DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 24


__ADS_3

''iya. nanti kalau mereka sudah punya waktu dan tidak sibuk lagi nanti aku akan atur kan jadwal agar kalian ketemuan'' ucap tasya pada aaron.


''ya allah semoga saat papa dan kak Hendri ketemu sama Aaron, mereka bisa menerimanya'' ucap tasya di dalam hatinya.


setelah mereka selesai makan, mereka langsung pulang. awalnya Aaron menawarkan pada Tasya untuk mengantarnya pulang, tapi ternyata Tasya pergi menggunakan mobil pribadinya dan di antar oleh supir pribadi yang bekerja pada Surya jadi Tasya di tunggu sampai selesai.


***


Malam hari terlihat hendri baru tiba di apartemennya, karna seharian pekerjaan di kantor sangat banyak. dan saat dia sampai dia langsung masuk dan langsung mencari keberadaannya feli.


"dimana feli bi?" tanya Hendri saat melihat bi inah.


"ada di kamar tuan. Seharian penuh non feli tidur tuan. Tadi itu non tasya datang ke sini dan dia ngobrol lumayan lama sama non feli dan bibi lihat mereka sangat akrab" ucap bi inah memberitahu Hendri.


"apa feli sudah selesai makan?" tanya Hendri pada bi inah.


"belum tuan. Tadi bibi sudah panggil non feli di kamar untuk makan. Tapi katanya dia masih tunggu tuan baru nanti makan sama-sama" ucap bi inah pada hendri.


setelah mendengar perkataan dari bi inah, hendri langaung pergi ke kamarnya. Dan saat hendri masuk, ternyata feli masih tidur.


dan dia langsung masuk di kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia ganti pakaian kantornya dengan baju tidur.


Kemudian dia langsung naik di atas tempat tidur dan mendekati feli untuk membangunkannya. Dan saat hendri mendekati feli, dia mencium bau tubuh feli sangat harum karena sebelum hendri pulang feli sempat bangun dan mandi.


"sayang bangun makan dulu" ucap Hendri pada feli sambil mengusap kepala feli.


"kak hendri sudah pulang?" ucap feli saat dia melihat hendri ada di sampingnya.


"iya. Ayo kita makan dulu. Kata bi inah makan malamnya sudah siap. Supaya kamu kuat untuk pertempuran sebentar malam" ucap hendri pada feli.


"dasar mesum. Di pikirannya kak hendri itu hanya tentang itu itu saja" ucap feli pada hendri.


"iya dong kamu kan sudah sah jadi istriku. Jadi itu tidak berdosa lagi" ucap hendri pada feli.

__ADS_1


"iya sih memang tidak berdosa lagi. Tapi di otak nya kak hendri itu selalu tentang itu" ucap feli pada hendri.


"iya, ayo kita makan. Karna aku sudah tidak sabar untuk memakanmu" ucap hendri pada feli. Dan mereka langsung menuju meja makan.


Setelah mereka selesai makan, mereka langsung kembali ke kamar dan benar saja apa yang di katakan oleh hendri sebelum mereka makan. Karna sesampainya di kamar hendri langsung meluncurkan aksinya dan terjadilah hubungan suami istri seperti biasanya.


***


1 bulan pun berlalu hubungan hendri dan feli sudah semakin membaik dan selama feli melakukan tugasnya sebagai istri yaitu melayani hendri di atas kasur, dia tidak pernah lagi masuk kantor. karna saat malam hari dia harus begadang karna ulahnya hendri. Dan saat siang hari dia tidur karna kecapean.


dan terlihat suasana pagi hari yang sangat cerah, feli sengaja bangun pagi mendahului bangunnya hendri. agar dia bisa membantu bi inah menyiapkan sarapan untuk hendri.


"aku bantuin bibi yah masak untuk pagi ini" ucap feli pada bi inah.


"tidak usah non. Nanti tuan hendri marah sama bibi" ucap bi inah pada feli.


"tidak tau kenapa, aku ingin sekali masak untuk kak hendri hari ini" ucap feli pada bi inah.


"non feli, bibi perhatikan muka non pucat. apa non feli sakit?" tanya bi inah pada feli.


setelah makanannya masak, feli langsung teringat pada hendri untuk membangunkannya.


"bi, nanti bibi saja yang hidangkan. Aku bangunin kak hendri dulu" ucap feli pada bi inah. dan setelah itu dia langsung menuju kamarnya hendri untuk membangunkan hendri.


sesampainya di dalam kamar, dia melihat ternyata hendri sudah bangun dan hendri sudah memakai baju siap-siap untuk ke perusahaan.


"kak hendri udah bangun?" tanya feli pada hendri.


"aku bangun dari tadi. Pas aku bangun, aku lihat tidak ada kamu di sampingku. Jadi, aku langsung keluar dari kamar untuk mencari kamu. padahal aku lihat kamu lagi bantuin bi inah memasak. Jadi aku kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap" ucap hendri menjelaskan pada feli.


"ayo kak makanannya sudah selesai di hidangkan" ucap feli pada hendri. Dan mereka langsung menuju dapur untuk sarapan.


"silahkan dimakan tuan. Itu non feli yang masak" ucap bi inah memberitahu hendri. Setelah itu hendri langsung mencicipi masakan dari feli.

__ADS_1


"enak. Ternyata kamu pintar masak juga" ucap hendri memuji masakannya feli.


"aku yang memasak tapi masih di bantuin bi inah" ucap feli pada hendri.


"btw kamu tidak makan?" tanya hendri pada feli.


"beberapa hari ini aku lagi tidak napsu makan saat pagi hari" ucap feli pada hendri.


"kamu sakit? Muka kamu terlihat pucat. Apa aku antar kamu periksa di rumah sakit atau aku panggilkan dokter ke rumah" tanya hendri pada feli.


"tidak usah kak. Mungkin aku kurang istirahat. Palingan juga kalau aku udah istirahat yang cukup pasti akan baikan lagi" ucap feli pada hendri.


"baiklah setelah ini kamu istirahat. Kalau ada apa-apa kamu telpon aku saja biar aku pulang" ucap hendri pada feli.


Setelah sarapan, hendri langsung pergi kerja dan seperti biasa selalu di temani oleh rangga sebagai supirnya sekaligus sebagai asisten pribadinya.


Setelah hendri pergi kerja, feli langsung mengahampiri bi inah.


"bi, apa bi inah tidak kepasar pagi ini?" tanya feli pada bi inah.


"ada non. Emang non feli mau nitip apa?" tanya bi inah pada Feli.


"aku pengen makan rujak bi. Bi inah tau kan bikin rujak?" tanya feli pada bi inah.


"bibi tau non. Nanti bibi beli semua bahannya di pasar dan nanti pulang dari pasar baru bibi bikinkan non rujak" ucap bi inah pada feli.


Oek... oek... Oek... (suara saat feli mual) dan feli langsung pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"ada apa non? Apa non feli sakit?" tanya bi inah pada feli.


"beberapa hari ini aku lemas dan aku tidak nafsu makan dan setiap pagi bawaannya mual terus bi" ucap feli memberitahu bi inah.


"jangan-jangan non feli hamil" ucap bi inah menebak kondisi feli.

__ADS_1


"iyah juga yah. Apa aku hamil? Apa yang akan aku katakan pada daddy dan kak aaron kalau aku benaran hamil" ucap feli di dalam hatinya.


__ADS_2