah deh, kalau gak mau ikut, padahal aku pengen banget mandi baren kamu sayang!!" ucap albian yang berjalan perlahan menuju ke kamar mandi


Amel pura pura tak mendengar ucapan albian , ia masih fokus melihat henfon nya , sesekali ia melirik ke arah albian yang berjalan menuju ke kamar mandi


Sampai akhirnya albian benar benar masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu nya , amel langsung melihat ke arah pintu kamar mandi sambil menunggu albian mandi


" kok lama banget sih mandi nya" kesal amel yang menunggu pintu kamar mandi tak kunjung di buka, padahal albian baru saja masuk ke dalam nya


di dalam kamar mandi albian tersenyum senyum sendiri melihat tingkah amel yang tiba tiba berubah


" daddy" samar samar albian mendengar sara anak kecil memanggil daddy


" siapa , siapa di sana?" tanya albian yang mencari keberadaan suara itu


" daddy" suara itu lagi , albian menyudahi mandi nya dan mencari sumber suara itu , namun nihil ia tidak menemukan apa apa


" daddy"


" tolong opa , oma dan aunt mona daddy" suara itu yang menyuruh albian


" papa, mama, mona , hay siapa kamu , kenapa dengan keluarga ku?" tanya albian yang semakin penasaran , ia masih mencari sumber suara itu , ia sengaja untuk menunggu lagi suara itu , namun tak kunjung terdengar lagi


" ada apa dengan mama, dan papa? " gumam albian yang penasaran , ia segera keluar dari kamar mandi sambil melilitkan handuk nya , ia masih terus memikirkan suara tadi


amel yang melihat albian hanya diam dan seperti orang sedang banyak pikiran pun heran , kenapa dengan dia , amel beratanya tanya dalam hatinya


" kamu kenapa ay?" tanya amel yang penasaran


" gak papa" jawab albian yang langsung berganti pakaian

__ADS_1


Amel semakin penasaran dibuat nya , ia ingin bertanya lagi nanti setelah albian selesai berganti pakaian


" ay" panggil amel saat melihat albian sudah duduk di tepi ranjang milik mereka


" hem" jawab albian singkat , ia masih terus penasaran dengan maksud suara tadi


" ay, kalau ada masalah , jangan di pendam sendiri , cerita lah pada ku, siapa tau aku bisa membantu mu?" tanya amel dengan lembut sambil menggenggam tangan albian


" tadi waktu aku mandi , aku mendengar sura anak kecil memanggil aku daddy , dan dia meminta aku , menolong opa , oma, dan aunt mona, aku langsung menyimpulkan kalau oma , opa, dan aunt mona , itu papa , mama dan mona , menurut kamu gimana sayang, apa yang di maksud suara itu adalah mereka?" tanya albian


" apa kamu sudah menghubungi meraka ay?" tanya amel


" belum , ya udah aku menghubungi mereka dulu ya" ucap albian yang langsung mengambil henfon nya dan mencoba menghubungi mama dan papa nya, namun tidak ada yang mengangkat telfon nya sama sekali , albian sudah mencoba beberapa kali namun hasil nya nihil


" gak di angkat sayang, kemana mereka? Tanya albian yang terus menghubungi mereka


" mona ay , coba kamu telfon dia , dia kan tidak pernah melepasknna henfon nya" usul amel


" kamu bener sayang" ucap albian yang langsung menghubungi no mona , namun hasil nya sama saja tidak di angkat


" sama aja sayang " ucap albian yang memperlihatkan henfon nya ke arah amel


" sebaik nya , kamu langsung aja ke rumah mama dan papa ay , aku jadi ikut khawatir kalau mereka kenapa napa" ucap amel


" baik lah , aku akan mengecek mereka dari kejauhan , apa kamu mau ikut sayang?" ajak albian


" gak ay , kamu aja , aku lagi males kemana mana" tolak amel yang malas untuk keluar kamar


" ya udah kamu , di ini aja ya , jangan keluar kamar, sampai aku pulang ya" ucap albian memperingati amel


" iya , sudah sana berangkat "


" aku berangkat ya sayang , doakan semoga mereka baik baik saja , dan kamu jangan keluar dari kamar ya" albian yang langsung mengecup kening amel dengan lembut

__ADS_1


" iya ay , kalau mereka baik baik saja , segera lah pulang" pinta amel


" pasti sayang," ucap albian yang langsung menuju ke balkon nya dan langsung merubah wujud nya menjadi kelelawar dan terbang meninggalkan amel yang berada di aprteman sendirian


__ADS_2