
Setelah albian pergi , amel terus menunggu kepulangan albian sambil memainkan henfon nya , tiba tiba ada satu pesan masuk ke henfon nya , dan ternyata pesan itu aalah foto ayah nya yang sedang di ikut di sebuah kursi, amel langsung terkejut melihat foto itu
" papa, kenapa papa di ikat seperti itu!!, siapa yang melakukan nya?" tanya amel yang terus melihat foto papa nya, tak lama ada satu pesanan lagi masuk ke dalam henfon amel
" kalau kamu mau , papa kamu selamat datang lah seorang diri ke alamat xxx, sekarang , kalau tidak papa kesayangan mu ini kaman aku bunuh" amel membaca pesan itu , ia langsung panik saat tau papa nya akan di bunuh
" aduh , aku harus bagai mana ini , apa aku telfon al aja ya , aku takut kalau harus datang sendirian " ucap amel yang langsung menghubungi no albian , namun ternyata albian tidak membawa henfon nya
"dia gak bawa henfon lagi , terus aku harus bagai mana ?" tanya amel sendiri yang kebingungan
" aku harus datang sendiri , aku gak mau papa sampai kenapa napa" ucap amel yang langsung menganti pakaian nya dengan pakaian nya
"sebaik nya aku buat surat , agar nanti kalau al pulang di tau keberadaan ku" gumam amel yang langsung mencari kertas dan buku , setelah ia meninggalkan surat itu di atas meja rias, ia langsung mengambil kunci mobil milik albian dan segera keluar dari aparteman
***
Di tempat lain albian baru sampai di kediaman orang tuanya , ia masih memantau ke adaan rumah orang tuanya , ia melihat rumah itu sangat lah sepi , sampai para penjaga pun tidak ada , biasanya para penjaga sering berlalu lalang di rumah papa nya
Albian memutus kan untuk masuk kedalam rumah orang tuanya
" ma, pa" teriak albian saat sudah masuk ke dalam rumah orang tuanya yang terlihat sepi , seperti tidak ada tanda tanda ada orang di rumah orang tuanya
" ini pada kemana sih" ucap albina yang kesal ,ia terus mencari ke setiap sudut ruangan , namun nihil , ia mencari lagi ke taman belakang dan dapur yang ada di belakang
" ma, pa, bibi, mona " tarik albian memanggil orang yang biasanya ada di rumah itu
" aden " panggil seseorang yang sedang bersembunyi di bawah meja
" bibi" ucap albian yang langsung melihat ke arah bawah meja
terlihat bibi sum sangat ketakutan di bawah meja
" bibi kenapa , mana mama dan papa , mona juga kemana?" tanya albian pada bibi sum yang tengah menangis dan badan nya gemetaran
" anu den , tadi ada manusia yang bisa berubah jadi serigala , ke sini , mereka menangkap bapak, ibu, dan non mona" ucap bibi sum sambil menangis
__ADS_1
" apa , manusia serigala?" tanya albian yang terkejut
" iya den , bibi sangat takut , mangkanya bibi sembunyi di sini " ucap bibi sum
' dewa , kurang ajar kau , berani kau mengganggu keluarga ku , awas kau dewa' batin albian yang marah saat tau dewa di balik semuanya
" bik lah , bibi di sini saja, kunci semua pintu , aku akan keluar mencari mama, papa dan mona" ucap albian pada bik sum
" baik den , tapi aden harus hati hati ya , mereka sangat berbahaya" ucap bi sum memperingatkan albian
" iya bi, bibi juga hati hati di rumah , kalau ada yang mengetuk pintu rumah , bibi intip dulu, kalau bukan aku , jangan bibi buka akan pintu rumah nya " ucap albian pad bik sum
" baik den" ucap bik sum
" kunci lah bi pintu nya, aku pergi dulu ya bik" pamit albian pada bik sum
" baik den, hati hati den" ucap bik sum , albian hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya
Albina langsung pergi meninggalkan kediaman orang tuanya , ia langsung menuju ke kerajaan vampir , untuk meminta bantuan kepada daddy nya
" daddy" teriak albian saat memasuki kerajaan vampir
" mom, daddy mana?" tanya balik albian
" ada apa mencari daddy al" tanya daddy derren yang baru datang
" dad , tolong bantu aku"pinta albian pada daddy derren
" tolong apa , apa yang bisa daddy bantu untuk mu al?"tanya daddy darren
" mama , papa dan mona , saat ini mereka di culik oleh manusia serigala" jawab albian
" apa, buat apa mereka menculik luis , risa dan mona" tanya mommy sinta yang terkejut
" dari mana kamu tau kalau manusia serigala yang menculik nya al" tanya daddy derren
__ADS_1
" aku tidak tau mom, bik sum yang menceritakan nya pada ku dad" jawab albian
" baik lah kita kan menuju ke tempat manusia serigala " ujar daddy derren
" baik dad " ucap albian
Tak lama ada sala satu penjaga yang tengah berlari tergesa gesa menuju ke arah albian dan daddy derren
" maaf baginda raja , saya ingin melaporkan kalau nona amel saat ini pergi ke hutan sendirian " lapor salah satu penjaga
" apa , amel ke hutan sendirian " tanya albian memastikan
" bener pangeran , saya mendapat berita ini dari pengawal nona amel " jawab penjaga itu
" ayo al kita segera pergi ke sana , daddy yakin kalau ini hanya lah jebakan " ucap daddy derren
" ya dad , kita kita harus menemukan amel dan yang lain nya" ucap albian
" baik lah , daddy akan mempersiapkan para pengawal untuk ikut bersama kita ke sana" ucap daddy derren
" aku ikut dad" ujar mom sinta
" tidak sayang , kamu tunggu saja di sini, biarlah kamu yang akan menyelamatkan mereka " tolak daddy derren yang tidak mengizinkan istrinya ikut
" bener mom apa yang di katakan daddy , di sana sangat berbahaya , mom cukup menjaga kerajaan ini dan doakan kami , agar kamu bisa menyelamat amel dan yang lain nya , dan kami bisa kembali dalam ke adaan baik baia saja " jelas albian pada mom sinta
" benar apa yang si katakan al sayang , sebaik nya kamu di sini saja , menjaga kerajaan kita , aku yakin kami akan bisa menyelamatkan mereka, dan kami akan pulang dengan baik baik saja" ucap daddy derren pada istri nya
" baik lah , aku akan tinggal di sini , tapi berjanji lah kalau kalian akan baik baik saja " ucap mom sinta yang terlihat jelas kalau ia sangat mencemaskan al dan suaminya
" ya kami berjanji akan baik baik saja " ucap daddy derren yang memeluk istri nya dan mengecup kening nya
" al , kamu juga harus berjanji kalau kamu akan baik baik saja" ucap mom sinta pada albian , saat pelukan suaminya sudah terlepas
" iya mom, aku berjanji akan baik baik saja " ucap albian yang memeluk mom sinta
__ADS_1
" al apa bima dan aska sudah tau tentang berita ini?" tanya daddy derren
" belum dad, kita sekalian berangkat dan langsung memberi tahu mereka" jawab albian