
Setelah itu Hendri langsung memutus sambungan telponnya dan coba menelpon nomornya tasya. tapi nomor tasya tidak aktif.
***
sedangkan di hotel terlihat Tasya sudah selesai mandi juga sudah selesai merias diri dan terlihat Aaron pun sudah rapi.
"apakah kamu sudah mau pulang?" tanya Aaron pada Tasya. karna terlihat bahwa Tasya sudah selesai bersiap-siap dan memegang kopernya.
"iya. nanti kakak aku cariin. BTW berapa harga untuk aku nginap di hotel mu?" tanya Tasya pada Aaron.
"astaga Tasya, aku itu bantuin kamu ikhlas. dan anggap saja itu sebagai ucapan permintaan maafku karna aku sudah tidak sengaja menabrak mu kemarin saat di bandara" ucap Aaron pada Tasya.
''terima kasih. BTW kamu udah punya pacar?" tanya Tasya pada Aaron.
"hhh emangnya kenapa?" tanya Aaron pada Tasya.
''tidak kenapa-kenapa, aku hanya tanya saja. kalau tidak di jawab juga tidak apa-apa'' ucap Tasya pada Aaron.
"Aku belum punya pacar. BTW aku sudah memesankan taksi untuk mengantarmu. maaf aku tidak bisa mengantarmu. karna aku harus meeting dengan klien penting pagi ini. dan ini kartu namaku sudah ada nomor hp ku di situ, kalau kamu butuh bantuan nanti hubungi aku saja" ucap Aaron pada Tasya sambil memberikan kartu namanya pada Tasya.
"ok. nanti aku miscall di nomor kamu yang ini supaya kamu simpan dengan nomor ku di hp mu'' ucap Tasya pada Aaron sambil mengambil kartu nama yang di berikan oleh Aaron padanya.
setelah itu Aaron langsung mengantar Tasya dan memegang kopernya Tasya sampai di depan taksi, setelah itu Tasya langsung masuk di dalam mobil dan dia langsung meninggalkan hotelnya Aaron menuju apartemennya Hendri Sanjaya.
kurang lebih 30 menit di perjalanan, akhirnya tasya sampai di apartemennya hendri Sanjaya. setelah sampai Tasya langsung masuk dan meninggalkan kopernya di dalam taksi. karna dia menyuruh taksi yang ia tumpangi untuk menunggunya Sampai dia keluar dari apartemennya Surya.
"surprise" ucap Tasya saat masuk dan mengagetkan Hendri.
__ADS_1
"astaga Tasya. Kaka udah mulai khawatir. kata papa kamu udah tiba di Indonesia dari kemarin siang. tapi aku baru tau kabarnya hari ini. aku telpon ke ART nya papa, katanya kamu belum ke sana. dari mana saja kamu? aku telpon di nomor mu tapi nomor hp kamu tidak aktif" ucap Hendri pada Tasya.
''maaf kak aku tidak kasih kabar. soalnya hp aku lowbat. dan tidak ada yang menjemputmu dari bandara. jadi aku nginep di hotel temannya aku" ucap Tasya pada Hendri.
"teman kamu laki-laki atau perempuan?" tanya Hendri pada Tasya.
"tidak mungkin aku harus bilang pada Kaka kalau teman aku itu laki-laki" ucap Tasya di dalam hatinya.
"teman aku perempuan lah kak, masa laki-laki'' ucap Tasya bohong pada Hendri. karna kalau dia jujur, dia takut di marahi oleh Hendri.
"Oh baguslah kalau begitu" ucap Hendri pada Tasya.
"BTW aku lihat mukanya Kaka, kayaknya Kaka sedikit khawatir. dan aku tebak kakak bukan hanya khawatir soal aku yang belum pulang dari kemarin" ucap Tasya pada Hendri. dan Tasya coba menebak karna ekspresi Hendri terlihat sangat jelas bahwa ia sedang khawatir.
''iya kamu benar. karna selain aku khawatir sama kamu yang belum muncul juga, aku juga khawatir karna Feli pergi tanpa ijin. dan kakak tidak tau kalau dia kemana" ucap Hendri pada Tasya.
''Feli itu istriku. yang papa jodohkan sama aku'' ucap Hendri pada Tasya.
"kakak sudah menikah tapi kok papa tidak pernah memberitahuku. kakak juga kenapa tidak pernah bilang sama aku. kenapa aku tidak di undang saat Kaka menikah" ucap Tasya sedikit kesal pada Hendri. karna Tasya tidak di beritahu oleh Hendri dan Surya tentang pernikahannya Hendri.
"aku menikah sama Feli itu karna permintaannya papa dan aku meminta sama papa untuk di lakukan secara tertutup. jadi tidak ada yang tau kalau aku sudah menikah" ucap Hendri menjelaskan semuanya pada Tasya.
''tapi walaupun katanya Kaka kalian menikah karna di jodohkan, tapi aku lihat dari mukanya Kaka, sepertinya Kaka khawatir karna istrinya Kaka pergi tanpa ijin dari Kaka. selama ini aku belum pernah lihat kakak khawatir seperti ini sama yang namanya perempuan selain aku. jangan-jangan kakak sudah jatuh hati yah sama istrinya kaka" ucap Tasya pada Hendri.
''jujur iya. awalnya aku menikah sama Feli karna terpaksa. tapi untuk beberapa hari belakangan ini aku sudah mulai suka sama dia" ucap Hendri jujur pada Tasya.
"terus kalau kaka sudah suka sama istrinya Kaka, jadi bagaimana dengan Sarah?" tanya Tasya pada Hendri.
__ADS_1
''kan kamu juga tau kalau aku sama Sarah itu hanya berteman saja tidak lebih" ucap Hendri pada Tasya.
"oh gitu. BTW Kaka harus keluar untuk cari kak Feli. dan aku mau pulang dulu ke apartemennya papa. karna aku tidak bisa lama-lama soalnya ada taksi yang nungguin aku di depan dan salah satunya aku takut ganggu'' ucap Tasya menggoda Hendri.
''dasar anak kecil" ucap Hendri sambil menjepit hidungnya tasya pake jari tengah dan telunjuknya.
setelah itu Tasya pamit dan keluar dari apartemennya Hendri dan menuju apartemennya Surya. dan beberapa menit setelah Tasya keluar, Hendri pun keluar untuk mencari Feli tapi Hendri tidak menemukan Feli.
siang hari saat Feli terbangun dari tidurnya, dia menyadari bahwa dia sedang berada di apartemennya dan telah ketiduran karna karna cape menangis. dan saat dia melihat jam di dinding, ternyata sudah jam 1 siang.
setelah itu dia langsung bangun dan masuk kedalam kamar mandi untuk mandi. karna dari tadi pagi ia belum mandi. setelah selesai mandi dan berpakaian, dia langsung menelpon mang Ujang.
"mang ujang tolong belikan aku makanan di tempat biasa aku makan. kalau udah langsung antar saja ke kamarku." ucap Feli pada mang ujang di balik telpon.
"baik non" ucap mang Ujang pada Feli.
setelah itu sambungan telponnya terputus. dan mang Ujang langsung pergi membelikan Feli makanan di tempat biasa Feli pergi makan.
setelah membeli makanan, mang Ujang langsung membawakan Feli makanan di kamarnya dan sesampainya di depan kamar, mang Ujang langsung mengetuk pintu kamarnya Feli.
(Tok...tok...tok...) suara saat mang Ujang mengetuk pintu kamarnya Feli.
"Non ini makanannya" ucap mang Ujang saat mengetuk pintu kamarnya Feli dari luar. dan saat mendengar suara mang Ujang Feli langsung membuka pintu
"makasih yah mang untuk makanan nya" ucap Feli pada mang ujang sambil mengambil makanannya.
setelah itu mang Ujang langsung pulang. dan feli kembali menutup pintu kamarnya dan mengunci pintunya.
__ADS_1