DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 20


__ADS_3

''Bagaimana, apakah kamu mau membangun rumah tangga yang sesungguhnya dengan aku?" tanya Hendri tulus pada feli.


''iya tuan aku mau. tapi tolong berikan aku kesempatan untuk sendiri dulu malam ini" ucap Feli pada Hendri.


''baiklah aku akan berikan kamu waktu untuk sendiri'' ucap Hendri pada feli. setelah itu Hendri keluar dari kamarnya Feli menuju kamarnya untuk tidur. begitupun Feli juga saat Hendri keluar dari kamarnya, ia langsung tidur. dan sebelum Hendri tidur, tidak lupa ia memberi kabar pada Rangga bahwa Feli sudah pulang.


***


pagi hari yang cerah, saat bangun Feli langsung melihat jam ternyata ia sudah kesiangan bangunnya karna sudah jam 7.


walau pun dia bangun sudah kesiangan, dia tetap langsung bergegas ke dapur untuk melakukan tugasnya seperti biasa yaitu menyiapkan sarapan dan melakukan tugasnya seperti biasa.


padahal saat dia ke dapur, ternyata ART nya Hendri sudah kembali.


"bibi sudah kembali?" tanya Feli pada ART nya Hendri.


"iya non. nona muda pasti istrinya tuan Hendri kan? siapa nama nona muda?" tanya ART itu pada Feli.


"iya bi. nama saya Feli bi. siapa namanya bibi?"tanya Feli pada ART itu.


"nama saya Inah non. tuan Hendri biasa panggil saya bi inah" ucap Ina pada feli.


"oh bi Inah. btw bi Inah masak apa? aku bantuin ya" ucap Feli pada bi Inah.


"tidak usah non. nanti tuan Hendri lihat non feli masak baru bibi yang di marahin" ucap bi Inah pada Feli.


"tidak bi. bibi pasti tidak akan di marahi. kan aku bantuin bibi karna keinginanku sendiri" ucap Feli pada bi Inah.


''baiklah non, kalau non feli memaksa, bibi bisa apa" ucap bi Inah pada Feli. dan Feli langsung membantu bi Inah memasak untuk sarapan.


"bi Inah sudah lama kerja di sini?" tanya Feli pada bi Inah saat mereka lagi memasak.


''sudah lumayan lama non. sudah 10 tahun lebih semenjak tuan Hendri baru berusia 10 tahun'' ucap bi Inah pada Feli.

__ADS_1


''berarti bi inah cukup dekat dengan tuan Hendri?" tanya Feli pada bi Inah.


"iya non. tuan Hendri sudah saya anggap seperti anak saya sendiri" ucap bi Inah pada Feli.


''asal non feli tau, non Feli adalah wanita pertama yang di bawah oleh tuan Hendri di rumah ini. selama ini tuan hendri tidak pernah membawa 1 wanita pun ke sini" ucap bi Inah memberitahu Feli.


"tapi bi, bukankah kabarnya di luar bahwa Hendri itu playboy dan suka Gonta ganti pasangan setiap minggunya'' ucap Feli pada bi Inah.


''itu semua bohong non. jadi nona Feli jangan pernah mendengar gosip di luar sana, percaya deh sama bibi" ucap bi Inah menasehati Feli.


''masa sih, bukannya saat keluar dengan Hendri kebanyakan perempuan menyapa Hendri seolah-olah mereka sering tidur bareng" ucap Feli di dalam hatinya.


''aku ke kamarnya Hendri dulu yah bi, aku bangunin Hendri" ucap Feli pada bi Inah.


sesampainya di depan pintu kamarnya Hendri, Feli langsung membuka pintu dan masuk tanpa mengetuk pintu karna pintunya tidak terkunci.


''tuan Hendri bangun ini sudah jam 7'' ucap Feli pada Hendri sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya hendri.


''tapi aku masih ngantuk'' ucap Hendri protes pada Feli dengan suara khas baru bangun tidur.


tapi saat Feli baru ingin berdiri dari tempat tidurnya Hendri, Hendri langsung menarik tangannya Feli dan akhirnya Feli jatuh ke dalam pelukannya Hendri yang masih baring.


"tuan lepasin ini sudah siang. nanti kita terlambat ke perusahaan'' ucap Feli pada Hendri.


''kan aku bos nya. siapa yang akan berani memarahiku" ucap Hendri pada feli.


''tapi kak nanti ke siangan'' ucap Feli pada Hendri.


''aku hanya ingin kamu berdiam diri sebentar karna aku hanya ingin memelukmu sebentar saja. aku tidak minta lebih" ucap Hendri pada feli.


setelah mendengar permintaannya Hendri, Feli hanya bisa diam dan menuruti apa perkataannya Hendri. karena dia sendiri tidak tau harus berbuat apa.


"aku mau mulai hari ini jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi. panggil aku saja dengan namaku Hendri'' ucap Hendri pada feli.

__ADS_1


"tapi tuan aku tidak biasa'' ucap Feli pada Hendri.


"aku sudah bilang sama kamu mulai hari ini jangan panggil aku tuan lagi" ucap Hendri memberitahu feli.


''tapi kalau aku hanya memanggil tuan pake namanya tuan saja itu kurang sopan. bagaimana kalau aku panggil kak Hendri saja' ucap Feli memberi saran pada Hendri.


''ok Panggi aku pake itu saja. yang penting jangan panggil aku tuan lagi" ucap Hendri pada feli.


''iya kak Hendri. btw aku mau pergi mandi dulu, kak Hendri juga cepat mandi nanti kita terlambat" ucap Feli pada Hendri. dan Hendri tersenyum bahagia mendengar Feli yang memanggil nya dengan sebutan kak Hendri.


setelah itu Hendri langsung melepas pelukannya dan membiarkan Feli pergi ke kamarnya untuk mandi. sedangkan dia langsung masuk ke kamar mandi juga untuk mandi.


setelah Hendri selesai berpakaianm tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


tok... tok... tok... (suara ketukan pintu)


''masuk'' ucap Hendri saat mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. dan bi Inah langsung masuk.


''tuan sarapannya sudah siap'' ucap bi Inah pada Hendri.


''iya bi. sedikit lagi aku keluar'' ucap Hendri memberitahu bi Inah.


setelah selesai berpakaian, Hendri langsung menuju ruang makan. tapi Feli belum ada di situ. dan akhirnya Hendri menyusul Feli ke kamarnya.


sesampainya di depan kamarnya Feli, Hendri langsung masuk tanpa mengetuk pintu. kebetulan pintu kamarnya Feli tidak di kunci.


saat Hendri masuk, matanya tidak berkedip sama sekali. karna dia melihat pemandangan yang sangat indah yaitu melihat tubuhnya Feli yang sedang bertelan...Jang.


karna saat Hendri masuk, Feli baru mau mengganti baju. dan Feli tidak menyadari bahwa Hendri sudah ada di dalam kamarnya dan sedang melihatnya bertelan...Jang. Refleks Hendri langsung mendekati tubuhnya Feli dan memeluknya dari belakang dan itu membuat Feli sangat kaget.


"kak lepasin aku lagi ganti baju. kenapa kak Hendri masuk tanpa mengetuk pintu'' ucap Feli malu pada Hendri. karna Hendri memeluk nya dari belakang dan dia masih dalam posisi bertelan...Jang.


"Feli, aku ingin mulai sebentar malam kamu tidur di kamarku" ucap Hendri berbisik di telinga Feli.

__ADS_1


''tapi kak aku belum bisa" ucap Feli pada Hendri.


"Kenapa kamu belum bisa? pokoknya aku ingin mulai sebentar kamu tidur di kamarku" ucap Hendri pada feli.


__ADS_2