Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 30 {Di teror}


__ADS_3

Karena El sampai rumah jam tujuh pagi, setelah menyiapkan sarapan dan mandi El membangunkan istrinya yang masih nyaman di dunia mimpinya.


Tasya yang terusik ciuman El membuka matanya, "Pagi kak?"


"Pagi juga sayang, sana mandi lalu sarapan." membantu Tasya bangun dari tidurnya.


Tak butuh waktu lama lima menit Tasya sudah siap, lalu menyusul suaminya yang sudah ada dimeja makan.


"Kakak pulang jam berapa tadi?" tanya Tasya melihat suaminya yang seperti menahan kantuk.


"Tadi jam lima lebih Baru nyampai." menutup mulutnya yang terus menguap.


"Nanti langsung tidur aja ya kak, aku bawa mobil sendiri aja."


El mengangguk setuju, karena matanya terasa berat." ucap El menatap kearah istrinya.



Diperjalanan Tasya mendapatkan pesan dari orang itu, pesan yang sama tapi nomor yang berbeda.


Karena pesan itu membuat Tasya tidak bisa keluar rumah setelah pulang dari kuliah Tasya langsung kembali ke rumah terutama suaminya yang ada dirumah karena tidak kerja.


"Kak El aku pulang, kak El?" ucap Tasya membuka pintu kamarnya.


"Masih tidur ya, pasti capek." mengusap lembut pipi El.


El membuka matanya karena merasa ada yang menciumnya, "Udah pulang sayang?"


"Ya kak, kakak lanjut tidur aja aku mau mandi setelah itu masak nanti aku bangunin kalau udah siap makanannya ya kak."


Cup...


Setelah mencium kening El Tasya menaruh tasnya di meja belajar, hanya butuh waktu lima menit untuk mandi dan ganti pakaian.


Tasya menyiapkan bahan makanan yang ingin di masak mulai memotong bahan-bahannya, karena hanya sedikit yang dimasak jadi gak terlalu lama menyiapkan makanannya.


Tasya menaiki tangga menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya, Tasya pikir belum bangun ternyata udah selesai mandi.


"Kakak udah bangun ya, aku pikir belum bangun. Yo kak makanannya udah siap." menghampiri El yang duduk di sofa.


El dan Tasya turun ke ruang makan untuk makan siang bersama, saat menikmati makannya ponsel Tasya berbunyi.


"Hallo ma, tumben nelpon ada apa ma?" tanya Tasya.

__ADS_1


"Kakak... hiks... hiks... papa....?"


Mendengar adiknya menangis membuat Tasya terkejut tapi dia mencoba untuk tetap tenang, "Chel kamu coba tarik nafas dulu, atur nafas, tenangkan diri dulu baru bicara ok?"


Chelsy mencoba menenangkan diri sebentar seperti yang dibilang kakaknya, "Udah tenang Chel coba bicara ada apa dengan papa dan dimana mama?"


"Papa masuk rumah sakit kak hiks..., mama pingsan saat sampai di rumah sakit kak....aku takut kak hiks...hik...?"


"Dirumah sakit mana Chel kakak? akan kesana sekarang." tanya Tasya berdiri dari kursinya.


"Dirumah sakit Medika utama kak, kakak cepat datang aku takut."


"Ada apa sayang?" tanya El melihat istrinya yang gelisah


"Kak anterin aku ke rumah sakit Medika utama sekarang, papa masuk rumah sakit kak." menarik tangan El.



Sampai rumah Tasya langsung menuju ketempat papanya dirawat karena waktu diperjalanan Chelsea sudah kirim pesan tempatnya.


Tasya langsung memeluk adiknya yang terus menangis, "Apa yang sebenarnya terjadi kenapa papa bisa masuk rumah sakit?" tanya Tasya melepaskan pelukannya dan duduk di samping adiknya.


Chelsy menggelengkan kepalanya karena tidak tahu harus jawab apa, "Dik dimana mama sekarang?" tanya El jongkok didepan adik iparnya.


"Maaf saya ingin memberitahukan bahwa ibu Sarah sudah siuman dan mencari yang bernama Chelsy." kata perawat yang baru datang.


"kalau gitu kakak urus administrasinya ya." ucap El pergi ke tempat pembayaran.



Disinilah Tasya sekarang di ruangan tempat papanya dirawat, melihat orang yang paling berharga seperti ini membuat Tasya marah karena pesan itu.


Tasya izin keluar saat El ingin ikut Tasya melarangnya dan bilang ingin sendiri dulu, sekarang Tasya berada di taman belakang rumah sakit dan mulai menelpon seseorang.


"Hallo queen."


"periksa Cctv kecelakaan dijalan xxx hari ini dan kirimkan padaku sekarang."


"Baik queen."


Selesai menelpon Tasya melihat kearah anak kecil yang sedang bermain dengan orang tuanya, meski sedang sakit anak kecil itu tetap tertawa riang dengan kedua orangtuanya.


Tasya melihat video yang sudah dikirim Dito, dan bisa disimpulkan bahwa kecelakaan ini disengaja karena supir truknya kabur setelah menabrak mobil papa.

__ADS_1


"Lihat bagaimana seorang queen membalas perbuatan kalian." gumam Tasya pergi meninggalkan rumah sakit setelah mengirim pesan ke suaminya.



Tasya menuju ke markasnya diperjalanan Tasya mengirim pesan ke Dito untuk melacak keberadaan orang yang sudah merencanakan kecelakaan papanya. Tasya langsung menuju ruangan Dito untuk mencari tahu keberadaan orang yang berani mencelakakan keluarganya.


"Bagaimana sudah ketemu?" tanya Tasya yang baru masuk ruangan Dito.


"Sudah queen di tempat kosong di jalan xxx, apa yang harus kita lakukan queen?"


Tasya keluar ruangan diikuti Dito menuju tempat para wakil ketua dan anggota yang yang sudah berkumpul, semua menyambut kedatangan pemimpinnya.


"Aku ingin kalian membawa mereka semua hidup-hidup, biar aku sendiri yang mengintrogasi mereka, PAHAM SEMUA?" ucap tegas Tasya.


"PAHAM QUEEN." semua langsung pergi empat wakil ketua dan dua puluh orang anggotanya keluar meninggalkan markas.


Dito dan Zein mengikuti queen dibelakangnya, "Kalian tinggalkan aku sendiri." ucapnya dingin.


Mendengar perkataan queen mereka berdua meninggalkannya sendiri, Tasya berjalan ke ruang rahasia di markasnya.


Ruangan yang bisa dibilang perpustakaan rahasia karena banyaknya jumlah buku didalam ruangannya, Tasya membuka buku yang diambilnya tadi membaca kembali buku yang berisi semua informasi tentang silsilah keluarga Alexander.


Saat tengah membaca ponsel Tasya berbunyi ada panggilan masuk dari suaminya sebenarnya Tasya malas menanggapinya tapi kalau tidak ditanggapi pasti akan terus menelpon.


"Dimana kamu sekarang, cepat kembali?"


"Nanti kalau urusan ku sudah sesuai." ucap Tasya langsung menutup panggilannya dan mematikan HP-nya.


Tasya kembali fokus ke buku yang dibacanya tadi, "Jika kalian memang benar dalangnya, lihat saja aku akan membuat kalian menanggung akibatnya." gumam Tasya melihat foto yang ada di bukunya.



El masih duduk didepan ruangan rawat mertuanya, Chelsy yang baru datang dari kantin melihat kakak iparnya yang kelihatan gelisah Chelsy mendekati kakak iparnya.


"Kak ada apa, aku perhatikan kakak kelihatan gelisah apa kakak memikirkan kak Tasya ya?" tanya Chelsy duduk di samping El.


El mengangguk pelan, "Kak El tenang aja, kak Tasya emang gitu orangnya saat ada yang menggangu pikirannya kak Tasya pasti mengurung diri di suatu tempat."


"Mengurung diri?" ucap El melihat kearah Chelsy.


Chelsy mengangguk, "Paling nanti juga balik lagi, pernah satu kali kak Tasya pergi dari rumah dan menurut aku itu paling lama kak hampir satu bulan lebih kak Tasya gak pulang ke rumah waktu kakek meninggal padahal papa udah menyuruh orang untuk mencarinya tapi tidak ketemu juga, jadi kak El tenang saja ya pasti nanti kak Tasya pulang." pergi masuk kedalam ruangan papanya.


El yang mendengar cerita adiknya, membuat kecurigaannya bertambah tentang siapa sebenarnya Tasya bahkan keluarganya tidak tahu keberadaannya sekarang.

__ADS_1


...**@@@**...


Terimakasih jangan lupa tinggalkan like dan subscribenya juga komentarnya ya 🙏☺️☺️


__ADS_2