
Di tengah perjalanan menuju ke ruang kelas Hp Tasya berdering.
Derttttt... Derttttt...
"Siapa sih?" gumam Tasya."Zein, tumben nelpon pagi²!"kataku lagi setelah membaca nama kontaknya.
"Hallo, ada apa?" tanyaku ke Zein.
"Maaf queen mengganggu, ada Surat dari BLACK SKY untuk pemimpin."
"Apa isinya, intinya saja."
"Mereka ingin bekerja sama dengan BLACK LION queen, dan ingin mengundang anda untuk makan bersama dan menandatangani kontrak perjanjian queen."
"Kapan?" tanya ku, "Bekerja sama apa ada anggota mafia lain yang ingin mereka bubarkan?" batinku.
"Mereka ingin queen yang menentukan kapan dan dimana nya."
"Balas surat mereka, bilang Pemimpin sedang sibuk nanti akan dikabarkan lagi kapan pertemuannya." kataku, "o ya Zein bilang kesemua wakil suruh anggotanya berkumpul di markas ada yang ingin gue bicarakan tapi lewat telpon karena gue tidak bisa datang ke markas." kataku.
"Baik Queen."
Tut...Tut...Tut...
Aku langsung bergegas menuju ke ruang kelas karena bel sudah berbunyi lima menit yang lalu.
"Tasya aku pikir lu gak masuk, biasanya kan sebelum bel sudah duduk di kelas." kata Fitri memelukku.
"Ada telpon tadi jadi aku angkat dulu. Udah sana duduk lagi gurunya Udah datang tuh." Jawab ku sambil mempersiapkan buku untuk pelajaran.
Pelajaran pertama dimulai semua murid mengikutinya dengan tenang, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas bel tanda istirahat sudah berbunyi. Semua murid langsung berhamburan keluar kelas untuk ke kantin.
"Sya mau makan apa sekalian aku pesankan?" tanya Fitri.
"Samain aja, nih buat bayar nya." kataku memberikan uang seratus ribu ke Fitri.
"Ok siap bos." kata Fitri berjalan ke tempat pesanan.
Ting...
From: Dokter nyebelin 😤😤
Makasih bekalnya mulai besok buatin lagi ya , Cil sudah makan siang?
(Hanya contoh)
To: Dokter nyebelin 😤😤
Ni lagi mau makan kak.
"Mampus, gue kan gak boleh makan pedas dulu." gerutuku.
Derttttt... Derttttt...
"Tuh kan bener baru juga di omongin." gumamku lalu mengangkat panggilan El.
"Ha,Hallo kak hehehe?" sapaku basa-basi.
"oohh, mau ke rumah sakit lagi?"
__ADS_1
"Ng, nggak kok kak cuma sekali ini aja ya?" kataku merayu.
"Sekali ini aja, awas aja kalau kamu diam-diam makan pedas lagi!"
"Tenang aja cuma hari ini aja kok, makasih kak udah dulu ya."Kataku mengakhiri panggilan sebelum El bicara lagi.
"Siapa Sya, kok kamu manggilnya kakak bukannya kamu anak pertama ya?"
"Itu, Dokter yang rawat aku di rumah sakit." kataku bohong, soalnya Fitri tidak tahu kalau aku sudah nikah.
"oooh, ya udah makan lagi."
Setelah bercerita sambil makan, mereka masuk ke kelas lagi untuk mengikuti pelajaran terakhir.
...💞💞💞💞💞...
Di ruangannya bernuansa putih seorang lelaki baru saja selesai makan siang, dan lanjut memeriksa tumpukan berkas pasiennya.
"Bocil sudah berani ya langsung matikan panggilan ku."Gumam El.
Tok ..Tok..Tok
"Masuk." jawab El tanpa mempedulikan siapa yang masuk ke ruangannya.
"Dok, ini data pemeriksaan pasien yang anda minta tadi."Kata perawat itu.
"Taruh saja disitu, hari ini gak ada jadwal operasi kan?" tanya El yang masih fokus ke komputernya.
"Tidak ada dok. kalau begitu saya permisi." kata perawat keluar ruangan.
El hanya berdehem saja sebagai jawaban.
...✨✨✨✨✨...
"Pak kerumah sakit AL ya." kataku ke sopir taxi.
"Siap kak."
Hanya butuh waktu lima belas menit akhirnya tiba di depan rumah sakit AL.
"Makasih pak." kataku sambil menyerahkan uang pembayaran.
Setelah selesai membayar taxi Tasya langsung masuk ke dalam rumah sakit , dan bertanya ke perawat keberadaan dokter El. perawat nya bilang dokter El sedang mengecek pasien di kamar lain dan Tasya disuruh menunggu di ruangan dokter El.
"Lama banget sih kak El." gumamku di dalam ruangan yang terlihat seperti ruang pemeriksaan karena Aku bilang ke perawat ada janji cek kesehatan.
Ckleekk...
"Maaf lama menunggu ya?" kata El yang belum menyadari siapa pasiennya.
"Iya lama udah lumutan nih gara-gara nunggu orang yang tidak peka." jawab Tasya ketus.
"Bocil, kenapa kamu bisa disini?" tanya El bingung.
"Cari suami baru, kan di rumah sakit ini banyak dokter muda yang berwajah tampan." kata Tasya dengan cemberut.
Tanpa aba-aba El langsung mengangkat tubuh Tasya, dan membawanya keruang kerjanya.
"Kak turunin aku." kata Tasya memukul-mukul tubuh El.
"Diam." kata El tegas.
"gawat marah nih dokternya, padahal cuma mau mengerjainya." batin Tasya.
__ADS_1
"Duduk." kata El setelah menurunkan ku di ruangannya.
"Gitu aja marah dasar dokter baperan." gumamku yang masih didengar olehnya.
"Kenapa gak bilang kalau udah pulang." kata El mengintrogasi.
Tasya tidak mempedulikan pertanyaan yang diajukan El, dia malah sibuk dengan HP-nya dan membuat El marah itu adalah rencana nya sejak kedatangannya.
"Kak kembalikan HP ku kak." kataku meminta HP yang diambil El tadi.
"Jawab dulu...."
derttttt..... derttttt...
"Angkat dulu, dari Chelsy." kata El menyerahkan HP-nya ke Tasya.
"Hallo, chel ada apa?"
"Kak besok kakak ada waktu gak, aku mau main ke rumah kakak?"
"Ada tapi pulang sore ya nanti aku jemput kerumah." jawabku.
"Baik kak, nanti kabarin dulu ya biar bisa langsung berangkat."
"Iya, udah dulu ya." kataku menutup panggilan.
"Udah, telponnya." kata El.
"Udah besok aku bawa mobil sendiri ya soalnya mau jemput Chelsy, dia mau main kerumah kita."
"Gak, besok aku jemput sekalian ke rumah ke rumah mama." kata El duduk disamping ku. "Mau pulang sekarang atau nanti?"
"Nanti nunggu kakak selesai aja, kak laper?" kataku manja.
"Mau makan apa, nih pesan sendiri!" kata El menyerahkan HP-nya lalu berjalan ke kursi kebesarannya.
Tasya lalu memesan makanannya. Butuh waktu tiga puluh menit waktu yang dibutuhkan untuk mengantarkan pesanannya.
karena Tasya tidak mau mengganggu El yang sedang fokus mengecek file nya jadi hanya berbaring di sofa sambil main HP.
Tok...Tok...Tok...
"Kak minta uang buat bayar?" kataku.
"Nih." ucap El memberi lima lembar uang seratus ribu ke Tasya.
"Atas nama Dokter El. totalnya tiga ratus lima puluh." kata pengantarnya.
"Makasih pak, ini uangnya kembaliannya buat bapak aja."
"Makasih buk." ucap bapak nya lalu pergi.
"Kak makan dulu." kataku membuka pesanannya.
"Selamat makan." ucapku lalu melahap makanannya.
Mereka berdua menikmati makanannya bersama sambil suap-menyuap. Karena El kerjanya sampai malam jadinya Tasya tidur pulas di sofa. El yang melihat bocilnya tidur dia menyelimuti tubuh Tasya dengan jasnya agar tidak kedinginan, dan memindahkan kepala Tasya ke pangkuannya dan El menyelesaikan pekerjaan yang tinggal sedikit.
****Sekian terimakasih semua jangan lupa like dan subscribenya dan komentar nya*
^^^정말 감사합니다 ♥️♥️♥️^^^
__ADS_1