DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 8


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, Feli terbangun karna mendengar alarm yang di pasangnya semalam sebelum ia tidur. dan itu adalah kali pertama dia menginap di apartemennya Hendri.


setelah Feli bangun, dia langsung menuju ke kamarnya Hendri. sebelum masuk, tidak lupa Feli mengetuk pintu kamarnya Hendri dulu.


tok... tok... tok... (suara saat Feli mengetuk pintu hendri).


tapi sudah beberapa kali Feli mengetuk pintu kamarnya Hendri, tapi tetap tidak ada jawaban dan akhirnya Feli langsung masuk karna ternyata pintunya tidak di kunci.


"tuan Hendri bangun, apa lukanya masih sakit?" ucap Feli membangunkan Hendri yang masih tidur.


''kenapa kamu masuk ke kamarku tanpa ijin dariku" ucap Hendri pada feli saat dia terbangun.


"aku hanya ingin memastikan kalau tuan Hendri itu baik-baik saja. aku takutnya nanti tuan Hendri kenapa-kenapa Karna tadi malam kan tuan babak belur habis di pukul oleh orang yang tidak tuan kenal" ucap Feli pada Hendri.


"oh iya aku lupa padahal hari ini aku ingin temui papa di perusahaan masalah tadi malam" ucap Hendri di dalam hatinya.


"Sekarang kamu keluar soalnya aku mau mandi" ucap Hendri pada feli.


dan setelah mendengar ucapan Hendri, Feli langsung keluar dari kamarnya Hendri.


setengah jam berlalu, terlihat Hendri keluar dari kamarnya dan dia sudah terlihat rapi.


"tuan Hendri mau ke mana?" tanya Feli pada Hendri.


"Saya mau ke perusahaan menemui papa" ucap Hendri.


"baguslah supaya aku bisa telpon mang Ujang untuk bawakan pakaian gantiku" ucap Feli di dalam hatinya. karna dari Kemarin Feli belum mengganti bajunya.


"apakah tuan Hendri akan lama di perusahaan" tanya Feli pada Hendri.


"emangnya kenapa. apa urusanmu kalau aku lama pulangnya atau tidak. apa aku harus lapor sama kamu. intinya kamu jangan kemana-mana kalau aku pulang dan kalai kamu tidak ada di rumah saat aku pulang ku patahkan kakimu itu. dan 1 lagi, aku ingin kalau aku pulang, rumah ini sudah bersih. kamu tidak lupa kan dengan tugas mu selama tinggal di sini" ucap Hendri pada feli.


dan Hendri langsung keluar karna sudah ada Rangga yang menunggunya di luar.


"mukanya bos kenapa?" tanya Rangga pada Hendri. karna melihat mukanya Hendri babak belur.


"aku di pukul sama orang yang tidak aku kenal tadi malam" ucap Hendri pada Rangga.

__ADS_1


"kejadiannya di mana?" tanya Rangga pada Hendri.


"tiba-tiba di jalan saat menuju bar tempat biasa kita nongkrong. Aku di berhentikan tiba-tiba Sama beberapa orang yang aku tidak kenal" ucap Hendri.


setalah Hendri pergi, Feli langsung menelpon mang Ujang.


"Halo mang Ujang" ucap Feli di balik telpon saat mang Ujang mengangkat telponnya.


"iya non. ada apa non?" tanya mang Ujang.


"mang ujang bawakan aku baju" ucap Feli.


"untuk siapa non?" tanya mang Ujang.


"Untuk aku. tapi mang Ujang tolong belikan aku baju baru. tapi baju yang murah seperti kaos oblong gitu tapi harga murah yang di pasaran itu" ucap Feli pada mang Ujang.


"Iya non" ucap mang Ujang.


"mang Ujang jangan lama soalnya sekarang Hendri lagi keluar dan kita jangan ketemu di sini nanti aku kirim alamatnya" ucap Feli pada mang Ujang.


"ok" ucap mang Ujang. dan sambungan telponnya terputus. dan Feli langsung mengirim alamat untuk tempat mang Ujang mengantar bajunya feli.


"makasih yah mang. aku pergi dulu soalnya aku buru-buru takutnya Hendri pulang dan aku tidak ada" ucap feli.


"tapi non Feli aman kan tinggal di sana?" tanya mang Ujang khawatir pada Feli.


"aman kok mang. aku baik-baik saja di sana" ucap Feli. dan setelah itu feli langsung pergi meninggalkan mang Ujang.


***


Saat tiba di perusahaan, Hendri langsung menuju ruangannya Surya Sanjaya.


"tumben kamu datang sepagi ini" ucap Surya heran. karna tidak biasanya Hendri ke kantor sepagi itu.


"kenapa papa menyuruh anak buah papa untuk memukulku. apa papa mau membunuhku?" ucap Hendri pada Surya.


"kamu tau dari mana kalau itu orang suruhannya papa" ucap Surya.

__ADS_1


"oh ternyata benar itu memang suruhannya papa. awalnya aku juga hanya menduga-duga dan tidak percaya tapi sekarang aku percaya kalau itu benar orang suruhannya papa" ucap Hendri pada Surya dengan raut muka yang marah.


"papa melakukan itu untuk kebaikanmu" ucap Surya menjelaskan pada Hendri.


"apa, untuk kebaikanku. apa aku tidak salah dengar. papa memang egois" ucap Hendri pada Surya Dangan mata yang berkaca-kaca.


"papa hanya ingin kamu menjauh dari teman-teman kamu itu terutama Sarah dan mendengarkan semua apa yang papa perintahkan" ucap Surya pada Hendri.


:papa selalu bilang seperti itu. semua demi kebaikan ku tapi papa selalu melakukan segala sesuatu dengan melukaiku" ucap Hendri kesal. setelah itu Hendri meninggalkan ruangan Surya.


***


siang hari tepat jam 2, Hendri kembali di apartemennya dan saat masuk dia melihat apartemennya sudah bersih dan dia melihat Feli sedang tertawa terbahak-bahak karna menonton film komedi.


"ternyata dia manis juga kalau tertawa" ucap Hendri refleks memuji Feli saat ia melihat Feli sedang ketawa dari kejauhan.


"Tuan Hendri sudah pulang?" ucap Feli saat ia menyadari kalau Hendri sudah pulang kerja


"iya" ucap Hendri datar.


"tuan Hendri sudah makan?" tanya Feli basa basi pada Hendri.


"aku sudah makan, intinya jangan ganggu aku, karna aku mau istirahat" ucap Hendri pada feli. dan Hendri langsung menuju kamarnya. dan Feli langsung mematikan tv yang ia putar dan dia juga menuju kamarnya untuk istirahat.


***


malam hari terlihat Hendri baru bangun. setelah bangun dia langsung memeriksa hpnya ternyata ada pesan dari salah seorang temannya yang mengudangnya untuk hadiri pesta yang di buat oleh teman seangkatannya waktu SMA. dan saat melihat jam ternyata sudah jam 7 dan dia langsung mandi. setelah mandi dan bersiap-siap dia langsung ke kamar nya Feli.


Tok...tok... tok... "suara saat Hendri mengetuk pintu kamarnya Feli).


setelah beberapa kali di ketu akhirnya Feli keluar.


"ada apa tuan Hendri?" ucap Feli.


"aku keluar dulu, malam ini aku tidak akan pulang soalnya aku di undang di sebuah pesta oleh teman-teman ku" ucap Hendri.


"aku mau ikut. soalnya aku takut sendirian di sini" ucap Feli.

__ADS_1


"kamu tidak boleh ikut. soalnya aku mau ketemu teman-temanku, nanti kamu bikin malu aku" ucap Hendri pada feli.


__ADS_2