
"Kalau tuan Hendri tidak mengajakku. aku akan lapor sama papanya tuan" ucap Feli mengancam Hendri.
"bikin Repot Saja. kalau begitu pergi mandi supaya kamu ikut dengan aku. tapi jangan lama" ucap Hendri pada feli.
''Ok tuan'' ucap Feli senang.
dan Feli langsung masuk kamar dan menuju kamar mandinya untuk mandi. kurang lebih 30 menit. akhirnya dia selesai berpakaian juga. dan terlihat dia memakai baju kaos oblong dan celana jeans dan mengikat rambutnya ala kadar nya. walaupun begitu tapi dia tetap terlihat cantik karna kulitnya putih alami.
"hei, apakah kamu sudah selesai" ucap Hendri meneriaki Feli dari luar kamarnya.
"iya, iya aku sudah selesai" ucap Feli dan dia langsung keluar dari kamarnya.
"sebenarnya Feli lumayan cantik walaupun tidak memakai riasan di wajahnya" ucap Hendri memuji Feli di dalam hatinya.
"dasar cewek miskin, kirain mandinya lama akan menampilkan hasil yang wow ternyata sama aja" ucap Hendri pada feli.
"sabar Feli, kamu harus sabar demi memuluskan rencana mu" ucap Feli di dalam hatinya saat mendengar hinaan dari Hendri. dan Feli hanya membalas hinaan dari Hendri dengan senyuman.
"BTW kamu ambil pakaian yang kamu pake itu dari mana?" ucap Hendri heran. karna seingat Hendri, ia belum pernah pergi menemani Feli untuk mengambil bajunya Feli di tempat tinggalnya Feli.
"oh ini bajuku. aku menyuruh temanku untuk membawakan beberapa bajuku dari tempat tinggal ku sebelum di sini" ucap Feli bohong.
"pokoknya saat ketemu teman-teman ku nanti di tempat pesta, jangan pernah bilang kalau kamu itu istriku" ucap Hendri pada feli.
setelah itu mereka langsung menuju mobil di garasi dan melajukan mobil di setir oleh Hendri. karna Rangga hanya bekerja pada Hendri sebagai supir kalau siang hari saja.
Kurang lebih 1 jam waktu yang di habiskan untuk sampai di salah satu hotel ternama tempat dia di undang. sesampainya di hotel, mereka berdua langsung masuk. saat masuk, Feli sedikit kaget karna suasana hotel sudah seperti di diskotik. ternyata 1 gedung hotel sudah di sewa oleh temannya Hendri khusus untuk party.
"kamu pasti kaget kan. karna kamu tidak pernah datang di tempat seperti ini" ucap Hendri merendahkan Feli. karna di kepalanya Hendri, bahwa feli adalah gadis miskin, yang tidak akan pernah menginjakkan kaki di hotel mewah seperti itu apalagi untuk menghadiri party.
"Aku sih selalu ikut kak Marcel Marcel pergi party sama teman-teman nya" ucap Feli di dalam hatinya.
__ADS_1
walaupun Feli sering ikut kakaknya party tapi kakaknya sangat menjaganya.
Saat mereka sudah di dalam tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Hello sob. kirain kamu nggak datang" ucap teman Hendri yang bernama Bram.
''Masa sih aku nggak datang" ucap Hendri pada Bram.
"tuan Hendri aku tunggu di situ" ucap Feli pada Hendri dan memotong obrolan Hendri dan temannya dan Feli duduk di salah satu kursi kosong yang tidak jauh dari tempat Hendri berdiri dengan temannya.
"BTW itu siapa?" ucap Bram bertanya pada hendri tentang Feli.
"biasa. penguntit sewaan papa ku. kamu Taukan seperti biasa pasti dia di gaji sama papa ku untuk nguntitin aku" ucap Hendri pada Bram.
"kalau bukan karna untuk membalaskan dendam ku pada keluargamu. saya juga tidak mau masuk di dalam keluarga laknat seperti ini" ucap Feli di dalam hatinya. karna dia mendengar semua yang Hendri katakan pada temannya tentangnya.
"tapi menurutku penguntit sewaan papamu cantik juga. hati-hati nanti juga kamu suka" ucap Bram pada Hendri.
"dia bukan tipeku. lihat saja penampilannya kampungan begitu" ucap Hendri pada Bram.
"kamu suka sama dia" ucap Hendri pada Bram.
''tidaklah. akukan sudah punya cewe. senakal-nakal nya aku. aku orangnya setia dan hanya nakal saja sama 1 cewe" ucap Bram pada Hendri.
''oh yah. ngaku setia tapi kamu belum juga tuh nikahin cewe mu" ucap Hendri pada Bram.
"nanti juga aku nikahin tapi masih tunggu moment yang tepat'' ucap Bram.
"aku doain semoga secepatnya" ucap Hendri.
"amin. BTW aku samperin teman-teman yang lain dulu yah" ucap Bram pada Hendri setelah itu Bram pergi.
__ADS_1
setelah Bram pergi, tiba-tiba ada 2 wanita yang menghampiri Hendri.
"hei Hendri, mau kita temanin minum?" tanya 2 orang wanita yang menghampiri hendri.
"boleh" ucap Hendri dan Hendri memilih tempat duduk yang tidak jauh dari tempat duduknya Feli. posisi duduknya hendri yaitu di tengah perempuan-perempuan yang mengajaknya minum itu.
"ternyata semua berita di luar sana tentang dia, itu benar semua. dia suka menghambur-hamburkan uangnya untuk di temani wanita-wanita nggak jelas" ucap Feli di dalam hatinya. saat melihat Hendri di kelilingi 2 perempuan.
tidak terasa saat Feli melihat jam di tangannya sudah menunjukkan jam 12 malam. akhirnya Feli menghampiri hendri dan terlihat Hendri sudah sangat mabuk karena sudah terlalu banyak minuman beralkohol yang ia minum.
"tuan sudah malam, ayo kita pulang" ucap Feli pada Hendri.
"sebentar lagi" ucap Hendri.
"kalau papanya tuan tau pasti dia akan menyuruh anak buahnya ke sini" ucap Feli berbisik di telinga nya Hendri. setelah mendengar ucapan Feli, Hendri langsung mau untuk pulang. saat berjalan Hendri sudah di bantu oleh Feli karna sudah tidak bisa jalan sendiri karna sudah terlalu mabuk.
"aku pulang dulu" ucap Hendri pada 2 perempuan yang menemaninya minum.
"oh Hendri nggak asyik malam ini" ucap 2 perempuan itu.
"maaf yah malam ini aku nggak bisa tidur bareng kalian" ucap Hendri sambil berjalan menuju parkiran di bantu oleh Feli dan meninggalkan 2 perempuan yang menemani Hendri minum.
"pasti kalau tidak ada aku, dia sudah tidur sama 2 wanita penghibur itu" ucap Feli di dalam hatinya.
saat tiba di parkiran Hendri langsung masuk ke dalam mobil. dan akan di setir oleh Feli. tapi saat Feli baru akan melajukan mobilnya, tiba-tiba ada yang berdiri di depan mobilnya untuk menghentikan mobilnya untuk jalan yaitu 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
"siapa mereka berani-beraninya menghalangi jalan ku" ucap Feli kesal dan Feli langsung keluar dari mobil sedangkan Hendri terlihat sudah tidur karna saking mabuknya.
"siapa kamu berani-beraninya membawa Hendri dan mengendarai mobilnya Hendri" ucap Sarah pada Feli.
"itu bukan urusanmu. itu adalah urusanku dan Hendri" ucap Feli pada Sarah dan ucapan Feli membuat Sarah emosi.
__ADS_1
"hei saya ini Sarah, temannya Hendri" ucap Sarah pada Feli.
"oh ternyata dia perempuan yang bernama Sarah itu" ucap Feli di dalam hatinya.