Dijodohkan Dengan Vampir Tampan

Dijodohkan Dengan Vampir Tampan
45


__ADS_3

kini albian dan amel telah sampai di halaman depan rumah papa diki


" ayo turun sayang" ajak albian yang baru saja melepaskan sabuk pengaman nya


" kayak nya kami semangat banget pengen ketemu bella!!" ujar amel sambil menyilang kan kedua tangan nya di dadanya


albian tersenyum mendengar ucapan amel , ia tau kalau saat ini amel sedang cemburu pada nya


" kok, ngomong nya gitu sih?" tanya albian sambil menahan senyum nya


" ya ,kan memang kenyataan kamu kayak nya semangat banget ketemu sama bella, apa jangan jangan kamu udah naksir sama bella juga" jawab amel ketus


albian merasa aneh dengan sikap amel yang sensitif sekali menurut nya


" gak lah sayang , aku cuma cinta dan sayang sama kamu , gak ada wanita lain yang aku cintai dan sayangi kecuali mama dan mommy" jelas albian menyakinkan amel


" udah gak usah bawa bawa mama dan mommy , itu cuma alasan kamu aja, cepetan keluar ,biar kamu bisa ketemu sama bella" ucap amel ketus dan langsung keluar dari dalam mobil ,meninggalkan albian sendirian di dalam mobil


" dia kenapa sih, tadi perasaan baik baik aja ,kenapa sekarang dia jadi sensi gini sih?" tanya albian pada dirinya sendiri, ia langsung keluar dari dalam mobil menyusul amel yang sudah ada di depan pintu rumah mertuanya.


amel langsung memencet bel rumah papanya


" sayang kok aku di tinggal sih?" tanya albian yang baru menghampiri amel


" salah sendiri lama banget" jawab ketus amel


' ini seperti bukan amel aja ,kenapa dia sangat berbeda ?' batin albian yang heran dengan perubahan amel yang tiba tiba


kkrreekk


pintu di buka oleh seorang pria paruh baya ,pria itu melihat ke arah amel dan albian


" papa" amel langsung memeluk papa nya saat pintu rumah nya di buka

__ADS_1


"hay anak ,papa sangat merindukan mu" papa diki yang membalas pelukan amel. sudah satu minggu lebih mereka tidak bertemu, pertemuan terakhir mereka adalah saat amel pamit untuk ikut suami nya


" amel juga sangat merindukan papa " ujar amel yang meneteskan air matanya di pelukan papa nya


" ayo kita masuk ,al ayo masuk nak, mama sama bella sudah menunggu kalian di meja makan" ajak papa diki yang langsung melepaskan pelukan nya dari amel


" iya pa" jawab albian sambil tersenyum , amel langsung menatap tajam ke arah albian


' kenapa amel tiba tiba berubah jadi mengerikan seperti ini' batin albian yang mendapat tatapan tajam dari amel


mereka pun masuk ke dalam rumah papa diki , mereka langsung menuju ke meja makan yang di di sana sudah ada mama ros dan bella


bella melihat mereka menuju ke arah meja makan ,pun terkejut saat melihat sosok laki laki idaman nya ada di sini ,ia langsung berdiri dari duduk nya


" al" panggil bella yang menatap albian , namun albian tak menghiraukan bella ,ia sibuk dengan memikirkan perubahan sikap amel pada nya.


" ayo silahkan duduk al , amel" ucap papa diki yang mempersilahkan amel dan albian untuk duduk


dengan sigap albian langsung menarik salah satu kursi untuk amel duduki


sedangkan bella di buat tercengang saat albian memanggil amel dengan kata sayang


" al , dia itu sudah menikah , ngapain kamu sampai segitunya sama amel, oh ya mel , di mana suami kamu yang sudah tua bangka itu ,,upps sorry keceplosan" ucap bella yang langsung menutup mulut nya, dan senyum mengejek amel ,ia sengaja mengatakan hal itu agar albian menjauh dari amel


" bella !!, apa maksud kamu? kenapa kamu berbicara seperti itu? " tanya papa diki pada bella


" ya memang kenyataan nya begitu kan pa , kalau amel itu sudah menikah sama pria yang tidak jauh berbeda umur nya sama papa kan?" tanya balik bella pada papa diki


" jaga bicara kamu bella, kalau kamu tidak tau apa apa ,jangan asal bicara!!" tegas papa diki yang tidak terima kalau amel di katakan menikah dengan pria tua


" pa , jangan bentak bella ,dia itu berkata bener apa ada nya " tegur mama ros yang tidak terima kalau papa diki menegur bella


amel dan albian hanya melihat perdebatan mereka , sesekali amel tersenyum sinis pada bella ,yang mengatakan kalau dirinya menikah dengan pria tua

__ADS_1


" maaf , kedatangan kami ke sini bukan untuk melihat kalian berdebat , kami datang ke sini hanya untuk memenuhi undangan makan malam dari papa diki" albian menghentikan perdebatan meraka


" bella , kamu dapat info dari mana kalau aku menikah dengan pria tua ?" tanya amel dengan senyum sinis pada bella


" ya aku tau lah , aku pernah di telfon sama suami kamu melalui VC , dan dia mengaku kalau dia adalah suami kamu" jelas bella


albian tersenyum mendengar jawaban bella, ia langsung mengeluarkan henfon nya dan mencari foto papa nya


" apa pria ini yang kamu telfon " albian menunjukkan foto papa nya


" ya ,kamu bener al , dia lah suami amel ,eh kok kamu bisa tai kalau dia suami amel?" tanya bella bingung


"luis, papa " ucap papa diki dan amel bersamaan , bella semakin bingung, kenapa amel memanggil nya papa ,pikir bella dan mama


" ya , papa lah yang menelfon ke bella dan mengaku sebagai calon suami amel " jelas albian


" kenapa luis mengatakan seperti itu" tanya papa diki


" sebenar nya aku lah yang meminta pada papa ,agar bella dan mama ros tidak hadir ke acar pernikahan ku sama amel, aku tidak mau kalau bella akan mencelakai amel ,sebab bella telah mengejar ngejar aku dari pertama aku masuk sekolah" jelas albian


"apa! maksud kamu ,kalau bella akan mencelakai amel " tanya papa fiki yang penasaran


bella dan mama ros terlihat panik , mereka takut kalau meraka selama ini sering sekali mencari gara gara pada amel


"papa bisa tanya kan sendiri pada bella nya langsung" jawab albian sambil menggenggam tangan amel


" bella , apa maksud ucapan albian tadi" tanya papa diki pada bella


" a-aku gak tau papa, aku gak ngeri maksud dari albian " jawab bella dengan gugup


" sudah lah , nanti saja bahas masalah itu ,ku sudah lapar ,aku ingin makan sekarang" ucap amel yang menghentikan perdebatan mereka


" kamu mau makan apa sayang ,biar aku ambil" tawar albian pada amel

__ADS_1


' jadi yang kadi suami amel adalah albian , aku gak terima di perlakukan seperti ini , awas aja kamu mel , kamu akan merasakan pembalasan ku' batin bella yang menatap amel dengan kebencian


' aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh istri mu , walau sehelai rambut pun' batin albian yang mendengar ucapan batin bella


__ADS_2