DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 32


__ADS_3

''oh maaf pak perusahaan ini sedang tidak membuka lowongan pekerjaan'' ucap karyawan itu pada Hendri.


''apakah CEO nya ada soalnya aku sudah buat janji sama CEO nya'' ucap Hendri bohong pada karyawan itu.


''oh maaf pak, Bu felicia nya tidak masuk kerja hari ini karena dia sedang kurang sehat'' ucap karyawan itu pada Hendri.


''kalau boleh tau nama lengkapnya CEO perusahaan ini siapa?" tanya Hendri penasaran karna selama ini dia mendengar nama istrinya adalah Feli tapi hari ini di sebut Felicia.


''Nama lengkap nya adalah Felicia Putri Wiliam anak dari Marcel wiliam pemilik perusahaan ternama nomor 1 di Asia dan memiliki beberapa perusahaan di luar negeri'' ucap karyawan itu pada Hendri.


''hari ini aku tau bahwa kamu menikah denganku bukan karna uangku. tapi sebenarnya apa tujuan kamu masuk di keluargaku?" ucap Hendri bertanya-tanya di dalam hatinya.


''apakah kamu bisa memberi saya alamatnya Bu Feli. karna ternyata saya lupa bawa hpku padahal dari jauh-jauh hari kita sudah ada janji'' ucap Hendri bohong pada karyawan itu.


''apakah bapak serius sudah buat janji sama Bu Felicia? soalnya saya tidak bisa memberikan alamatnya Bu Felicia pada sembarang orang'' ucap karyawan itu pada Hendri.


''apakah muka seperti saya ini ada tampang seperti seorang penjahat?" ucap Hendri meyakinkan karyawan itu.


''iya juga sih dari kelihatannya dia ganteng dan tidak ada sedikitpun tampang penjahat'' ucap karyawan itu di dalam hatinya.


''setelah itu karyawan itu langsung memberikan alamatnya feli pada Hendri. dan Hendri langsung mencocokkan alamat yang karyawan itu berikan dan dengan alamat yang di berikan oleh anak buah terpercayanya. ternyata saat dilihat hasilnya sama. dan Hendri langsung menuju alamatnya Feli.


di apartemennya Feli, feli terlihat sedang istirahat dan mendengar musik pakai handset di dalam kamarnya.


''sayang kamu harus kuat, mama akan menjagamu walaupun papamu mungkin tidak mengetahui kehadiranmu di rahimku'' ucap Feli sambil mengusap-usap perutnya yang masih raya.


beberapa menit setelahnya, akhirnya Hendri sampai di apartemennya Feli.

__ADS_1


''oh ternyata kamu tinggal di sini'' ucap Hendri di dalam hatinya.


dan saat dia sampai, dia melihat banyak sekali penjaga di luar apartemennya Feli. mereka adalah penjaga yang di bayar oleh marcel untuk menjaga Feli agar tetap aman.


tapi itu tidak membuat hendri menyerah untuk bertemu dengan Feli. Hendri tetap berusaha untuk menerobos masuk dengan mengibuli penjaga dan akhirnya dia sampai di depan kamarnya Feli.


setelah itu Hendri langsung mengetuk pintu kamarnya Feli. tidak lama setelah di ketuk, Feli langsung membukakan pintu dan Hendri langsung menerobos masuk di dalam kamarnya Feli dan dia membungkam mulutnya Feli pake tangannya dan menyandarkannya di dinding sambil menutup pintu dan mengunci pintunya dari dalam.


''sssttt ini aku hendri'' ucap Hendri berbisik di telinganya Feli. awalnya Feli berusaha melawan tapi setelah mendengar bahwa itu adalah suara Hendri diapun tidak melawan lagi dan akhirnya Hendri melepaskan bekapan tangannya di mulut Feli.


''kamu gila, kamu mau mati di tangan anak buahnya Daddy ku?'' ucap Feli saat berbalik pada Hendri karna Hendri membungkam mulutnya Feli dari belakang.


dan saat Hendri melihat Feli yang berbalik menghadapnya, dia sangat kagum karna penampilannya Feli yang sekarang sangat berubah drastis beda dengan penampilan nya yang terakhir saat Feli bersama dia. sekarang penampilannya membuat nya sangat cantik.


''feli aku sangat kangen sama kamu dan anaknya kita yang sedang kamu kandung. aku tau kamu sedang hamil, bi inah yang memberitahuku'' ucap Hendri pada feli sambil memeluk Feli.


''kenapa kamu melakukan ini padaku. kenapa kamu membohongiku padahal aku sangat mencintaimu tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam'' ucap Hendri pada feli. setelah Hendri selesai berbicara Feli langsung menamparnya.


''feli aku mencintaimu'' ucap Hendri untuk kedua kalinya dan Feli kembali menamparnya.


''feli aku serius aku sangat mencintaimu. aku tidak bisa hidup tanpamu'' ucap Hendri pada feli untuk ketiga kalinya dan Feli kembali ingin menamparnya tapi Hendri menahan tangannya dan dia memaksa mencium Feli. awalnya Feli menolak ciuman dari Hendri itu, tapi karna tenaga Hendri lebih kuat darinya jadi dia tidak bisa melawan tenaganya Hendri dia hanya bisa meneteskan air mata. saat Hendri sudah puas mencium Feli, akhirnya dia melepas ciumannya itu dan dia langsung memeluk Feli.


''aku mohon kamu pergi sekarang juga. karna kalau penjaga suruhan Daddy ku tau kamu bisa di bunuh'' ucap Feli pada Hendri.


''aku ingin penjelasan dari semua yang telah terjadi dan aku tidak mau mendengar ucapan dari orang. aku ingin mendengar ucapan langsung dari kamu sendiri. kenapa kamu mau menikah denganku dan kenapa kamu ingin menghancurkan perusahaan papaku salah satunya dengan mencuri ide tender waktu itu?" tanya Hendri pada feli.


''keluar sekarang juga atau kamu mau aku teriak dan semua anak buah Daddy ku datang untuk menyerang mu'' ucap feli pada Hendri.

__ADS_1


''ok aku akan keluar sekarang juga. tapi sebelum aku keluar aku mau tanya satu hal sama kamu'' ucap hendri pada Feli.


''mau tanya apa?" tanya Feli pada Hendri.


''apa kamu yang menculik adikku?" tanya Hendri pada feli.


''apa? adikmu di culik? sejak kapan?" tanya Feli pada Hendri.


''ternyata benar kamu tidak tau apa-apa dan kamu bukan penculiknya. dan ingat aku tidak akan pernah menyerah untuk memperjuangkan mu agar kita kembali bersama lagi demi kamu dan anak kita yang sedang kamu kandung'' ucap Hendri pada feli.


setelah itu Hendri langsung keluar dan meninggalkan apartemennya Feli. dan Feli langsung menangis sejadi-jadinya saat Hendri pergi.


''apa yang harus aku lakukan? di sisi lain aku sudah mulai mencintai Hendri. tapi kenapa aku yang harus terluka pada permainanku sendiri. apa yang harus aku katakan pada daddy'' ucap Feli sambil menangis sendirian.


setelah cape menangis, feli kembali mengingat pertanyaan dari hendri padanya tadi tentang adiknya yang di culik oleh seseorang. setelah itu dia mengambil hp nya dan menelpon Aaron.


''halo'' ucap Feli saat Aaron baru mengangkat telponnya.


''ada apa Feli?" tanya Aaron pada Feli.


''apa adik nya Hendri sedang bersama kak Aaron di Amerika?" tanya Feli pada Aaron.


''kakak jujur sama kamu. adiknya Hendri ikut bersama kakak di Amerika'' ucap Aaron jujur pada Feli.


''apa? kenapa Kaka membawanya sejauh itu?" tanya Feli pada Aaron.


''kami sudah menikah di sini'' ucap Aaron pada Feli.

__ADS_1


__ADS_2