
''kebetulan papa aku lagi ada urusan lain, jadi aku yang mewakili beliau untuk menghadiri pesta ini'' ucap Hendri pada pak ginanjar.
''kenalin ini anak saya yang pertama namanya Rama'' ucap Ginanjar memperkenalkan anaknya pada Hendri.
''kenalin aku hendri'' ucap Hendri sambil mengulurkan tangannya pada Rama untuk bersalaman.
''aku Rama'' ucap Rama pada Hendri sambil bersalaman dengan Hendri.
''dan ini anak perempuan om yang paling cantik namanya mawar'' ucap pak Ginanjar memperkenalkan anak keduanya pada Hendri.
''ah papa ini terlalu berlebihan'' ucap mawar malu karna ucapan papanya.
''saya Hendri'' ucap Hendri kembali mengulurkan tangannya pada mawar untuk bersalaman.
''saya mawar'' ucap mawar pada Hendri dan mereka berdua bersalaman.
''senang bertemu dengan kalian ucap Hendri pada pak Ginanjar dan kedua anaknya.
''papa ternyata anak temannya papa ganteng juga'' ucap mawar berbisik di telinga pak Ginanjar.
''kamu suka?" tanya pak Ginanjar dengan berbisik di telinganya mawar.
''iya pa'' ucap mawar pada pak Ginanjar dengan nada bicara berbisik.
''nanti papa atur'' ucap pak Ginanjar berbisik di telinganya mawar. dan itu membuat mawar langsung senyum karna saking senangnya mendengar ucapan pak Ginanjar.
di tengah perbincangannya mereka, terlihat Feli baru tiba di acara. dan saat Feli masuk semua mata tertuju pada Feli karna saking kagumnya orang pada kecantikannya Feli. termaksud pak Ginanjar, Rama, mawar dan juga Hendri.
''astaga cantik sekali'' ucap salah seorang tamu undangan karna kagumnya saat melihat Feli masuk.
''ternyata benar memang ada Hendri di sini'' ucap Feli di dalam hatinya.
__ADS_1
walaupun Feli sudah melihat bahwa ada Hendri di acara itu dan sedang mengobrol dengan tuan rumah di acara itu, tapi Feli tetap menuju ke arah tuan rumah yang sedang buat acara itu tanpa peduli dengan keberadaannya Hendri. tapi sebelum Feli menyapa tuan rumah rumah yang buat acara itu duluan, Rama sudah menyapa Feli duluan.
''hay Feli apa kabar lama tidak ketemu kamu tambah cantik aja'' ucap Rama saat menyapa Feli sambil meluk Feli dan cipika cipiki. saat melihat moment itu membuat Hendri sedikit terbakar api cemburu. tapi Hendri berusaha menahannya.
''alhamdulilah baik'' ucap Feli pada Rama.
''pa ini Feli, anak temannya papa anaknya Marcel Wiliam'' ucap Rama sambil memperkenalkan Feli pada Ginanjar.
''hai om apa kabar?" ucap Feli menyapa pak Ginanjar.
''alhamdulilah baik. hampir saja om tidak mengenali kamu lagi karna sudah lama kita tidak ketemu. sekarang kamu sudah tambah cantik'' ucap Ginanjar memuji penampilannya Feli.
''makasih om'' ucap Feli pada pak Ginanjar sambil tersenyum.
''oh ya Feli, ini adik aku namanya Mawar dan di sampingnya itu namanya Hendri anak temannya papaku'' ucap Ginanjar memperkenalkan mawar dan Hendri pada feli.
''aku feli'' ucap Feli memperkenalkan diri sambil memeluk mawar dan cipika-cipiki.
''emang kenapa?" tanya Feli pada mawar.
''asal kamu tau, kak Rama itu sering ceritain kamu ke aku dan katanya dia itu kangen sekali ingin ketemu sama kamu apa lagi kan sudah lama Klian tidak pernah ketemu lagi'' ucap mawar pada Feli. dan saat mendengar ucapannya mawar Feli dan Rama langsung saling melihat ke arah satu sama lain kemudian mereka ketawa karna perkataannya mawar di anggap lucu oleh mereka. dan semua itu membuat Hendri yang mendengar tambah terbakar api cemburu tapi dia tetap masih menahannya.
''bagaimana kabar Daddy kamu di amerika?'' tanya pak Ginanjar pada Feli.
''alhamdulilah Baim om'' ucap Feli pada pak Ginanjar.
''kamu sudah lama di Indonesia? om kira kamu masih di amerika'' ucap pak Ginanjar pada Feli.
''aku baru sekitaran 4 bulan om di Indonesia. kebetulan Daddy menyuruhku datang di Indonesia untuk membantunya mengurus perusahaannya di sini karna tidak ada yang mengurusnya'' ucap Feli pada pak Ginanjar.
''semakim kesini aku semakin penasaran sama kamu. sebenarnya kamu itu siapa, kamu masuk di kehidupan keluargaku seperti gadis yang tidak punya apa-apa dan tidak bisa ngapa-ngapain ternyata kamu tidak seperti itu'' ucap Hendri di dalam hatinya karna semua obrolannya Feli masih saja di saksikan oleh Hendri.
__ADS_1
''rama kamu harus contoh Feli. kamu harus banyak belajar dari Feli walaupun masih muda tapi dia sudah bisa membantu daddy nya untuk mengurus perusahaan. beda dengan kamu yang hanya bulak balik ke luar negeri hanya untuk menghambur-hamburkan uang papa saja'' ucap pak Ginanjar pada Rama.
''iya pa nanti aku minta sama Feli untuk ngajarin aku untuk menjadi anak yang baik'' ucap Rama pada pak Ginanjar. dan itu membuat Feli ketawa saat mendengar ucapannya Rama pada papanya.
setelah beberapa menit selesai mereka berbincang-bincang, pesta langsung di mulai.
''silahkan nikmati pestanya'' ucap pak Ginanjar pada orang sekelilingnya termaksud Feli dan Hendri.
''feli, dansa yuk'' ucap Rama mengajak Feli.
''aku tidak mau kak, aku lagi malas dansa'' ucap Feli menolak ajakan nya Rama untuk berdansa.
''ayolah fel sekali saja. biar Hendri dansa sama mawar dan aku dansa sama kamu'' ucap Rama pada Feli.
''ayo kak Hendri kita dansa'' ucap mawar mengajak Hendri dansa dengan nya. dan Hendri mau untuk berdansa sama mawar. setelah melihat Hendri berdansa sama mawar, Feli langsung mau berdansa sama Rama.
dan saat Hendri melihat Feli berdansa dengan Rama itu sangat membuat Hendri sangat marah di dalam hati nya karna terbakar api cemburu.
ada moment posisi bertukar pasangan saat dansa dan Rama langsung dansa dengan mawar dan Feli berdansa dengan Hendri.
''bagaimana menurut kamu, apa Feli cantik?" tanya Rama pada mawar.
''iya kak, Feli cantik sekali. kakak harus bisa berjodoh dengan feli'' ucap mawar pada Rama.
''ok nanti kakak atur'' ucap Rama pada mawar.
sedangkan terlihat Hendri senang sekali bisa berdansa dengan Feli dan bisa berdekatan langsung dengan nya.
''kamu cantik sekali malam ini. tapi aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain selain aku. karna kamu hanya milik aku'' ucap Hendri pada feli.
tapi tidak di jawab oleh Feli. dia hanya melanjutkan dansa nya saja dan melihat ke arah lain.
__ADS_1
''kamu jawab aku. kamu datang dengan siapa?" tanya Hendri pada feli. tapi Feli tidak menjawab lagi pertanyaan nya Hendri. dan Feli langsung berhenti berdansa dan berusaha menjauh dari Hendri karna Feli mual saat mencium aroma tubuh nya Hendri tapi berusaha di tahan oleh Feli karna dia tidak mau ada yang tau kalau dia sedang hamil.