DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 15


__ADS_3

saat mereka tiba di restaurant, pelayan restaurant langsung menghampiri mereka.


"selamat datang di restaurant kami. ada yang bisa di bantu?" ucap salah seorang pelayan yang melayani mereka.


"kami butuh 1 meja untuk 2 orang" ucap Aaron pada pelayan itu.


"baik pak Aaron, mari ikuti saya" ucap pelayan itu pada Aaron dan Tasya.


"kamu mau pesan apa?" tanya Aaron pada Tasya saat pelayan memberikan buku rekomendasi menu.


"terserah saja" ucap Tasya pada Aaron.


"2 piring nasi goreng" ucap Aaron pada pelayan itu.


"kalau minum nya kamu mau minum apa?" tanya Aaron lagi pada Tasya.


"jus jeruk saja" ucap Tasya pada Aaron.


"kalau minumnya 1 jus jeruk dan 1 lagi es teh manis" ucap Aaron pada pelayan yang melayani mereka.


setelah menulis pesanannya mereka, pelayan itu langsung pergi mengambilkan makanan dan minuman sesuai dengan apa yang mereka pesan.


"kamu sering datang ke sini yah, kayak nya pelayan-pelayan di sini sangat mengenal kamu?" ucap Tasya pada Aaron.


"iya aku sering datang ke sini. soalnya makanan di sini lumayan enak" ucap Aaron bohong pada Tasya. karna sebenarnya restaurant itu adalah milik keluarga nya.


"oh pantas pelayannya sudah tidak asing saat melihat kamu" ucap Tasya pada Aaron.


"BTW aku ke toilet dulu yah" ucap Aaron bohong pada Tasya. padahal Aaron pergi ke dapur restaurant dan membisik pelayan yang melayani mereka untuk memasukkan sesuatu pada minumannya Tasya.


beberapa menit kemudian, terlihat pelayan sudah menyajikan makanan di mejanya Aaron dan Tasya.


''Silahkan di nikmati'' ucap pelayan yang menyajikan makanan pada Aaron dan Tasya.


Dan mereka langsung menyantapnya. setelah selesai makan dan minum, tiba-tiba Tasya pusing dan ngantuk.

__ADS_1


"kenapa dengan kepalaku. kok tiba-tiba aku merasa pusing" ucap Tasya sambil memegang kepalanya.


"apa kamu sakit?" tanya Aaron pada Tasya.


"aku tidak tau" ucap tasya.


''sini aku antar" ucap Aaron pada Tasya. dan Aaron membantu Tasya berjalan ke mobilnya. setelah tiba di mobilnya, ternyata Tasya sudah tertidur.


"Bagus deh dia sudah tidur, aku bawa saja ke hotel" ucap Aaron di dalam hatinya saat melihat Tasya sudah tidak sadarkan diri.


kurang lebih 30 menit, akhirnya mereka tiba di hotel. saat tiba di hotel Aaron langsung menggendong Tasya dan membawanya di kamar yang ia tempati. karna Aaron membawa Tasya di hotel keluarganya dan Aaron tinggal di hotel itu.


setelah Aaron menggendong tubuh nya Tasya ke atas tempat tidur, kemudian dia mengambil hp nya untuk mengabari Feli.


"kamu jangan khawatir soal adik nya Hendri biar aku yang urus. dan sekarang dia sudah ada padaku jadi kamu tidak usah khawatir" tulis Aaron dalam sebuah pesan yang ia kirim pada Feli.


dan setelah dia mengirim pesan pada Feli, dia menatap wajahnya Tasya yang sedang tertidur pulas di atas kasurnya.


"dia cantik juga. tapi sayang papanya adalah orang yang paling di benci oleh keluargaku" ucap Aaron di dalam hatinya saat melihat wajahnya Tasya yang tertidur pulas.


Malam hari pun tiba, terlihat Tasya sudah bangun dari tidurnya.


"aku ada di mana" ucap Tasya kaget karna posisinya sekarang sedang ada di atas tempat tidur yang dia sendiri tidak tau itu di mana.


"kamu lagi di hotel" ucap Aaron pada tasya. dan terlihat Aaron hanya memakai handuk yang terlilit di pinggang nya karna ia baru keluar dari kamar mandi.


''apa yang kamu lakukan padaku, kenapa kamu tidak memakai baju?" ucap Tasya marah pada Aaron. karna takut di Ngapa-ngapain oleh Aaron.


''aku tidak ngapa-ngapain kamu. aku itu baru selesai mandi'' ucap Aaron jujur.


Saat di Amerika, Aaron adalah laki-laki yang sering di gosipkan suka keluar masuk klub malam dengan wanita-wanita yang berbeda setiap malamnya.


tapi sebenarnya wanita-wanita yang berbeda yang selalu di gosipkan dengannya itu hanya di bayarnya untuk menemani nya minum saja. karna senakal-nakal nya dia, dia punya prinsip bahwa dia hanya akan berhubungan intim saja pada istri nya nanti.


"kalau kamu tidak punya Nita jahat padaku, kenapa kamu membawaku ke hotel" ucap Tasya pada Aaron.

__ADS_1


''tadi saat kita makan di restaurant, kamu tiba-tiba tidak sadarkan diri jadi aku membawamu ke hotel. karna aku tinggal di hotel ini. karna ini adalah hotel milik keluargaku. karna kalau aku mau membawamu pulang, aku tidak tau dimana tempat tinggal mu" ucap Aaron pada Tasya.


"oh ternyata dia dari keluarga kaya juga'' ucap Tasya di dalam hatinya.


"oh maaf kalau begitu karna sudah berprasangka buruk sama kamu" ucap Tasya pada Aaron.


"iya tidak masalah" ucap Aaron.


"tapi aku mau pulang" ucap Tasya pada Aaron.


"ini sudah malam, jadi kalau bisa kamu nginap saja di sini. nanti besok pagi saja baru kamu pulang soalnya sudah malam. tidak baik cewe keluar malam-malam. untuk malam ini biar nanti aku yang tidur saja di sofa dan kamu bisa tidur di tempat tidurku. karna semua kamar di hotel ini sudah penuh" ucap Aaron pada tasya dan tasya pun setuju.


"apa kamu sudah lapar?" tanya Aaron pada Tasya.


"iya aku sudah lapar" ucap Tasya.


"ok aku pakai baju dulu setelah itu aku pesankan kita makanan, supaya kita makan malam saja di dalam" ucap Aaron pada Tasya. dan Aaron langsung mencari pakaiannya di lemari dan memakai baju. setelah itu dia menelpon seseorang untuk memesan makanan.


"apa kamu tidak mandi dulu?" ucap Aaron pada Tasya.


"iya aku mandi dulu sambil nunggu makanan yang kamu pesan'' ucap Tasya pada Aaron dan Tasya langsung masuk ke dalam kamar mandi tidak lupa ia sudah membawa dengan baju ganti untuk nanti selesai mandi.


setelah beberapa menit di dalam kamar mandi akhirnya ia keluar, dan setelah keluar ternyata makanan yang Aaron pesan sudah siap dan setelah itu mereka langsung makan malam.


***


sedangkan di tempat lain terlihat Hendri mengajak Feli ke salon langganannya. saat mereka sudah tiba di salon, Hendri langsung menghubungi tokoh butik langganannya.


''halo, ada yang bisa kami bantu" ucap salah seorang pegawai butik saat mengangkat telpon dari hendri.


''bisa tidak saya berbicara langsung pada pemilik tokohnya?" ucap Hendri pada pegawai tokoh yang mengangkat telpon.


"bisa pak ini pemilik tokohnya" ucap pegawai tokoh itu dan memberikan telponnya pada pemilik tokoh nya.


"halo pak Hendri saya pemilik tokohnya, apa ada yang bisa saya bantu?" ucap pemilik tokoh butik itu.

__ADS_1


__ADS_2