DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 13


__ADS_3

"dia juga tidak mempermasalahkan pakaian ku lagi. apa dia juga sudah mulai menerima aku di dalam hidup nya" ucap Feli di dalam hatinya.


dan mereka langsung pergi ke restaurant tempat biasa mereka datangi. sesampainya di restaurant mereka langsung memesan makanan yang seperti biasa mereka sering pesan.


"Feli aku mau tanya?" ucap Hendri pada feli. di Sela-sela mereka makan.


"tanya apa tuan?" tanya Feli.


"kamu belajar olahraga bela diri dimana dan siapa yang mengajarkan nya. aku lihat video kamu yang dari Sarah sepertinya kamu jago?" tanya Hendri pada Feli karna penasaran.


"oh aku belajar waktu di kampung. lagian aku tidak terlalu jago juga. aku ikut latihan olahraga bela diri waktu di kampung karna untuk jaga-jaga saja biar tidak ada yang menggangguku" ucap Feli bohong pada Hendri.


setelah selesai makan, mereka langsung pulang. dan setelah sampai mereka langsung menuju kamarnya masing-masing untuk tidur.


***


pagi hari yang cerah, tidak terasa pernikahan Feli dan Hendri sudah 3 bulan. seperti biasa Feli bangun dari jam 5 pagi untuk membersihkan apartemennya Hendri. dan menyiapkan mereka sarapan walaupun dia harus delivery.


setelah semua nya selesai Feli langsung membangunkan Hendri untuk bersiap-siap. dan Hendri pun sudah tidak marah lagi saat di bangunkan oleh Feli di pagi hari. karena semenjak Feli tinggal bersamanya dia sudah terbiasa bangun pagi dan terbiasa masuk pagi di kantor.


selama 3 bulan pernikahannya, hubungannya dengan Feli sudah mulai membaik. dia tidak lagi membenci keberadaan nya Feli di sampingnya. karena dia sudah mulai menerima Feli dan 1 lagi selama 3 bulan pernikahannya dia tidak lagi mengkonsumsi minuman beralkohol.


setelah mereka selesai bersiap-siap, mereka langsung menuju meja makan untuk sarapan.


"hari ini kita akan menerima hasil dari tender yang kita kerjakan selama 3 bulan belakangan ini. semoga saja kita bisa menang" ucap Hendri pada feli di sela-sela mereka makan.


"amin. semoga saja kita menang" ucap Feli.


setelah mereka selesai makan, mereka langsung menuju perusahaan. sesampainya mereka di perusahaan, seperti biasa semua karyawan langsung menyapa hendri tapi seperti biasa tetap saja tidak di respon oleh nya.


setelah beberapa jam Hendri tiba di perusahaan. tiba-tiba ada yang menelponnya.


''halo'' ucap Hendri saat mengangkat telpon.


"pak bos kita kalah tender sama perusahaan lain" ucap Rangga pada Hendri.

__ADS_1


''apa, tapi itu tidak mungkin" ucap Hendri dengan ekspresi emosi.


"ada pak. karena ide yang kita kumpul kan hampir sama dengan mereka perusahaan yang memenangkan tender tersebut dan bedanya ada poin-poin nya mereka yang jauh lebih unggul dari kita sedikit" ucap Rangga pada Hendri.


''tapi itu tidak mungkin. semua ide yang saya pakai untuk tender tersebut mutlak dari pemikiran ku sendiri. jadi itu mustahil kalau idenya sama dengan kita. terkecuali ada yang membocorkan nya pada mereka" ucap Hendri pada rangga.


"kemungkinan ada yang mencuri atau membocorkan ide-ide pak bos pada perusahaan yang menang tender tersebut" ucap Rangga pada Hendri.


"tolong cari tau siapa yang membocorkan semua itu. dan tolong cari tau juga siapa bos dari perusahaan yang menang tender tersebut" ucap Hendri pada rangga.


''baik pak" ucap Rangga pada hendri dan Hendri langsung memutus sambungan telponnya.


''sial'' teriak Hendri setelah sambungan telponnya terputus.


''kenapa tuan?'' ucap Feli bertanya pada Hendri.


"kita kalah tender dan kemungkinan ada yang membocorkan atau mencuri ide-idenya kita" ucap Hendri pada feli.


"yang sabar tuan" ucap Feli pada Hendri.


"kalau kamu membaca pesan Daddy. tolong telpon Daddy" ucap Marcel pada feli dalam sebuah pesan.


setelah dia membaca pesan dari Marcel, dia langsung ke toilet tanpa sepengetahuan dari Hendri dan langsung menelpon Marcel.


''halo'' ucap Marcel saat mengangkat telpon dari Feli.


"halo dad, apa kabar?" ucap Feli pada Marcel di balik telpon.


"Alhamdulillah baik sayang. btw Daddy punya kabar yang sangat baik untuk kamu" ucap Marcel pada Feli.


"kabar apa itu dad?" tanya Feli penasaran.


"perusahaan kita menang tender" ucap Marcel pada Feli.


"aku sangat bahagia dad. perjuangannya kita tidak sia-sia. dan aku sangat senang sekali. kita bisa memulai rencana kita dari hal-hal kecil seperti ini. aku jadi penasaran kira-kira bagaimana yah wajah kesal dari Surya Sanjaya kalau dia tau dia kalah tender" ucap Feli pada Marcel.

__ADS_1


''pasti dia akan kebakaran jenggot karna saking panasnya. BTW bagaimana kabar kamu di keluarga sanjaya" ucap Marcel bertanya tentang keadaan Feli.


''Alhamdulillah baik dad'' ucap Feli.


''jaga diri baik-baik yah sayang selama ada di situ'' ucap marcel menasehati feli.


''iya dad" ucap Feli.


"BTW sekarang kakak kamu sedang ada di Indonesia. ada suatu hal yang harus dia urus mengenai perusahaannya kita yang memenangkan tender itu" ucap Marcel pada Feli.


"sejak kapan kakakku tiba di Indonesia, kok dia tidak memberiku kabar sih" ucap Feli pada Marcel.


"dia tiba sejak kemarin. tapi Daddy yang bilang pada kakakmu untuk tidak memberitahumu kalau dia ke situ. karna Daddy tidak mau kalau kalian bertemu. karna nanti Hendri curiga" ucap Marcel menjelaskan pada feli.


"tapi kan dad aku juga kangen sama kak Aaron. jadi kak Aaron sekarang tinggal di mana?" tanya Feli.


"sekarang dia tinggal di hotel milik kita. kalau ada apa-apa kamu bisa minta bantu sama kakak mu" ucap Marcel pada Feli.


"BTW, sudah dulu yah dad. nanti aku hubungi lagi. i love u dad" ucap Feli pada Marcel.


"iya sayang i love u too, jaga kesehatan baik-baik" ucap Marcel pada Feli. setelah itu sambungan telponnya terputus.


setelah sambungan telponnya terputus, feli kembali ke ruangannya Hendri.


''dari mana saja kamu?" tanya Hendri pada feli saat Feli masuk.


"dari toilet tuan" ucap Feli.


''kenapa harus keluar cari toilet. bukankah di ruangan ini juga ada toilet nya" ucap Hendri pada feli.


"tapi toilet di ruangan ini keran nya lagi rusak jadi aku ke toilet luar saja" ucap Feli pada hendri dengan mencari berbagai alasan kebetulan keran air di toilet itu sedang rusak.


"itu kemarin-kemarin. tapi sekarang kerannya sudah bagus karna sudah di perbaiki oleh tukang servis pipa mampet'' ucap Hendri pada feli.


"oh nanti lain kali saja. soalnya aku belum tau kalau kerannya sudah selesai di perbaiki" ucap Feli bohong pada Hendri. sebenarnya dia sudah tau kalau kerannya sudah bagus tapi ia hanya pura-pura tidak tau sebagai alasan.

__ADS_1


__ADS_2