
"aku mau ikut aku takut sendirian di sini. kalau tuan Hendri tidak ajak saya. saya telpon papanya tuan saja biar suruh anak buahnya datang temani saya di rumah sendirian" ucap Feli pada Hendri. ia sengaja mengeluarkan kata-kata seperti itu karna Feli tau kalau dia mengeluarkan kata-kata seperti itu pasti Hendri akan takut karna takut dia di tau oleh Surya bahwa dia akan bertemu teman-teman nya dan di sana pasti ada Sarah.
"ok kamu boleh ikut. tapi kamu jangan bilang sama papaku kalau aku pergi ketemu teman-temanku. dan satu lagi kamu boleh ikut asalkan kamu mau tinggal di mobil saja dan jangan keluar. karna aku tidak mau teman-teman ku tau kalau aku sudah menikah apalagi dengan perempuan kampungan seperti kamu" ucap Hendri pada feli.
"iya saya tidak akan turun dan saya akan tetap di mobil" ucap Feli meyakinkan Hendri.
"kalau begitu kita pergi sekarang" ucap Hendri pada feli.
"tapi aku belum ganti baju, aku tidak punya baju, masa aku harus keluar pake baju kebaya" ucap Feli pada Hendri. karna sejak pulang dari acara akadnya mereka, Feli belum mengganti baju kebayanya, memang dia sudah mandi tapi dia masih terpaksa pake baju kebaya, karna dia tidak membawa baju ganti.
"lagian kamu tidak turun dari mobil kan. jadi tidak masalah karna orang tidak akan melihatmu. dan sekalipun kamu ganti pake baju sebagus apa pun. menurutku kamu akan tetap terlihat jelek dan kampungan" ucap Hendri menghina Feli.
"baiklah aku tidak akan ganti tapi awas aja aku akan balas kamu atas penghinaan mu itu" ucap feli di dalam hatinya.
dan mereka berdua langsung ke garasi untuk mengambil mobil. setelah itu Hendri langsung melajukan mobilnya menuju bar tempat teman-teman nya party.
"Pak Surya, sekarang aku dan Hendri lagi OTW ke Bar karna hendri ingin menemui teman-teman nya untuk party. kalau bisa pak Surya suruh anak buahnya pak Surya saja untuk mencegat kami di jalan" tulis Feli dalam sebuah chat di hpnya dan mengirimnya pada Surya.
"tapi kalau anak buahku yang mencegat kalian pasti hendri akan mengalahkannya karena hendri juga jago dalam olahraga bela diri" ucap Surya dalam membalas chat dari Feli.
"kalau cuma 10 orang mungkin bisa di lawan oleh Hendri. tapi kalau pak Surya mengirim 30 orang anak buahnya pak Surya, pasti Hendri tidak akan bisa lolos" ucap Feli pada Surya masih dalam sebuah chat.
"baiklah aku akan segera mengirim anak buahku" ucap Surya membalas chat Feli.
setelah itu, Surya langsung menelpon anak buahnya.
"siapkan 30 orang anak buahnya kita untuk mencegat mobilnya Hendri di jalan A. kalau dia melawan pukuli saja dia. asalkan jangan sampai menghilangkan nyawanya" ucap Surya di balik telpon.
"baik pak" ucap anak buahnya.
__ADS_1
sedangkan di mobil, Feli terlihat sangat bahagia sekali karna bisa mempengaruhi Surya.
"Aku akan balas kamu atas penghinaan mu tadi padaku" ucap Feli di dalam hatinya.
tidak lama setelah selesai berbalas chat dengan Surya, tiba-tiba Hendri menghentikan mobil yang ia kendarai dengan tiba-tiba. karna terlihat ada lima mobil yang tiba-tiba berhenti di depan mobilnya Hendri sedang menghalangi mobilnya Hendri untuk melaju.
"siapa mereka, berani sekali menghalangi jalan mobilnya kita?" ucap Hendri.
"aku tidak tau tuan Hendri" ucap Feli pura-pura tidak tau apa-apa.
"kamu tunggu di dalam mobil nanti saya saja yang keluar'' ucap Hendri pada feli.
''biar kamu menyuruhku keluar, aku juga tidak mau" ucap Feli di dalam hatinya.
dan akhirnya Hendri keluar dari dalam mobilnya sendiri.
"minggir kalian, saya mau lewat , saya lagi buru-buru" ucap Hendri
tapi Hendri tetap bersikeras agar mereka mau membuka jalan untuk mereka dan akhirnya terjadi perkelahian, saat 10 orang yang Hendri hadapi dia masih mampu. tapi saat 30 orang itu maju akhirnya Hendri kalah dan terjatuh.
"kan kami sudah bilang kalau kamu mau pergi sebelum perkelahian ini, mungkin kamu tidak akan babak belur seperti ini" ucap salah seorang anak buah Surya.
kejadian saat Hendri di pukuli oleh anak buah Surya itu di saksikan oleh Feli secara langsung dari dalam mobil hendri.
"rasakan sendiri itu akibat dari menghinaku" ucap Feli didalam hatinya.
dan saat Feli melihat Hendri sudah babak belur akhirnya Feli turun dari mobil dan menghampiri Hendri.
"sudah cukup. kami akan putar balik" ucap Feli pada anak buah Surya. dan akhirnya Feli membantu Hendri jalan dan membawanya ke mobil dan Feli yang menyetir mobil.
__ADS_1
"kamu tau menyetir" ucap Hendri bertanya pada Feli.
"Iya aku tau. apa kita langsung pulang aja" ucap Feli bertanya pada Hendri.
"iya kita pulang saja. aku heran siapa mereka tiba-tiba menyerang kita seperti itu" ucap Hendri.
"Bukan kita yang di serang tapi kamu saja yang di serang" ucap Feli di dalam hatinya.
"mungkin itu anak buahnya papanya tuan hendri" ucap Feli pada Hendri.
"kok bisa anak buah papaku menyerang kita?" tanya Hendri
"Siapa tau papanya tuan mungkin tau kalau kamu akan menemui teman-teman mu. papanya tuan kan punya seribu mata-mata. ucap Feli.
"apa papaku sudah gila. apa dia mau membunuhku" ucap Hendri kesal pada Surya.
sesampainya di apartemennya Hendri, Feli langsung mengambil es batu di dalam mangkok dan langsung mengompres lukanya Hendri di ruang tamu.
"aww. pelan-pelan dong" ucap Hendri teriak karna sakit saat lukanya di kompres.
"ini itu sudah pelan tuan Hendri. di kompres es batu supaya tidak infeksi lukanya" ucap Feli.
setelah Feli selesai mengompres lukanya Hendri, mereka langsung masuk ke kamarnya masing-masing untuk tidur. tapi saat Hendri tiba di kamarnya tiba-tiba ada bunyi orang telpon di hpnya Hendri.
"halo" ucap Hendri saat menjawab telpon.
"kenapa kamu belum muncul juga sih" ucap Sarah kesal pada Hendri karna sudah lama menunggu Hendri dan tak kunjung datang.
"Sorry Sarah. malam ini aku nggak bisa ikut kalian party karna tiba-tiba aku lagi ada urusan mendadak" ucap Hendri bohong pada Sarah. karna dia tidak mau teman-teman nya tau kalau dia habis di pukuli oleh orang yang Hendri tidak kenal. setelah itu Hendri langsung memutus sambungan telpon dari Sarah.
__ADS_1
setelah sambungan telpon putus, Hendri langsung istirahat dan tertidur.