Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 9 {minta maaf}


__ADS_3

Selesai mengobati mereka langsung menuju kembali ke rumah, saat di perjalanan aku melihat banyak penjual makanan.


"Kenapa berhenti kak?" tanyaku saat mobilnya berhenti.


"Mau beli makanan apa, tulis disini nanti aku belikan semua ?" kata El menyerahkan HP nya.


"Kalau banyak boleh, kak?" tanyaku ragu-ragu karena banyak penjual makanan.


"Boleh, nanti kalau gak habis di taruh di kulkas aja."


"Hmmm aku bingung kak mau apa?" kataku bingung makanan apa.


"Tunggu disini aja jangan kemana-mana." kata El langsung turun dari mobil.


Aku hanya mengangguk saja.


Tik Tok Tik Tok


"Hah lama banget, kakak beli apa sih?" gerutu ku karena sudah lebih dari setengah jam.


Karena lama nunggu dan mungkin karena lelah jadi Tasya ketiduran.


Braakkk...


"Maaf ya lama sampai ketiduran pasti capek." Bisik El sambil mengusap lembut pipi ku.


"Eaughh, kak udah ya?" kataku yang masih tutup mata.


" Udah, tidur lagi ya nanti kalau sampai rumah aku bangunin." katanya sambil menjalankan mobilnya.


****šŸ’žšŸ’žšŸ’ž****


Setelah sampai rumah El langsung menaruh semua makanannya di meja ruang keluarga, karena tidak tega membangunkan Tasya El langsung mengangkat tubuh Tasya ke ruang keluarga.


"Cil, Cil bangun Cil?" katanya sambil menepuk-nepuk pipi ku.


"Loh udah sampai ya kak." kataku terkejut karena sudah tidur di sofa rumah.


"Iya, tuh makanan pesanan kamu semua aku beli masingmasing satu jenis." ucap El.




(contoh makanan nya)


"Pantes lama di borong semua." kata Tasya.


"Kan kamu bilang bingung mau yang mana jadinya aku beliin semuanya."


"Kalau gak habis gimana kak?" tanyaku sambil mengunyah cireng.


"nanti di taruh kulkas kan bisa Cil."


"O iya kakak mau yang mana aku ambilkan."


"Nanti aja kalau kamu udah selesai makan nya baru aku."


Aku hanya mengangguk setuju saja.


"Aku ke kamar mandi dulu." kata El.


Saat tengah asik menikmati makannya tiba-tiba HP El berdering ada pesan masuk.


Ting...


"Siapa ya?" kataku sambil membuka HP El karena tidak ada nama kontak nya.


from:Rosa


Malam kak, maaf ganggu aku takut dirumah sendirian kak. Boleh gak aku chatting dengan kak El?


From:Rosa


Kak makasih kue nya kak.

__ADS_1



"KAK EEELL !" teriakku setelah membaca semua chat dari Rosa meski tidak di balas.


"Kenapa Cil, ada apa kenapa teriak?" tanya El yang langsung keluar dari kamar mandi.


"Nih baca sendiri." kataku sambil melempar HP ke El.


El membuka HP nya dan membaca chat dari"Rosa ngapain dia chat ?" kata El.


"Dasar dokter nyebelin." ucapku lari ke kamar.


"Cil tunggu cil dengerin aku dulu."


"Lepas kak aku mau tidur." kataku melepaskan genggaman tangan El.


"Gak dengerin penjelasan aku dulu."


"Gak mau! aku mau tidur, urus aja si Badut tu." kataku langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.


Braakkk....


"Sya buka pintu nya, kakak mau masuk Sya!"


kata El sambil mengetuk pintunya.


"Sya dengerin dulu penjelasan kakak, dia itu cuma temen waktu masih kuliah aja sya."


"hiks, hiks....Teman apa udah janji tunangan dibilang temen, kakak jahat." gerutuku sambil mengusap air mataku.


"Hallo Sya tumben nelpon ada apa?"


"Siapa ma yang telpon?" tanya papa


"Tasya pa!" kata mama ke papa.


"Hiks hiks mama aku mau pulang, jemput aku sekarang ma hiks hiks?" pintaku.😭😭😭


"sayang kenapa nangis ada apa?"


"Tasya nangis pa suruh jemput sekarang?"


"Sya kenapa cerita sama mama jangan nangis terus, coba tarik nafas dulu?" kata mama.


Tut..Tut.... Tut...


"Dasar mama anaknya minta pulang malah suruh tarik nafas, emang mau lahiran." gumamku.


"Aaahhh dasar dokter nyebelin dok...aduh perutku kenapa ya hari ini tanggal berapa ya?" gumamku melihat HP, " Kenapa harus sekarang hikss... hiks."


"Sya buka pintu nya Sya." teriak El.


ckleekk....


"Maafin kakak, Sya kamu gak papa kan wajah kamu pucat?"tanya El khawatir.


"hmmm kak boleh minta tolong gak?" ucapku pelan.


"Tolong apa, kamu duduk dulu ya. Minta tolong apa ?"tanya El.


"Tapi jangan marah ya."kataku sambil memohon.


"Gak marah, bilang mau apa?" kata El sambil berjongkok di depan ku.


"Tolong belikan pembalut sama kiranti mau ya kak?" tanyaku.


"Cuma itu aja gak ada yang lain?" tanya El langsung berdiri.


Aku hanya mengangguk saja, "Ya udah aku pergi dulu kamu tiduran dulu aja." kata El menyuruhku tidur.


"hmmm hati-hati kak." kataku.


...****šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž****...


Sampainya di supermarket El menuju ke tempat yang dituju dan mengambil barang yang dipesan Bocil, tak lupa dia juga mengambil makanan ringan untuk bocil. Setelah selesai membayar El langsung pulang ke rumah.

__ADS_1


"Sya ini pesanan nya aku taruh dimeja, aku kebawah dulu." kata El setelah menaruh belanjaannya lalu keluar dari kamar.


El menuju ke dapur untuk membuat minuman pereda nyeri, karena diperjalanan pulang tadi El sempat menelpon mertuanya menanyakan hal yang perlu diperhatikan saat Bocil nya kedatangan tamu. Mertuanya bilang dia sering membuat minuman pereda nyeri tapi Tasya susah dibujuk untuk meminumnya.


"Cil kakak masuk ya?"kata El.


Ckleekk...


"Kak makasih ya." kataku setelah keluar dari kamar mandi.


"Ya sini duduk, kakak buatin minuman untuk kamu diminum dulu ya." kata El.


"Gak mau pasti rasanya gak enak sama seperti yang mama buat dirumah ya kan." kataku lalu menutup mulut dengan tangan.


"Ya cuma ini enak kok! aku tambahin bahan lain pasti rasanya enak coba aja dulu." kata El membujuk ku untuk meminumnya.


"Sesendok aja dulu ya." katanya lagi.


Karena rayuan nya aku mencoba meminum sedikit ternyata rasanya enak gak seperti yang mama buat di rumah.


"Gimana enak kan ini habiskan setelah itu tidur ya."


Aku mengambil gelasnya lalu meminum sampai habis, " Ni kak gelasnya." kataku memberikan gelasnya ke El.


"Pintar sekarang tidur, aku mau cuci gelas nya dulu."


Mungkin karena minuman yang diberikan El tadi Tasya langsung tidur nyenyak, dan tidak merasa nyeri seperti biasanya saat datang bulan.


...***šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž***...


Karena tidurku yang nyenyak semalam aku bisa bangun pagi untuk membuat sarapan dan membuat bekal untuk El, sebenarnya masih marah cuma aku tahan dulu kemarahan ku karena perhatian ku pagi ini untuk balasan tadi malam karena sudah membelikan permintaan ku.


"Pagi Bocil ku." kata El tiba-tiba meluk dari belakang.


"Juga kak sarapan dulu kak." kataku.



(Contoh makanan yang di buat Tasya)


"Waaah enak nih, aku coba ya." kata El sambil memakan sarapannya.


"Gimana kak enak gak?" tanyaku.


"Enak banget ternyata kamu pintar masak juga ya, makasih ya sarapannya sayang." kata El.


"kakak panggil aku apa tadi?" tanyaku.


"Sayang kenapa?" kata El mengulangi ucapannya.


"Gak mau panggil Bocil aja, o ya kak aku udah buatin kakak bekal makan siang nanti dimakan ya."


"Makasih ya ." sambil mengusap lembut pipi ku.


...***šŸ’žšŸ’žšŸ’ž***...


Setelah mengantar Tasya El langsung menuju ke rumah sakit karena ada jadwal operasi.


El langsung menuju ke ruangannya untuk mengambil jas putih kebanggaan nya. Saat tengah berjalan ke ruang operasi El bertemu dengan Rosa.


"Pagi El." sapanya.


"Hmmm." dan El hanya berdehem saja.


"Nanti siang makan bareng ya, aku yang traktir." ucapnya lagi.


"Aku sibuk, permisi." kata El langsung meninggalkannya.


"Kenapa sih malah dicuekin, pasti karena gadis kecil waktu itu, awas aja aku akan membuat dirimu jatuh cinta pada ku El." katanya tersenyum.


...**@@@**...


sekian terimakasih sudah mampir membaca maaf kata-katanya campuran. Jangan lupa like, comments, subscribe, dan vote nya.


^^^Terimakasih šŸ™šŸ™šŸ™^^^

__ADS_1


__ADS_2