
"jangan bilang siapa-siapa dulu yah bi. terutama sama tuan Hendri" ucap Feli pada bi Inah.
''baik non" ucap bi Inah pada Feli.
''bi, aku nitip satu lagi kalau bibi ke pasar" ucap Feli pada bi Inah.
''emang non Feli mau nitip apa lagi?" tanya Bi Inah pada Feli.
''kalau bibi ke pasar, kalau pulang tolong singgah dulu di apotik beliin aku testpack'' ucap Feli pada bi Inah.
''iya non'' ucap bi Inah pada Feli.
setelah itu bi Inah langsung ke pasar untuk belanja keperluan dapur dan sekalian membelikan Feli buah-buahan untuk rujak.
setelah bi Inah selesai belanja, dia langsung segera pulang tapi tidak lupa dia singgah dulu di apotik baru langsung pulang. saat bi inah sudah tiba di apartemennya Hendri, Feli langsung menghampirinya.
''bi, apa ada testpack?" tanya Feli pada bi Inah.
''ada non'' ucap bi inah pada Feli dan bi Inah langsung memberikan testpack nya pada Feli.
''bi Inah aku masuk dulu. tapi bi Inah jangan lupa bikinkan aku rujak yah" ucap Feli pada bi Inah.
''iya non'' ucap bi Inah pada Feli. setelah itu feli langsung pergi ke kamarnya dan dia masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan tes. soalnya kebetulan semenjak bangun pagi dia belum mengkonsumsi apa-apa.
setelah 10 menit dia menunggu akhirnya keluar juga hasilnya dan ternyata hasilnya positif.
"astaghfirullah, apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku katakan pada Daddy dan kak aaron'' ucap Feli sambil menangis di dalam kamar mandi.
setelah Feli cape menangis di dalam kamar mandi, dia langsung mencuci mukanya agar tidak di tau oleh Bi inah kalau dia habis menangis. setelah itu dia langsung keluar menghampiri bi Inah di dapur untuk mencicipi rujak yang di buat oleh Bi inah untuknya.
''bi, sudah rujaknya?" tanya Feli pada bi Inah.
''sudah non silahkan di makan'' ucap bi Inah pada Feli. dan Feli langsung memakannya.
__ADS_1
''apa non Feli sudah melakukan test? apa hasilnya non?" tanya bi Inah pada Feli di sela-sela Feli makan rujak.
tanpa menjawab pertanyaannya bi Inah, Feli langsung memberikan hasil tesnya pada bi Inah.
''Ini garisnya dua. berarti non Feli hamil. pasti tuan Hendri sangat senang kalau mengetahui ini '' ucap bi Inah pada feli saat melihat hasil test dari Feli yang menunjukkan 2 garis biru.
''bi aku mohon sama bibi, jangan beritahu siapa-siapa kalau aku sedang hamil apalagi pada papanya Hendri. kalau soal Hendri nanti aku saja yang akan beritahu sendiri. karena aku ingin kasih kejutan untuk Hendri" ucap Feli pada bi Inah.
''baik non'' ucap bi Ina pada Feli.
setelah menghabiskan rujak yang bi Inah buat untuk nya, Feli langsung kembali ke dalam kamar untuk mandi setelah itu, dia langsung melanjutkan tidurnya.
***
sedangkan di perusahaan, Hendri sedang berada di dalam ruangan kerjanyanya dan terlihat dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. sedangkan di luar ruangannya, terlihat semua karyawan di perusahaan sedang menyambut kedatangannya Surya Sanjaya yang baru datang dari luar negeri. awalnya semua karyawan kaget karna kedatangan Surya secara tiba-tiba tanpa ada kabar dulu.
"apakah Hendri sudah tidak malas lagi datang di perusahaan?" tanya Surya pada salah satu karyawan di perusahaannya.
''pak Hendri sudah rajin masuk pak. semenjak pak Surya keluar negeri dan asisten barunya masuk, pak Hendri sudah rajin datang di perusahaan dan dia sudah datang dari pagi-pagi" ucap karyawan itu pada Surya.
''namanya Feli. katanya pak Hendri, pak Surya yang mengangkatnya sebagai asistennya Hendri'' ucap karyawan itu pada Surya.
''bagus ternyata tidak sia-sia aku membayar Feli untuk menikah dengan Hendri. tapi sekarang Hendri sudah bisa mendengar ucapanku untuk mengurus perusahaan, jadi tugas Feli sudah selesai. aku akan menyuruh Hendri untuk menceraikan feli'' ucap Surya di dalam hatinya.
setelah itu, Surya langsung pergi ke ruangannya Hendri.
tok... tok... tok... (suara saat surya mengetuk pintu ruangannya hendri).
''masuk'' ucap Hendri saat mendengar suara orang mengetuk pintunya.
''apa kabar Hendri?" ucap Surya pada Hendri saat dia masuk di ruangannya Hendri.
''kapan papa datang dari luar negeri?" tanya Hendri saat melihat Surya.
__ADS_1
''papa baru tiba pagi ini" ucap Surya pada Hendri.
''oh. kenapa papa tidak memberiku kabar tentang kepulangannya papa ke Indonesia?" tanya Hendri pada surya.
''papa hanya ingin kasih kamu kejutan saja. btw bagaimana keadaan perusahaan?'' tanya Surya pada hendri.
''alhamdulilah sudah mulai membaik beberapa saat lalu ketika kita kalah tender itu sangat mempengaruhi harga saham dan kita memiliki kerugian yang cukup banyak" ucap Hendri pada Surya.
''ternyata dia sudah bisa menangani masalah dalam perusahaan. tidak sia-sia aku membuang-buang uang untuk membayar feli'' ucap Surya di dalam hatinya.
''ada yang papa ingin bicarakan sama kamu" ucap Surya pada Hendri.
''apa itu pa?" tanya Hendri penasaran.
''papa ingin kamu segera menceraikan feli. karna papa baru tau kalau Feli itu tidak cocok sama kamu" ucap Surya pada Hendri.
''papa bercanda kan'' ucap Hendri pada Surya.
''papa serius Hendri. papa ingin kamu segera menceraikan feli'' ucap Surya mengulangi ucapannya pada Hendri.
''tidak pa. aku tidak mau menceraikan feli. justru Feli adalah perempuan yang sangat cocok untukku. bukankah Feli adalah perempuan pilihannya papa'' ucap Hendri pada Surya.
''memang Feli adalah perempuan pilihannya papa. tapi setelah papa pikir-pikir, Feli tidak sebanding dengan kamu. dan kita tidak tau asal usul keluarga feli. bukankah dari awal kalian menikah, kamu juga ingin segera berpisah dari Feli. dan kamu menikah dengan Feli juga karna terpaksa'' ucap Surya pada Hendri.
''awalnya memang iya. tapi untuk saat ini aku sudah terlanjur cinta dan sayang sama feli'' ucap Hendri jujur pada Surya.
''anak ini memang keras kepala. kalau kamu tidak mau melepas dia, maka papa yang akan bertindak agar dia mau melepas mu dan mau meninggalkanmu'' ucap Surya di dalam hatinya.
setelah mendengar ucapan dari Hendri yang tidak mau menceraikan Feli, akhirnya Surya pergi meninggalkan Hendri sendiri di ruangannya.
***
saat Hendri pulang kerja sudah larut malam. karna Hendri harus mengurus semua urusan kantor dulu dan dia masih harus meeting dengan klien baru dia pulang.
__ADS_1
saat tiba di apartemennya, Hendri langsung masuk dan mencari keberadaanya feli. tapi Hendri tidak melihat keberadaannya Feli di ruang tamu kemudian dia ke dapur tapi dia hanya melihat bi inah saja di dapur.