DILEMA DENDAM DAN CINTA

DILEMA DENDAM DAN CINTA
Bab 17


__ADS_3

karna setiap keluar Feli selalu mengunci pintu kamarnya. karna dia takut Hendri masuk dan menemukan sesuatu yang ia sembunyikan di kamarnya.


''dimana kunci kamarmu" tanya Hendri pada feli. tapi tidak di jawab oleh Feli.


dan akhirnya Hendri membawa Feli ke dalam kamarnya tujuannya Hendri agar Feli bisa istirahat di kamarnya. tapi ternyata sesampainya mereka di dalam kamarnya Hendri, Feli langsung spontan membuka baju dan menarik Hendri ke atas tempat tidur. saat sudah di atas tempat tidur, Hendri pun tidak tahan lagi apalagi saat melihat tubuh Feli bertelan...jang dan terlihat tubuhnya Feli yang sangat indah dan kulitnya yang putih mulus itu semua meruntuhkan ke keimanannya hendri. dan terjadilah wik... wik... wik...😁


***


keesokan harinya saat Feli bangun dia melihat ke sekelilingnya dan menyadari bahwa dia sedang tidak berada di dalam kamarnya.


ketika dia melihat ke arah lantai langsung terlihat beberapa pakaian yang berserakan di sana. lalu dia menyadari bahwa dirinya tidak memakai pakaian sehelai benangpun di tubuhnya.


parahnya lagi saat dia melihat ke sampingnya ternyata di sebelahnya ada Hendri yang masih tidur dan sama-sama bertelanjang.


setelah itu feli langsung bangun dari tidurnya dan kembali memakai pakaiannya kemudian dia segera keluar dari kamarnya Hendri dan menuju kamarnya.


ternyata kamarnya terkunci dan dia baru ingat bahwa kunci kamarnya ada di dalam tasnya.


"tasku pasti ada di dalam mobilnya Hendri" ucap feli dalam hatinya.


setelah itu dia langsung ke garasi mobil dan mengambil tasnya di dalam mobil untuk mengambil kunci kamarnya.


saat dia masuk di kamarnya, dia langsung mengganti pakaiannya setelah itu dia keluar dari apartemennya dan menelpon mang Ujang supir pribadinya yang Marcel siapkan untuknya. hanya beberapa menit saja supirnya langsung menjemputnya dan Feli langsung masuk ke mobil.


"non Feli mau kemana. kok tumben non feli menelpon sepagi ini. apakah ada masalah?" tanya mang Ujang pada Feli saat ia sudah masuk ke dalam mobil.


"antar aku pulang ke apartemen saja. aku capek aku mau istirahat'' ucap Feli pada mang ujang.


''baik non" ucap mang Ujang pada Feli.

__ADS_1


sesampainya di apartemen Feli langsung masuk di kamarnya dan mengunci pintu kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menangis sejadi-jadinya.


"Apa yang harus aku lakukan. apa yang harus aku katakan pada Daddy. aku sudah tidak suci lagi dan bagaiman kalau aku tiba-tiba hamil" ucap Feli pada dirinya sendiri sambil menangis. saat Feli sudah cape menangis dia pun tertidur.


sedangkan di apartemennya Hendri, terlihat Hendri baru bangun dan dia menyadari bahwa semalam telah terjadi sesuatu di antara dia dan Feli.


"dimana Feli. apa dia sudah bangun duluan" ucap Hendri di dalam hatinya karna dia melihat ke sampingnya sudah tidak ada Feli di sana.


saat dia bangun, dia melihat sprei nya ada bercak darahnya.


"darah apa ini. apa Feli masih suci. astaga ternyata Feli adalah perempuan yang masih suci. tidak seperti apa yang aku bayangkan seperti pada awal aku ketemu dia" ucap Hendri pada dirinya sendiri.


setelah itu dia keluar dari kamarnya dan pergi ke kamarnya Feli untuk mencari Feli. tapi ternyata Feli juga tidak ada di kamarnya.


''kemana dia apakah dia marah padaku?" ucap Hendri pada dirinya sendiri.


setelah itu Hendri mencoba menghubungi hpnya Feli. tapi nomornya Feli tidak aktif. dan Hendri kembali mengingat kejadian semalam walaupun dia sering di gosipkan Gonta ganti pasangan setiap minggunya, tapi itu adalah pertama kalinya dia melakukan hubungan **** dengan seorang wanita. karna dia memang Gonta ganti wanita setiap minggunya, tapi hanya untuk menanganinya minum alkohol saja tidak lebih.


"aku harus mencari dia kemana, aku tidak tau siapa temannya, siapa keluarganya. oh aku tanya papa saja" ucap Hendri dan Hendri langsung mengambil hpnya dan menghubungi papanya.


"halo pa" ucap Hendri pada Surya saat Surya mengangkat telponnya.


''tumben kamu telpon papa" ucap Surya pada Hendri di balik telpon.


"aku mau tanya sesuatu sama papa. papa tau tidak rumahnya Feli sebelum dia menikah dengan aku" tanya Hendri pada Surya.


''papa tidak tau. intinya dia itu anak yang sudah tidak punya orang tua. dan mungkin saja untuk tempat tinggal dia hanya kos" ucap Surya pada Hendri.


"terus kalau teman-teman nya ada yang papa tau tidak?" tanya Hendri lagi pada Surya.

__ADS_1


"tidak juga. intinya tidak ada satu pun yang papa tau tentang Feli" ucap Surya pada hendri.


''astaga papa ini. ternyata menikahkan ku dengan orang yang papa sendiri tidak tau apa latar belakangnya dan siapa keluarganya" ucap Hendri pada Surya.


"emang ada apa kamu tanya soal Feli?" tanya Surya pada Hendri.


"tidak ada apa-apa pak. Hendri hanya ingin tau saja sedikit tentang Feli" ucap Hendri bohong pada Surya.


''jadi bagaimana dengan adik mu. siapa yang menjemputnya kemarin di bandara. apa kamu pergi menjemputnya?" tanya Surya pada Hendri.


''apa? emang Tasya sudah balik ke Indonesia?" tanya Hendri pada Surya.


''astaga Hendri, kemarin kan papa sudah mengirim pesan sama kamu agar kamu pergi menjemput adikmu di bandara saat siang hari" ucap Surya pada Hendri.


"hhh aku lupa kalau ternyata kemarin aku sudah menjemputnya di bandara" ucap Hendri bohong pada Surya karna takut di marahi oleh Surya.


"apa sekarang Tasya bersama kamu?" tanya Surya pada Hendri.


"oh tasya lagi keluar pa. sudah dulu yah pa?" ucap Hendri pada Surya. dan Hendri langsung memutus sambungan telpon dari Surya.


"aku harus mencari Feli dimana dan bagaimana dengan Tasya, kata papa dia sudah ada indonesia sejak kemarin siang, tapi kenapa aku Samapi tidak tau dan papa bilang dia sudah mengirim pesan padaku tapi aku tidak mendapat 1 pesan apapun tentang kabar datang nya Tasya di Indonesia" ucap Hendri pada dirinya sendiri.


tidak lama setelah sambungan telpon dari surya putus dia kembali menghubungi ART yang bekerja di apartemen papanya.


"halo bi, apa non Tasya sudah ada di apartemennya papa?" tanya hendri pada ART yang bekerja di apartemennya surya.


"belum tuan, emangnya non Tasya sudah balik ke Indonesia?" tanya balik ART pada Hendri.


"iya dia sudah tiba di Indonesia kemarin siang" ucap Hendri pada ART itu.

__ADS_1


"maaf tuan, tapi non Tasya belum sampai di sini sampai sekarang" ucap ART pada Hendri.


__ADS_2