
sesampainya di ruang tamu, ibunya Feli melihat Surya sudah menodongkan pistol di kepala ayahnya Feli.
''berhenti, jangan lukai suamiku'' ucap ibunya Feli pada Surya. dan Surya langsung melihat ke arah ibunya Feli tanpa menurunkan pistol dari kepala ayahnya Feli.
''kenapa kamu melakukan ini surya?" lanjut ayahnya Feli bertanya pada Surya.
''karna aku ingin menghancurkan mu dan keluargamu. karna kamu adalah saingan besar dalam Bisnisku. karna selama kamu masih ada di dunia ini, kamu akan selalu menjadi sainganku yang tidak pernah akan aku kalahkan'' ucap Surya pada ayahnya Feli.
''tolong lepaskan aku. anakku masih sangat membutuhkanku. dan apapun yang akan kamu minta dariku aku akan memberikannya dengan suka rela padamu'' ucap ayahnya Feli pada Surya.
''aku tidak tertarik pada tawaranmu itu. aku hanya ingin kamu mati hari ini juga di tanganku dan aku bisa mengambil semua perusahaanmu'' ucap Surya pada ayahnya Feli.
Dor (bunyi pistol saat Surya menembak kepala ayahnya Feli)
"sayang" teriak ibu Feli memanggil ayahnya Feli yang di tembak dan setelah itu Surya mengarahkan pistolnya pada kepala ibunya Feli dan Surya langsung menembak kepala ibunya Feli.
Dor (suara pistol Surya yang menembak kepala ibunya feli) dan di ruangan itu terlihat lantainya sudah di penuhi oleh darah ibu dan ayahnya Feli yang sudah meninggal.
''periksa semua ruangan di rumah ini. kalau masih ada orang, jangan sisakan 1 orangpun bunuh semuanya'' ucap Surya pada anak buahnya. dan anak buahnya langsung pergi memeriksa semua ruangan di rumah itu.
''tidak ada lagi tuan'' ucap anak buahnya pada Surya saat mereka sudah selesai memeriksa semua ruangan.
''bereskan semua jasad nya dan kita harus segera tinggalkan rumah ini'' ucap Surya pada anak buahnya sambil keluar dari rumah itu menuju mobil. dan saat Surya sudah keluar, beberapa anak buahnya langsung membereskan semua jenazah di rumah tersebut dan membawanya ke dalam mobilnya Surya. setelah itu mereka langsung meninggalkan tempat itu dan menuju sebuah tempat untuk membuang jenazahnya orang tua Feli.
beberapa menit setelah Surya dan anak buahnya pergi akhirnya Marcel tiba di rumahnya Feli. sesampainya, dia langsung masuk menuju ruang rahasia untuk menjemput feli. dan saat Marcel masuk ke ruang rahasia, dia mendapati Feli sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
tanpa basa-basi lagi, Marcel langsung menggendong Feli dan membawanya ke rumah sakit agar segera di periksa keadaannya oleh dokter.
''bagaimana keadaannya dok?" tanya Marcel pada dokter yang memeriksa keadaannya Feli.
''dia baik-baik saja dia hanya pingsan. dia pingsan karna sedikit syok saja. tapi saya sudah menyuntikkan obat jadi ketika dia bangun pasti akan lebih membaik kondisinya. saya permisi dulu kalau butuh bantuan nanti panggil saja'' ucap dokter pada Marcel. setelah itu dokter keluar dari ruangan itu.
setengah jam setelah dokter keluar akhirnya Feli sadarkan diri juga.
''kamu sudah bangun'' ucap Marcel pada Feli.
''om dimana ayah dan ibu aku. aku lihat ada seseorang yang menembak mereka. aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. aku mengintip dari lubang tempat kunci pintu'' ucap Feli pada Marcel sambil menangis. karna memang betul dia melihat kejadian saat ayah dan ibunya di tembak oleh Surya. dia menyaksikan dari lubang tempat kunci pintu ruang rahasia keluarganya.
''kamu yang sabar sayang. ayah dan ibu kamu sudah ada di surga dan om tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini. om hanya bisa minta sama kamu agar kamu mau ikut dengan om di Amerika tinggal bersama om. nanti kamu dewasa baru kita kembali ke sini untuk membalaskan dendammu pada mereka'' ucap Marcel pada Feli.
dan Feli pun setuju untuk ikut bersama dengan Marcel dan tinggal bersamanya di Amerika.
sesampainya mereka di rumah, Feli di perlakukan sangat baik oleh Marcel apalagi di sambut baik oleh anaknya yaitu Aaron. apalagi Aaron baru saja kehilangan ibunya karna kecelakaan jadi ketika Feli hadir di tengah-tengah mereka, Marcel dan Aaron sangat senang. saat itu usia Aaron sudah 12 tahun.
''aaron kenalkan ini adik sepupumu, dia adalah anak adiknya papa dari indonesia namanya Felicia. dan mulai sekarang dia akan tinggal bersama dengan kita dan mulai sekarang statusnya akan menjadi adik kandung mu yaitu Felicia putri wiliam'' ucap Marcel pada Aaron.
''iya dad. aku akan menjaga Feli seperti adikku sendiri'' ucap Aaron pada Marcel.
''untuk kamu Feli mulai sekarang om mau kamu panggil om itu Daddy seperti Aaron memanggil ku'' ucap Marcel pada Feli.
''baik daddy'' ucap Feli pada Marcel.
__ADS_1
dan setelah beberapa hari feli tinggal di Amerika, kondisinya semakin hari semakin membaik. dan Feli mulai di ajarkan olahraga bela diri dan menembak, karna di Amerika selain menjalani bisnis perusahaan, Marcel juga adalah ketua geng mafia yang paling di takuti di Amerika.
Bukan hanya itu saja, Feli juga mengikuti sekolah fashion, sekolah memasak dan saat usianya sudah mulai beranjak remaja, dia juga masuk dalam komunitas persatuan belajar meng hack. jadi Feli juga jago dalam hal meng hack akun seseorang dan dengan mudahnya dia bisa membobol data pribadi seseorang dan bisa mendapatkan informasi lengkap tentang latar kehidupan seseorang.
Flashback Off
***
pagi hari yang cerah terlihat Feli sudah berpakaian rapi, dan dia sudah siap-siap untuk berangkat kerja. dan seperti biasa saat berangkat kerja dia selalu di antar oleh supir sewaan Marcel yaitu mang Ujang.
saat di jalan tiba-tiba hpnya Feli berbunyi, saat dia lihat ternyata itu telpon dari Marcel.
''halo dad apa kabar'' ucap Feli menyapa Marcel di balik telpon.
''alhamdulilah baik. kalau kamu apa kabar?" tanya Marcel pada Feli.
''alhamdulilah baik juga dad. BTW tumben Daddy telpon dari pagi-pagi begini?" tanya Feli pada marcel.
''sedang apa kamu sekarang?" tanya balik Marcel pada Feli.
''ini aku sudah di jalan di antar sama mang Ujang mau pergi kerja'' ucap Feli pada Marcel.
''daddy punya surprise untuk kamu. coba kamu kasih hpmu ke mang ujang'' ucap Marcel pada Feli.
''ini mang Ujang Daddy mau bicara sama mang ujang'' ucap Feli pada mang Ujang. dan Feli langsung memberikan hpnya pada mang Ujang agar bisa berbicara dengan Marcel.
__ADS_1
''sekarang juga kamu antar Feli pada alamat yang saya kirim di nomor WA Mu dan kasih hpnya pada Feli kembali saya ingin bicara sama dia'' ucap Marcel pada mang Ujang di balik telpon tapi tidak di dengar oleh feli. setelah itu mang Ujang langsung memberikan hpnya kembali pada Feli.