
"ok perhatian semua. kalian pasti bertanya-tanya siapa yang ada di sampingku. perkenalkan dia adalah asisten baru ku namanya adalah Feli" ucap Hendri memperkenalkan Feli pada semua karyawan di perusahaannya.
setelah selesai memperkenalkan Feli. Hendri langsung menuju ruangannya di ikuti oleh Feli.
sesampainya di dalam ruangan kantornya, Hendri langsung duduk di kursinya dan Feli duduk di sofa.
tidak lama setelahnya tiba-tiba hp Hendri berbunyi menandakan ada yang menelponnya, saat di lihat ternyata itu dari Surya Sanjaya.
"Halo ada apa pa?" ucap Hendri saat mengangkat telpon dari Surya.
"papa mau kamu mengambil alih tender yang sedang papa pegang sekarang" ucap Surya pada Hendri di balik telpon.
''kenapa papa mau mempercayakan tender sebesar itu pada saya. bukankah itu tender yang paling papa inginkan" ucap Hendri heran.
"mulai besok papa akan keluar negeri. papa mau pergi berobat dulu soalnya kesehatan nya papa lagi kurang baik. jadi papa percayakan tender itu pada kamu " ucap Surya pada Hendri.
"tapi pa aku tidak bisa, lagian aku juga belum pernah menangani tender sebesar itu" ucap Hendri menolak permintaan Surya.
"papa percaya sama kamu. papa harap kamu mau menangani tender itu dan memenangkan nya untuk membuktikan bahwa kamu bukan hanya bisa bermain-main saja. tapi kamu juga bisa papa andalkan. dan papa janji kalau kamu bisa memenangkan tender itu apapun yang kamu minta dari papa pasti papa akan turuti" ucap Surya pada Hendri.
"papa serius. apapun permintaanku papa bisa kabulkan?" ucap Hendri bertanya pada Surya.
"iya apapun itu" ucap Surya meyakinkan Hendri.
"ini kesempatanku kalau aku bisa memenangkan tender itu aku bisa meminta papa untuk bercerai dari Feli agar aku tidak terikat oleh pernikahan dengan perempuan yang tidak aku cintai" ucap hendri di dalam hatinya.
"kalau begitu aku mau menangani tender itu" ucap Hendri pada Surya.
"ingat kamu harus hati-hati karna banyak perusahaan-perusahaan lain yang mengincar tender itu dan kamu tidak boleh kalah" ucap Surya menasehati Hendri.
__ADS_1
"aku akan melakukan berbagai cara agar aku bisa memenangkan tender itu" ucap Hendri pada Surya. setelah itu sambungan telponnya terputus.
"kamu pergi beritahu semua karyawan untuk segera ke ruang rapat kita akan segera adakan rapat" ucap Hendri pada feli setelah sambungan telpon dari Surya putus. dan Feli langsung keluar dari ruangan Hendri untuk memanggil semua karyawan. setelah itu dia kembali ke ruangannya Hendri.
"tuan, saya sudah beritahu mereka semua dan mereka sudah menuju ruang rapat" ucap Feli pada Hendri.
"kamu tunggu di ruangan ku saja soalnya aku akan ke ruang rapat" ucap Hendri pada feli.
"aku mau ikut di ruang rapat" ucap Feli.
"terserah kamu saja" ucap Hendri. setelah itu mereka berdua langsung menuju ke ruang rapat.
Di ruang rapat saat Hendri dan feli masuk, suasana yang awalnya agak sedikit berisik langsung diam seketika saat karyawan melihat hendri. saat tiba di ruangan, Feli langsung duduk dengan karyawan yang lain sedangkan Hendri duduk di paling depan dan tanpa basa basi Hendri langsung memulai rapatnya.
"perhatian semuanya, tender besar yang di tangani oleh pak Surya yaitu ayah saya, sekarang di ambil alih oleh saya" ucap Hendri pada karyawan di tengah rapat.
beberapa jam waktu yang di habiskan untuk rapat telah berlalu dan akhirnya waktu jam makan siang tiba dan terlihat Feli sudah duduk sendirian di kantin menunggu makanan yang ia pesan. saat dia sedang makan tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampirinya.
"makasih" ucap Feli pada pegawai laki-laki itu.
''semua ide mengenai tender yang akan di pegang oleh Hendri sudah ada di situ semua" ucap pegawai tersebut dan memberikan Feli sebuah flashdisk. setelah itu pegawai itu meninggalkan Feli sendiri di kantin.
setelah Feli selesai makan, dia langsung kembali ke dalam ruangan kantornya Hendri. tidak lupa dia membawakan 1 bungkus makanan untuk Hendri juga.
"aku harus membawakan Hendri makanan juga. siapa tau aja dengan cara-cara sederhana seperti ini bisa membuat dia jatuh cinta sama aku" ucap Feli di dalam hatinya.
Sesampainya dia di dalam ruangan, ternyata Hendri sudah mencarinya dari tadi.
"dari mana kamu?" tanya Hendri kesal pada Feli karna Feli pergi tidak memberitahunya.
__ADS_1
"Dari kantin pergi makan. ini aku bawakan tuan makanan juga. makan dulu tuan nanti di lanjut lagi kerja nya" ucap Feli sambil mengajak Hendri makan. dan kebetulan Hendri juga sudah merasa lapar. jadi dia tidak menolak lagi makanan yang di bawakan oleh Feli dan dia langsung memakan nya.
"ternyata dia peduli juga" ucap Hendri di dalam hati nya.
setelah Hendri selesai makan, mereka kembali mengerjakan tugas kantor.
***
malam hari, terlihat Hendri sedang berada di dalam kamar nya sedang bermain laptop. tiba-tiba terdengar suara pintu kamar nya di ketuk.
"masuk" ucap Hendri pada orang yang mengetuk pintu kamarnya.
Dan saat masuk ternyata itu adalah Feli.
"ada apa?" ucap Hendri bertanya pada feli saat Feli masuk.
"tuan Hendri, aku sudah lapar. dan tidak ada persediaan makanan di dapur" ucap Feli pada Hendri.
"baiklah ayo kita keluar untuk pergi mencari makan di luar" ucap Hendri pada feli.
"aku pergi ambil jaket dulu" ucap Feli pada Hendri. setelah itu mereka langsung menuju garasi untuk mengambil mobil. dan sesampainya, Hendri langsung melajukan mobil nya menuju sebuah reataurant.
sesampainya mereka di salah satu reataurant, mereka langsung memesan sebuah makanan. saat mereka makan tiba-tiba ada yang menghampiri mereka.
"hei Hendri, sudah lama kita tidak bertemu. kamu tambah ganteng aja. apakah kamu mau aku temanin malam ini?" ucap seorang perempuan yang menghampiri nya, sambil melingkarkan tangannya di lehernya Hendri dari samping tanpa menghiraukan Feli yang sedang makan satu meja dengan Hendri.
"oh maaf aku lagi nggak mood malam ini" ucap Hendri pada perempuan yang menghampiri nya. sambil melepaskan tangan perempuan itu dari lehernya.
setelah Hendri menjawab dengan menolak ajakan perempuan yang menghampirinya. perempuan itu langsung pergi meninggalkan Hendri dan feli.
__ADS_1
"dia pasti salah satu cewek nya Hendri dari kesekian banyaknya cewek nya" ucap Feli di dalam hati nya.