
"kamu mau menggoda ku?" ucap Hendri pada feli dengan posisi tubuhnya Hendri berada di atas tubuhnya Feli yang sudah dalam keadaan baring terlentang di atas tempat tidur.
''siapa yang mau menggoda kak Hendri" ucap Feli protes dengan perkataan Hendri.
''itu buktinya kamu keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja" ucap Hendri pada feli. karna tubuhnya Feli terlihat dengan jelas saat Feli hanya memakai handuk terutama lekukan tubuhnya yang begitu indah, kulitnya yang putih dan mulus membuat Hendri sangat tergoda.
''aku keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk saja karna saat masuk tadi aku lupa membawa baju ganti bukan karna ingin menggoda kakak'' ucap Feli pada Hendri.
"itu sama saja" ucap Hendri pada feli.
dan tanpa aba-aba Hendri langsung ******* bi..bir nya feli. awalnya Feli ingin menolak dan tidak membalas ciu...man nya Hendri. tapi karna Hendri sudah terlanjur membuka handuk yang melilit di tubuhnya feli dan melihat semuanya akhirnya Feli hanya bisa pasrah. walaupun dia tidak membalas ciumannya Hendri, tapi dia tidak menolak dan akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri.
"walaupun saat ini aku tidak tau sampai kapan aku akan menjalani hidup seperti ini dan aku tidak tau kapan amarah balas dendam ku berakhir. tapi intinya aku tidak akan berdosa melakukan hubungan layaknya suami istri dengannya karna sekarang kami masih halal melakukannya di mata agama. maafkan aku dad, karna untuk memuluskan rencana balas dendam ku, aku harus rela mengorbankan tubuhku'' ucap Feli di dalam hatinya. dan hendri melakukannya bukan hanya sekali tapi berkali-kali sampai-sampai Feli kewalahan melayani Hendri malam itu.
***
pagi hari yang cerah, tidak seperti biasanya sudah jam 8 tapi Feli belum bangun juga. beda dengan hendri, ia terlihat sudah selesai mandi. mungkin karna feli kecapean akibat pertempuran dengan Hendri semalam.
tok... tok... tok... suara saat seseorang mengetuk pintu kamarnya Hendri. dan Hendri langsung pergi membukanya.
"tuan, sarapannya sudah selesai'' ucap bi Inah pada Hendri.
"iya bi. sebentar lagi kami keluar untuk sarapan" ucap Hendri pada bi Inah.
''baik tuan. kalau begitu saya permisi" ucap bi Inah pada hendri.
setelah bi Inah pergi, Hendri kembali menutup pintu kamarnya dan dia langsung pergi menghampiri feli yang masih tidur.
''Sayang bangun dulu sarapan, nanti selesai makan baru kamu lanjut tidurnya" ucap Hendri pada feli dengan lembut sambil mengelus rambutnya Feli.
saat mendengar ucapan Hendri, Feli langsung bangun. tapi dia merasa semua badannya sakit.
" kak ini sudah jam berapa?" tanya Feli pada Hendri.
__ADS_1
"ini sudah jam 8" ucap Hendri pada feli.
"kenapa kak Hendri tidak bangunin aku?" ucap Feli kesal karna dia bangun sudah kesiangan dan Hendri tidak membangunkannya.
''karna aku melihat kamu tidurnya sangat nyenyak mungkin karna kecapean" ucap Hendri pada feli.
''ini semua juga gara-gara kak Hendri" ucap Feli pada Hendri.
"ayo kita sarapan, bibi sudah selesai menyiapkan sarapan untuk kita'' ucap Hendri pada feli. dan mereka langsung menuju meja makan untuk sarapan.
''hari ini kamu tidak usah masuk kerja. kamu istirahat dulu, kan ada bi Inah yang akan menemani kamu'' ucap Hendri pada feli di sela-sela mereka makan.
''iya kak" ucap Feli setuju. karna dia juga merasa sangat kecapean karna ulahnya hendri dan dia butuh istirahat yang full.
setelah mereka selesai sarapan, Hendri langsung ke perusahaan di temani oleh Rangga.
"Feli tidak ikut?" tanya Rangga pada Hendri. saat di perjalanan menuju perusahaan.
''tidak. dia lagi kurang sehat. BTW mulai hari ini kamu masuk kerja lagi di perusahaan seperti biasa" ucap Hendri pada Rangga.
''aku lihat-lihat dulu. kayaknya beberapa hari ke depan dia belum bisa masuk kerja. karna aku masih tugaskan dia mengerjakan tugas penting. jadi kalau karyawan lain tanya soal Feli bilang aja dia lagi cuti" ucap Hendri pada Rangga.
"baik bos" ucap Rangga pada Hendri.
***
sedangkan di apartemennya Hendri, sesaat saat Hendri berangkat kerja, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan Feli langsung pergi membukanya.
''siapa yah? dan cari siapa?" tanya Feli saat membuka pintu.
"aku Tasya adiknya kak Hendri" ucap Tasya pada Feli.
''oh kamu adiknya Hendri. mari masuk" ucap Feli mempersilahkan tasya masuk.
__ADS_1
''iya kak" ucap Tasya pada Feli kemudian Tasya langsung masuk dan duduk di kursi tamu.
"kenapa Hendri tidak pernah cerita kalau dia punya adik yang secantik kamu'' ucap Feli memuji Tasya. sebenarnya dari saat Feli membuka pintu dan melihat wajahnya Tasya, sebenarnya Feli sudah tau kalau itu adik nya Hendri. karna sebelum Feli masuk di keluarga surya sanjaya, Feli sudah cari tau semua tentang anggota keluarga nya dan apa saja pekerjaannya. tapi Feli hanya pura-pura tidak tau.
''kakak bisa aja. kakak juga cantik" ucap Tasya balik memuji Feli.
"berapa usiamu? kayaknya kita seumuran" tanya Feli pada Tasya.
"aku 22 kak. kalau Kaka?'' tanya tasya balik pada Feli.
"ternyata kita seumuran. aku juga 22 tahun" ucap Feli pada Tasya.
''BTW namanya Kaka siapa?" tanya Tasya pada Feli.
"namaku Feli" ucap Feli pada Tasya.
''oh walaupun kita seumuran aku panggil Kaka kak Feli aja yah soalnya kak Feli kan menikah sama kakakku" ucap Tasya pada Feli.
''baiklah saya setuju-setuju aja" ucap Feli pada Tasya.
''BTW kalau kak Hendri di mana? apa dia belum bangun?" tanya Tasya pada Feli.
''kak Hendri baru aja berangkat kerja" ucap Feli pada Tasya.
''tumben kak Hendri masuk kerja sepagi ini. biasanya itu jam 1 baru dia masuk kerja" ucap Tasya pada Feli.
''masa sih?" ucap Feli pura-pura tidak tau.
''iya kak. karna itu adalah kebiasaan kak Hendri kalau malam hari selalu pergi party dan minum-minum sama teman-teman nya'' ucap Tasya.
''oh'' ucap Feli.
''tapi kak Feli jangan khawatir. karna kak Hendri itu tidak seperti yang di beritakan di luar sana seperti kabar bahwa dia suka gonta ganti perempuan setiap minggunya dan itu tidak benar. memang dia selalu minum-minum dan di temani oleh perempuan-perempuan di luar sana tapi dia tidak pernah mau menyentuh perempuan-perempuan itu. dia hanya minum saja untuk menghilangkan stres nya" ucap Tasya menjelaskan panjang kali lebar pada Feli tentang Hendri.
__ADS_1
''oh yah?" tanya Feli tidak percaya.
''iya kak. kak hendri itu sebenarnya anak yang baik tapi dia melakukan itu semua hanya untuk melampiaskan semua kekesalannya pada papa. jadi kak Feli yang sabar yah mengahadapi sikap buruknya kak Hendri. tapi kemarin saat aku datang kesini, aku lihat dia sedang mencari kak Feli karna dia tidak tau kak Feli pergi kemana. dan kelihatannya kak Hendri sangat khawatir sama kak Feli. aku tidak pernah melihat kak Hendri khawatir seperti itu pada perempuan selama ini selain khawatir padaku" ucap Tasya memberitahu Feli.