DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 10


__ADS_3

"minggir kalau tidak aku akan menabrak mu dan 2 bodyguard mu itu" ucap Feli mengancam Sarah dan 2 bodyguardnya.


"tangkap dia. berani-beraninya dia bersama Hendri. kalau dia melawan patahkan saja kakinya" ucap Sarah pada bodyguardnya untuk menyerang feli.


"baik nona" ucap 2 bodyguardnya bersamaan.


tapi saat bodyguardnya Sarah mau menyerang feli, Feli langsung membela diri. awalnya Feli hanya menghindar dan tidak membalas serangan dari bodyguardnya Sarah. tapi kesabarannya Feli sudah habis dan akhirnya Feli mengeluarkan jurus andalan nya dan membuat bodyguardnya Sarah babak belur.


"minggir atau kamu mau juga di patahkan kakimu seperti para bodyguard mu itu" ucap Feli pada Sarah. dan akhirnya Sarah pun meninggalkan Feli setelah itu feli langsung melajukan mobilnya untuk menuju apartemen nya Hendri.


sesampainya di apartemen, Feli langsung membantu Hendri untuk jalan ke kamarnya dan setelah itu feli keluar dari kamarnya Hendri dan masuk ke dalam kamarnya untuk tidak. dan tidak lupa Feli memasang alarm di jam 05.00 sebelum tidur. karna tiba-tiba dia teringat oleh ucapannya Hendri untuk membersihkan apartemennya.


***


pagi hari yang cerah, Feli terbangun oleh alarm yang di pasangnya semalam. dan dia kembali mengingat apa yang Hendri katakan pada temannya bram tentangnya saat mereka menghadiri acara pesta.


"aku akan mengubah rasa bencinya padaku menjadi rasa suka. karna kalau begini-begini saja dan tidak ada kemajuan pasti rencana ku tidak akan berjalan lancar" ucap Feli pada dirinya sendiri.


Dan setelah dia bangun, dia langsung menyapu, mengepel, intinya membersihkan apartemennya Hendri. setelah itu dia langsung mandi dan selesai mandi dia melihat ada sebuah pesan masuk dari Surya Sanjaya.


💬Surya : Tugasmu adalah membangunkan Hendri agar dia datang di kantor jam 8 tepat waktu.


"Bagus berarti aku bisa ikut Hendri di kantor" ucap Feli di dalam hatinya.


Setelah baca pesan dari Surya, Feli langsung bergegas untuk mandi dan berpakaian seperti biasanya memakai kaos oblong, celana jeans dan mengikat rambutnya ala kadarnya. setelah itu dia segera keluar dan menuju kamarnya Hendri.


Tok... tok... tok... (suara saat Feli mengetuk pintu kamarnya hendri).


dan sudah berkali-kali Feli mengetuk pintu kamarnya Hendri. tapi tidak ada jawaban dari Hendri. dan akhirnya Feli mencoba membuka pintu kamarnya Hendri, dan ternyata pintunya tidak di kunci akhirnya Feli masuk dan dia melihat Hendri masih tidur. karna pengaruh terlalu banyak meminum alkohol semalam.


"tuan Hendri bangun, sudah jam setengah tujuh" ucap Feli sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya hendri untuk membangunkannya. setelah melewati proses yang cukup melelahkan saat membangunkan Hendri akhirnya dia bangun juga.


"kenapa kamu membangunkan ku masih sepagi ini" ucap Hendri kesal pada Feli.

__ADS_1


"tuan Hendri, harus masuk kantor jam 8. jadi saya membangunkan tuan" ucap Feli pada Hendri.


"his, kamu ini mengganggu tidurku saja" ucap Hendri kesal pada Feli.


"saya membangunkan tuan, nanti papanya tuan marah" ucap Feli pada Hendri.


dan saat Hendri bangun dia langsung mengambil hpnya dan mengirim pesan pada Rangga agar bersiap-siap ke perusahaan. dan setelah itu Hendri langsung masuk ke dalam kamar mandi dan Feli juga langsung keluar dari kamarnya.


di ruang makan, terlihat Feli sudah menyiapkan makanan dan terlihat 2 porsi makanan untuk sarapannya dengan Hendri.


kurang lebih 30 menit Feli menunggu di ruang makan akhirnya Hendri keluar juga dari kamarnya dan menuju ruang makan. dan saat dia keluar kamar, dia melihat seisi apartemennya sudah bersih.


"ternyata dia melakukan apa yang aku perintahkan" ucap Hendri di dalam hatinya.


''mari sarapan dulu tuan" ucap Feli pada Hendri.


"kamu tidak memberiku racun kan?" ucap Hendri pada Feli.


dan setelah mendengar perkataannya Feli, Hendri langsung memakan makanan bagiannya.


kurang lebih 15 menit waktu yang mereka habiskan untuk makan.


"yang kita makan tadi itu masakan kamu? ternyata kamu bisa masak" ucap Hendri pada feli.


"tidak tuan, makanan tadi itu aku delivery dan kurirnya ada di depan belum pulang masih nungguin tuan untuk bayar soalnya aku nggak punya uang" ucap Feli pada Hendri sambil menampilkan senyum yang di paksakan.


"untuk apa juga aku masak untuk dia" ucap Feli di dalam hatinya.


sebenarnya Feli pintar dalam memasak karna selama dia tinggal di Amerika, Feli pernah masuk sekolah masak.


"pantas saja enak, ternyata bukan kamu yang masak. karna sudah ku duga kalau kamu pasti tidak bisa masak" ucap Hendri pada feli. dan Feli hanya menanggapi ucapan Hendri dengan senyuman.


''Berapa harga nya?" tanya Hendri pada feli.

__ADS_1


"50 ribu tuan" ucap Feli.


"ini uangnya, pergi bayar. kasian kurir nya sudah menunggu dari tadi" ucap Hendri sambil memberi Feli uang. dan Feli langsung pergi membayar harga makanan yang ia pesan pada kurir.


"tuan sudah mau ke kantor?" tanya Feli pada Hendri.


''iya'' jawab Hendri.


"tuan, aku mau ikut. soalnya aku takut sendiri di rumah" ucap Feli bohong pada Hendri.


"aku ajak aja dengan Feli di kantor. biar papa percaya kalau aku tidak membantah lagi" ucap Hendri di dalam hati nya.


"kamu boleh ikut ke kantor. tapi jangan buat ulah dan saat orang kantor tanya apa hubunganmu dengan saya, jawab saja kamu adalah asisten saya yang baru" ucap Hendri pada feli.


''iya tuan'' ucap Feli.


setelah itu mereka langsung keluar menuju mobilnya Hendri karna Rangga sudah menunggu mereka dari tadi. setelah mereka masuk Rangga langsung melajukan mobilnya menuju kantor. tapi saat di jalan tiba-tiba Hendri bertanya pada Feli.


"semalam siapa yang mengantar kita pulang. apakah kamu yang menyetir" tanya Hendri pada feli yang di sampingnya. karna Feli dan Hendri duduk di belakang bersebelahan sedangkan didepan hanya Rangga seorang yang menyetir.


"iya tuan aku yang menyetir" ucap Feli jujur.


"kamu belajar dari mana menyetir mobil?" tanya Hendri pada feli.


"aku pernah membawa Angkot saat mencari uang dan aku belajar dari situ" ucap Feli bohong.


"oh. Btw untuk kamu Rangga, sementara waktu kamu kerja dulu dari rumah jangan dulu masuk kantor. karna saat tiba di kantor saya akan memperkenalkan Feli pada karyawan sebagai asisten baruku, nanti aku jelaskan bahwa kamu sedang aku suruh pergi di luar kota.


"ok bos" ucap Rangga


***


saat tiba di perusahaan, semua karyawan kantor sedikit kaget, karna tidak biasanya Hendri masuk ke kantor sepagi itu. dan tidak lupa saat Hendri tiba di kantor semua karyawan kantor menyapanya. tapi seperti biasa selalu tidak di hiraukan oleh Hendri. dan tidak lupa semua mata tertuju pada Feli yang mengekor dibelakang Hendri.

__ADS_1


__ADS_2