
Karena El bilang mau bawa Tasya ke ruangan pasien yang sedang ditangani, mereka berdua sekarang sedang menuju keruangan VVIP di lantai tiga.
Sebelum sampai ruangan Tasya terlebih dahulu mengirim pesan ke Ryan yang ada di ruangan pasien untuk pura-pura tidak mengenal dirinya saat datang.
El membuka pintu ruangan, Tasya yang melihat keadaan anggotanya teringat kejadian masa lalunya dan merasa takut jika terulang kembali.
El yang merasa tangan Tasya yang digenggam dingin merasa khawatir.
"Sya kamu gak papa kan wajah kamu pucat? kamu sakit?" tanya El melihat wajah Tasya yang pucat.
"Aku mau kembali keruangan kakak."
"Sendiri gak papa aku masih harus periksa mereka?" kata El merasa khawatir dengan kondisi Tasya.
Tasya mengangguk kecil dan berjalan keluar ruangan, saat keluar anggotanya berdiri memberi hormat kepadanya.
" Cari tahu secepatnya kalau perlu kerahkan semua anggota bawa mereka ke markas hidup-hidup aku sendiri yang akan memberi pelajaran kepada mereka." kata Tasya langsung pergi meninggalkan mereka.
Tasya kembali ke ruangan El saat di koridor bertemu dengan dua badut Tasya ingin mengabaikan mereka tapi malah mereka memancing amarah Tasya.
"mau kemana Lo? Ros gimana kalau kita beri penjelasan kepada anak kecil ini?"
"Gue setuju, siapa nama Lo?"
"Bukan urusan Lo, minggir?" kata Tasya ketus.
"Kita gak akan biarin Lo pergi dari sini sebelum Lo jawab pertanyaan gue?"
"Punya hubungan apa Lo sama kak El?" tanya Ros.
"Dia kakak gue paham." jawab Tasya, " kenapa harus ketemu sama mereka tahu gini tadi nunggu kak El." batin Tasya.
"Gue gak percaya setahu gue kak El saudaranya laki-laki." kata Ros.
"Mending gue saranin Lo minggir dari jalan gue ." kata Tasya yang emosinya sudah diujung tanduk.
"Kalau kita gak mau emang Lo mau apa?" kata teman Ros.
Tasya tersenyum menyeringai, " gak mau minggir ya?"gumam Tasya.
Tanpa pikir panjang lagi Tasya menarik rambut dua badut itu jadilah saling tarik-menarik, El yang melihat pertengkaran mereka berlari ke arah mereka dan memisahkan mereka.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya El yang berhasil memisahkan pertengkaran mereka.
"Dia dulu yang mulai dok." kata teman Ros menunjuk ke Tasya.
"Iya kak El kita tadi cuma nanya tapi dia tiba tiba-tiba narik rambut kita." kata Ros lebay.
"Semoga gak ketahuan." batin Tasya diam-diam kabur.
"Mau kemana?" kata El melihat ke arah Tasya.
"Eh kak El." kata Tasya bingung gimana caranya kabur sedangkan El sudah ada didepannya.
El mengangkat tubuh Tasya seperti karung beras, Tasya memukul-mukul tubuh El agar menurunkannya. El tidak mempedulikannya dan terus berjalan ke ruangannya.
Tasya yang mulai emosi, " woi turunin gue, Lo budeg ya cepet turunin gue go****."
El menurunkan Tasya setelah mendengar caciannya. Menatap tajam ke arah Tasya hingga yang ditatap mengalihkan pandangannya.
"Kenapa gue bisa takut dengan tatapannya." batin Tasya.
__ADS_1
"Kenapa gak bicara? tadi panggil aku apa?" kata El menyilangkan tangan.
"Bukan urusan Lo." jawab Tasya membelakangi El.
El memutar tubuh Tasya agar berhadapan dengannya karena tidak seperti biasanya sikapnya melawan.
"Aku mau pulang." kata Tasya tanpa melihat ke arah El. El menghela nafas bingung apa yang terjadi dengan istrinya.
"Antar ke rumah mama." lanjut Tasya membuat El kaget,
" Sya kenapa ke rumah mama?" tanya El kenapa kerumah orang tuanya.
"Aku kangen sama mama, malam ini aku ingin tidur di rumah mama kak El gak boleh ikut." kata Tasya.
"Kakak gak setuju, kalau kamu mau nginep di rumah mama harus sama kakak." ucap El membujuk Tasya agar berhadapan dengannya.
Entah apa yang terjadi dengan diri Tasya tiba-tiba air matanya perlahan mengalir di pipi putih seorang Tasya yang membuat El terkejut.
"Hiks...hiks...kak aku ingin ketemu mama hiks... biarin aku sendiri kak malam ini aja, hiks...hiks..?" kata Tasya di pelukan El.
"Baiklah kakak ijinkan, tapi hanya semalam besok pagi kakak jemput. Ayo kakak antar ke rumah mama?" kata El menggandeng tangan Tasya yang hanya diam ditempat.
"kakak gak perlu antar aku, aku mau kesana sendiri." kata Tasya menundukkan kepala.
El tahu istrinya ingin sendiri dulu, " kakak Carikan taxi ayo?" Tasya mengikuti El di belakang.
El yang melihat kepergian istrinya khawatir meskipun hanya semalam.
"Pak antar saya ke jalan garden xxx."kata Tasya ke supirnya.
"Non tapi tadi..."
"Gak usah banyak tanya." kata Tasya menelpon seseorang.
"Queen kami sudah membawa pelakunya di markas, ada sepuluh orang yang lainnya melarikan diri queen."
"Baiklah aku kesana sekarang." ucap Tasya langsung mematikan panggilannya.
Tasya langsung masuk kedalam markas besar nya setelah membayar biaya taxi nya.
"Queen." ucap mereka semua menunduk memberi hormat.
"Dito sudah tahu siapa dalangnya?" tanya Tasya duduk di sofa.
"Maaf queen mereka hanya bilang disuruh orang bertopeng untuk menghancurkan Black Lion." kata Dito.
"Terserah kalian mau apakan mereka aku mau sendiri jangan masuk ke ruang kerja, kalau tidak ada hal yang mendesak." kata Tasya, " Dit titip HP gue kalau ada yang nelpon biarin aja."
Tasya pergi keruang kerjanya untuk menghilangkan rasa campur aduk nya dia berkutik dengan berkas yang ada di meja kerjanya.
Tasya yang terlalu fokus dengan pekerjaannya tidak tahu berapa lama dia di ruangannya.
*******
Di rumah El
El yang sejak tadi menelpon Tasya tapi tidak diangkat padahal tersambung, El menelpon mamanya.
"El tumben nelpon malam-malam ada apa El?" tanya mama.
__ADS_1
"Ma apa Tasya dirumah mama?" tanya El.
"Tasya dia tidak disini El, emang mau kesini Tasya?"
Mendengar perkataan mama mertuanya El merasa khawatir, bagaimana mungkin Tasya tidak dirumah mama sedangkan tadi bilangnya mau ke rumah mama.
"Ya udah ma, tadi El lupa kalau Tasya ada di rumah mami." kata El langsung menutup panggilannya.
"Sya dimana kamu sekarang kenapa gak diangkat telponnya?" gumam El.
El kepikiran dengan adiknya untuk bertanya apa Tasya ada dirumah orang tuanya, jika El tanya ke orang tuanya pasti mereka akan khawatir.
El menelpon adiknya, "Hallo San?"
"Hallo kak, ada apa ya tumben nelpon malam-malam?"
"Apa Tasya ada dirumah mami?" kata El to the point.
"kakak ipar tidak disini? bukannya bersama kakak sekarang ?"
"Tadi dia bilang mau kerumahnya tapi kata mamanya tidak ada disana." lanjut El, " Aku bingung mau cari dia dimana sedangkan dia tidak mengangkat telponnya sejak tadi?"
"Kakak ipar sudah pergi berapa lama kak?"
"Sekitar tiga jam soalnya dia pamit waktu dirumah sakit aku hanya mengantar dia cari taxi lalu ada operasi mendadak jadi aku tidak sempat menelponnya!"
"Apa kakak ipar memakai cincin pernikahannya?"
"Iya kami selalu memakainya, kenapa?"
"Maaf ya kak aku tidak bilang sebelumnya, sebenarnya aku memasang alat di cincin kalian dan itu saat kakak menyuruh aku untuk menemani membeli cincin pernikahan kalian."
Sebenarnya Ersan seorang hacker yang handal oleh sebab itu dia memilih meneruskan di perusahaan dari pada jadi dokter. Saat kakaknya mau menikah dia sudah cari tahu semua informasi tentang kakak iparnya, tapi informasinya seperti ada yang menutupinya oleh sebab itu dia menaruh alat pelacak di cincin pernikahan kakaknya.
"Jadi kamu bisa melacak keberadaan kita berdua?" tanya El memastikan isi pikirannya.
"Iya kak, kakak tunggu sebentar aku akan kerumah kakak."
Ersan menutup panggilannya dan langsung bergegas menuju ke tempat kakaknya untung saja orang tua nya tidak dirumah jadi dia bisa pergi dengan tenang.
######
Sedangkan orang yang dicari-cari masih bertahan di ruang kerjanya hingga tidak sadar sudah berjam-jam di dalam.
Tok ..Tok... Tok
Dito masuk kedalam, " maaf queen mengganggu, tapi sejak tadi telpon queen berbunyi?"
Tasya menghela nafas, lalu mengambil telponnya untuk melihat siapa yang terus menghubunginya.
"ck, aku lupa." gumam Tasya, " Dit cek informasi tentang orang ini." menyerahkan map ke Dito.
"Baik Queen." Dito keluar dari ruangan.
Tasya melihat HP nya saat mau mengirim pesan ke El.
"Hallo kak?" kata Tasya tanpa merasa bersalah.
"Dimana kamu sekarang, kenapa gak jadi dirumah mama?"
"Kak aku sibuk udah dulu ya, nanti kalau udah beres aku pulang kakak gak perlu khawatir aku di sini bisa jaga diri." kata Tasya langsung menutup panggilannya.
__ADS_1
"Maaf kak aku butuh sendiri dulu." gumam Tasya.
(Terimakasih sudah membaca jangan lupa like subscribe comments nya makasih sudah mampir maaf kalau bahasanya campuran 🙏🙏☺️☺️☺️)