DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 19


__ADS_3

Walaupun mang Ujang bekerja sebagai supir atau sebagai orang yang selalu ada saat Feli butuhkan, tapi mang Ujang tidak tinggal di apartemennya Feli.


setelah mang Ujang pergi, Feli langsung makan dan kembali meneteskan air mata saat mengingat kejadian semalam yang terjadi padanya dan Hendri.


pas selesai makan, Feli kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan dia masih dalam keadaan menangis dan tanpa dia sadari diapun ulang tertidur.


***


sedangkan di apartemennya Hendri, dia terlihat belum tenang karna belum menemukan Feli. dia sudah berkeliling mencari Feli tapi dia tidak menemukan keberadaannya Feli. dan dia menghubungi Rangga untuk meminta bantuannya.


"Rangga, tolong bantu aku cari Feli dulu aku sudah mencarinya dari tadi pagi dia belum juga ketemu'' ucap Hendri cemas pada Feli.


"apa pak bos bertengkar dengan feli?" tanya Rangga pada Hendri.


"kami tidak bertengkar, tapi dia pergi dari sebelum saya bangun. dan itu tidak biasanya dia seperti itu'' ucap Hendri pada Rangga.


"tapi tidak mungkin istrinya pak bos pergi tanpa pamit kalau tidak ada masalah" ucap Rangga pada Hendri.


"apa aku cerita saja pada Rangga tentang kejadian sebenarnya. tapi itukan masalah pribadiku sama feli" ucap Hendri di dalam hatinya.


"sebenarnya ada masalah sedikit, aku tidak perlu ceritakan. tapi aku minta tolong sama kamu coba bantu aku cari Feli" ucap Hendri pada Rangga.


''ok aku akan coba bantu cari dia" ucap Rangga pada Hendri.


***

__ADS_1


sore hari saat Feli terbangun dari tidurnya, dia langsung melihat jam didinding dan sudah jam 6 sore.


"astaga, apa yang aku lakukan. aku keluar dari apartemennya Hendri dari pagi-pagi sekali. dan sekarang sudah mau malam dan seharian ini aku mematikan hp ku dan tidak mengabarinya" ucap Feli pada dirinya sendiri. setelah itu dia langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil hpnya, kemudian dia menelpon mang Ujang.


"halo, mang Ujang ada di mana sekarang?" tanya Feli pada mang Ujang di balik telpon.


"saya lagi di rumah non" ucap mang Ujang pada Feli.


"mang Ujang tolong datang ke apartemenku saya mau minta antar untuk balik ke apartemennya Hendri'' ucap Feli pada mang Ujang.


"baik non. saya segera ke sana'' ucap mang Ujang pada Feli


tidak lama setelah itu, akhirnya mang Ujang tiba di apartemennya Feli. karna rumah mang Ujang dan apartemennya Feli jaraknya tidak jauh. sesampainya mang Ujang langsung menelpon Feli.


"non, saya sudah di depan" ucap Ujang pada Feli di balik telpon.


"apa non Feli ada masalah. kok mata non Feli sembab seperti habis menangis seharian'' tanya pang Ujang pada Feli. karna ia melihat mata Feli sedikit bengkak dan sembab.


''tidak mang, aku baik-baik saja. tolong untuk hari ini jangan laporkan apapun pada daddy'' ucap Feli pada mang Ujang. karna Feli tau biasanya mang Ujang Selalu melaporkan setiap kejadian tentang Feli pada Surya.


"iya non. saya mau turunkan non Feli di mana'' tanya mang Ujang pada Feli. karna posisinya sudah dekat dengan apartemennya Hendri.


"turunkan saya saja di depan apartemennya Hendri. soalnya saya lagi malas jalan kaki'' ucap Feli bohong pada mang Ujang.


sebenarnya Feli malas jalan kaki karna di bagian daerah kewanitaannya masih sakit gara-gara kejadian semalam. karna itu pertama kalinya untuk Feli dan dia masih perawan.

__ADS_1


"apakah non Feli tidak takut nanti tuan Hendri melihat non Feli turun dari mobil sebagus ini. mobil inikan lebih mahal dari mobil Hendri" ucap mang Ujang khawatir pada Feli.


''palingan juga dia tidak ada di rumah. lagian juga walaupun saya pergi seharian mungkin saja dia tidak akan mencari ku" ucap Feli pada mang Ujang.


sesampainya didepan apartemennya Hendri, Feli langsung turun dan segera masuk dan ternyata Hendri tidak keluar dan dia ada di apartemennya. ia sudah menunggu Feli seharian. karena sudah cape untuk mencari Feli di luar tapi tidak menemukannya.


"dari mana saja kamu" ucap Hendri pada feli ketika Feli baru saja masuk. tapi tetap tidak di hiraukan oleh Feli dan feli malah langsung masuk kedalam kamarnya.


tapi belum sempat Feli menutup pintu kamarnya, Hendri langsung menerobos masuk.


"keluar tuan, aku mau istirahat. aku capek'' ucap Feli pada Hendri.


"dari mana saja kamu? asal kamu tau aku sudah cape karna seharian ini aku cari kamu tapi tidak menemukanmu. aku khawatir karna kamu keluar tanpa ijin dan kamu tidak memberiku kabar. Siapa yang mengantarmu?" tanya Hendri pada feli. karna Hendri melihat dari Feli turun dari mobil sampai ia masuk. jadi dia melihat mobil mewah yang mengantarnya pulang.


"aku dari rumah temanku tuan. jadi aku di antar oleh supirnya. aku mau istirahat dulu aku capek" ucap Feli pada Hendri. dan Feli langsung berbalik dan ingin keluar dari kamarnya karna tidak nyaman ada Hendri di situ.


''tunggu ada yang ingin aku bicarakan sama kamu tentang semalam. aku mau minta maaf" ucap hendri sambil memeluk Feli dari belakangnya.


"sudahlah tuan lagian itu juga hanya kecelakaan saja dan itu tidak di sengaja" ucap Feli pada Hendri sambil berusaha melepaskan pelukannya Hendri dari belakangnya.


"aku serius Feli. selama 3 bulan kebersamaannya kita, aku sudah mulai suka sama kamu dan aku sudah nyaman sama kamu dan aku ingin hubungannya kita seperti suami isteri pada umumnya" ucap Hendri sambil memutar tubuh Feli agar berhadapan dengannya.


''kenapa dengan matamu? apakah kamu menangis seharian ini?" tanya Hendri pada feli saat melihat matanya Feli sembab tapi Feli tetap diam dan tidak menjawab pertanyaannya Hendri.


''aku ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi semalam. mulai besok ART yang biasa kerja di sini udah mulai masuk kerja kembali. kamu tidak perlu bekerja lagi. aku minta maaf sama kamu untuk selama ini. kalau aku pernah berbuat salah sama kamu entah itu ucapan aku yang kasar atau perlakuanku yang kasar, aku minta maaf'' ucap Hendri pada feli dari lubuk hatinya paling dalam.

__ADS_1


mendengar ucapannya Hendri, Feli kembali meneteskan air mata. disisi lain sebenarnya Feli juga sudah mulai suka pada Hendri tapi di sisi lain dia harus membalaskan dendam pada keluarganya Hendri terutama pada Surya Sanjaya, karna atas perbuatan papanya Hendri, ke dua orang tua Feli meninggal.


''Apa aku harus mengikuti saja dulu bagaimana jalan nya?" ucap Feli di dalam hatinya.


__ADS_2