
''bi, apa Feli sudah tidur?" tanya Hendri pada bi Inah.
''sudah tuan. dia sudah ada di kamar karna sudah cape tungguin tuan dari tadi'' ucap bi inah pada Hendri.
''apa Feli sudah makan?" tanya Hendri pada bi Inah.
''sudah tuan. dia sudah lama tungguin tuan akhirnya dia makan duluan'' ucap bi Inah pada Hendri.
''baguslah kalau dia sudah makan'' ucap Hendri pada bi Inah.
''apa bibi mau siapkan tuan makanan?" tanya bi Inah pada Hendri.
''tidak usah bi. aku sudah makan tadi di perusahaan sebelum pulang'' ucap Hendri pada bi Inah.
setelah itu dia langsung masuk di dalam kamar dan dia melihat Feli sudah tidur pulas. kemudian dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian kantornya dengan piyama tidur.
setelah selesai, dia langsung naik ke atas tempat tidur kemudian dia memeluk istrinya.
''kak Hendri baru pulang?" tanya Feli pada Hendri saat dia menyadari Hendri sudah ada di sampingnya sedang memeluknya.
''iya sayang soalnya banyak pekerjaan di perusahaan dan aku harus meeting sama beberapa klien penting'' ucap Hendri menjelaskan pada feli dengan posisi Hendri masih memeluk Feli.
''ada yang ingin aku bicarakan sama kak hendri'' ucap Feli pada Hendri.
''aku juga ada yang ingin aku bicarakan sama kamu'' ucap Hendri pada feli.
''kalau begitu kak Hendri saja yang duluan bicara. emang kak Hendri mau bicarakan apa?" tanya Feli pada Hendri.
''papa sudah datang dari luar negeri dan tadi papa pergi ke perusahaan menemui ku'' ucap Hendri memberitahu Feli.
''jadi papa sekarang sudah ada di Indonesia?'' tanya Feli pada Hendri.
__ADS_1
''iya sayang sekarang papa sudah ada di indonesia. btw apa yang ingin kamu bicarakan sama aku?'' tanya Hendri pada feli.
''tidak ada. aku hanya ingin bilang kalau aku kangen sama kak Hendri dan aku ingin di peluk sampai aku tidur'' ucap Feli pada Hendri.
''kamu ini semakin hari semakin manja saja'' ucap Hendri pada feli sambil mencium keningnya Feli.
''mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahukan pada Hendri kalau aku sedang hamil" ucap Feli di dalam hatinya.
setelah itu mereka langsung tertidur dengan posisi Feli tidur memakai tangannya Hendri sebagai bantalnya dan ia menenggelamkan wajahnya di dada nya hendri.
***
pagi hari yang cerah, Feli bangun dari pagi-pagi sekali untuk membantu bi Inah memasak dan menyiapkan sarapan untuk Hendri.
setelah masak, Feli langsung pergi di kamar untuk membangunkan Hendri agar bersiap-siap untuk ke perusahaan dan setelah Hendri selesai bersiap-siap, mereka langsung pergi ke dapur untuk sarapan. tapi hanya Hendri saja yang makan.
''kamu tidak makan?" tanya Hendri pada feli.
''aku lagi nggak napsu makan kalau dari pagi-pagi" ucap Feli pada Hendri.
"mungkin karna pengaruh maag aku lagi kambuh jadi aku kurang napsu makan tapi setelah istirahat dan minum obat pasti akan kembali membaik lagi" ucap Feli bohong pada Hendri.
''sayang hari ini aku pulang cepat. jam 2 siang aku sudah pulang'' ucap Hendri pada feli.
''tumben kak Hendri pulang cepat" ucap Feli pada Hendri.
''aku ingin jemput kamu supaya kita ke apartemennya papa" ucap Hendri pada feli.
''iya kak aku ikut aja'' ucap Feli pada Hendri.
setelah sarapan, Hendri langsung berangkat kerja. seperti biasa selalu di temani oleh Rangga.
__ADS_1
setengah jam setelah Hendri berangkat kerja, tiba-tiba Surya Sanjaya datang menghampiri Feli di apartemennya Hendri. sesampainya Surya di apartemennya Hendri, Surya langsung masuk tanpa mengetuk pintu. karna Surya tau sandi apartemennya Hendri.
saat Surya masuk, terlihat Feli lagi duduk di ruang tamu di temani oleh Bi inah sedang menonton tv.
''kapan tuan tiba di Indonesia?" tanya Feli pada Surya saat melihat Surya. seakan-akan dia tidak tau kalau surya sudah kembali.
setelah bi Inah melihat kedatangannya Surya, bi Inah langsung pamit ke dapur untuk membuatkan minum untuk Surya.
''aku tiba kemarin. apa Hendri tidak memberitahumu kalau aku sudah kembali ke sini?" tanya Surya pada Feli.
''hendri tidak memberitahu ku tuan" ucap Feli bohong pada Surya.
''kenapa selama 1 bulan belakangan ini kamu tidak pernah lagi mengirimiku informasi tentang Hendri?" tanya Surya pada Feli.
''karna hp ku rusak tuan. jadi aku tidak sempat memberi tuan informasi tentang Hendri'' ucap Feli bohong pada Surya.
''mulai sekarang aku mau kamu meninggalkan Hendri'' ucap Surya pada Feli.
''tapi tuan apakah itu tidak terlalu cepat? tuan bisa lihat sendiri bukankah Hendri sudah banyak berubah dan dia sudah banyak mendengar apa kata tuan terutama dia sudah mau mengurus perusahaan dan sudah mulai rajin masuk perusahaan" ucap Feli pada Surya.
''sebab karna itu, kenapa aku menyuruhmu untuk segera tinggalkan hendri. karna semua keinginanku sudah tercapai dia sudah mendengarkan apa kataku dan sekarang aku tidak butuh kamu lagi'' ucap Surya pada Feli.
''tapi tuan, apakah tuan yakin semua keinginannya tuan sudah tercapai tentang hendri dan tuan tidak lagi membutuhkanku?'' ucap Feli mencoba merayu Surya.
''aku sangat yakin aku tidak butuh bantuan kamu lagi. dan sekarang kamu hanya punya 2 pilihan. kamu meninggalkan Hendri sekarang dan kamu masih tetap bisa hidup atau kamu mau nyawa kamu hilang di tanganku sekarang juga'' ucap Surya mengancam Feli dengan menodongkan pis...tol di kepala Feli.
''ok aku akan meninggalkan Hendri sekarang dan aku akan meninggalkan apartemen ini sekarang juga'' ucap Feli pada Surya.
''dan ingat jangan bawa apapun saat kamu keluar dari sini termaksud hpmu. dan aku tidak mau lagi kalau kamu menghubungi Hendri dan ini cek 200 juta yang aku janjikan. aku tau perempuan miskin dan tidak punya kemampuan apa-apa seperti kamu pasti sangat membutuhkan uang itu. jadi pergilah sejauh mungkin sampai Hendri tidak bisa menemukan mu lagi. dan ingat ketika kamu muncul lagi di kehidupannya Hendri, jangan salahkan aku kalau nya...wa kamu hilang di tanganku'' ucap Surya mengancam Feli dengan menodongkan sebuah pis...tol di kepala Feli.
saat bi Inah mau membawa minuman untuk Surya, tiba-tiba gelas minuman yang ia pegang jatuh dan pecah. karna bi Inah syok saat melihat Surya sedang menodongkan pis...tol di kepalanya Feli.
__ADS_1
"apa yang tuan Surya lakukan pada non Feli?" tanya bi Inah pada Surya.
''dia akan segera meninggalkan tempat ini dan dia akan pergi jauh dari sini" ucap Surya memberitahu bi Inah.