
Pagi ini Tasya sudah bersiap untuk melakukan aktivitas seperti biasa, setelah keluar dari rumah sakit El melarang Tasya keluar rumah selama seminggu dan akhirnya Tasya dibolehkan kuliah kembali.
"Kak nanti berangkat jam berapa?" tanya Tasya sambil memakan sarapannya.
"Bareng sama kamu, tapi kakak ada janji dengan Ersan jadi kamu berangkat sendiri gak papa kan?" melihat kearah Tasya.
"Hmmm, aku bawa mobil yang baru boleh kak?" tanya Tasya melihat kearah suaminya.
"Kan itu udah milik kamu sayang jadi terserah kamu, kenapa harus tanya kakak." sambil mencubit pelan hidung Tasya.
"Iihh kak El sakit tahu." memegang hidungnya yang pura-pura sakit.
"Sakit ya sini kakak cium biar sakitnya hilang." ucap El bercanda.
•
•
•
Sekarang jam pelajaran pertama sudah selesai, karena jam pelajaran terakhir setelah istirahat Tasya berkumpul dengan ke enam temannya di kafe dekat kampusnya.
"QUEEN." Teriak Dio membuat semua orang yang ada di kafe melihat kearahnya.
Ryan yang ada disampingnya langsung membungkam mulut Dio, "Maaf ya teman saya emang sedikit tidak genap hehehe." ucap Dimas membungkukkan badannya.
Tasya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kearah enam orang yang baru datang, "Jaga kelakuan kalian panggil Tasya saat ditempat ramai paham."
Semua mengangguk setuju, "Ada apa kami dikumpulkan disini Sya?" tanya Niko.
"Dit apa ada pesan misterius lagi?" melihat kearah Dito dengan tatapan tajam.
"Ada tadi malam, pesannya sama ancaman untuk keluarga kamu Sya. Saat aku periksa sepertinya sama dengan nomor yang lainnya." ucap Dito.
"Hmmm, bagaimana menurut kalian latihan Tim khusus?" melihat kearah Dimas dan Niko.
"Gue gak mau dilatih sama mereka lagi, pelatihan mereka lebih keras dari pelatihan militer Sya." rengek Dimas seperti anak kecil.
Tasya melihat kearah Dimas dengan senyum liciknya, "Lo mending dilatih mereka gak seperti latihan kakek." batin Tasya.
"Hah udah gue duga Lo gak suka sama cara latihan mereka, kalau menurut Lo gimana Nik?" meminum minumannya.
__ADS_1
"Hmmm biasa." jawabnya singkat.
"APA, LATIHAN KAYAK GITU LO BILANG BIASA ?" teriak Dimas kearah Niko.
"Nanti gue ke markas, sekalian mau uji coba senjata pesanan gue." ucap Tasya melihat kearah enam makhluk didepannya.
"Kalau begitu Kita ber empat nunggu disini saja." melihat kearah Tasya yang berdiri.
"Terserah kalian, gue balik dulu pesan aja sepuas kalian pakai kartu yang di bawa Dito.
Tasya kembali ke kampus diikuti Ryan dan Dio dibelakangnya.
•
Disinilah Tasya sekarang di tempat pelatihan uji coba senjata, karena beberapa hari ini El sibuk jarang dirumah jadi Tasya punya banyak waktu ke markas melihat anggotanya.
Tasya mencoba semua senjata yang dia pesan, saat menguji senjata ada pesan dari El yang bilang tidak bisa pulang kerumah karena masih ada jadwal operasi melihat pesan itu Tasya merasa senang karena bisa lebih lama di markas.
Setengah jam Tasya menguji semua senjata, "Dito ikut gue ke ruang kerja ada yang ingin aku tanyakan soal dana uang Black Lion, untuk kalian ber lima uji senjata yang masih tersisa."
Tasya pergi ke ruang kerjanya diikuti Dito di belakang sambil membawa laptopnya. Dito duduk di sofa sedangkan Tasya berdiri dekat jendela melihat belakang markas yang ditumbuhi bermacam-macam jenis bunga.
"Mulailah?" berjalan ke sofa.
"Baguslah kalau untuk pekerjaan membunuh sedikit, karena gue gak mau kalau Black Lion masalah dengan polisi sangat merepotkan jika berurusan dengan hukum."ucap Tasya.
Sebelum Tasya menjadi pemimpin, kakek membuat Black Lion dengan tujuan membantu bisnis ilegal milik kakek dan teman-temannya selain itu mereka juga menyuruh membasmi serangga yang ingin menjatuhkan perusahaan kakek.
Black Lion yang sekarang membuka bisnis Executive protection, Hacker, dan khusus untuk pembunuh bayaran dengan syarat semua informasi harus lengkap antara pelaku dan korban setelah lengkap mereka juga harus meminta persetujuan Tasya sebagai pemimpin Black Lion sekarang.
Ckleekk....
Lima makhluk Tasya sudah datang setelah diperintahkan untuk menguji senjata tadi, "Queen semua sudah beres." ucap Zein.
"Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan sama kalian." ucap Tasya membuka HP-nya .
"Ini tentang teror pesan yang ingin mencelakakan ku, aku ingin kalian menjaga orang terdekat ku tapi jangan sampai mereka menyadari keberadaan kalian." ucap Tasya melihat kearah anggotanya.
"Berapa orang yang diperlukan queen?" tanya Niko.
"Dua anggota jaga satu orang, untuk aku tidak perlu." ucap Tasya tegas.
__ADS_1
"Baik queen, kapan kita melaksanakan tugas nya queen?" tanya Ryan.
"Besok kalian mulai membagi orang nya, Dito nanti kirim pesan ke aku pembagian tugasnya !" berdiri dari duduknya.
"Baik queen, apa queen yakin tidak perlu pengawalan?" tanya Niko.
"Hmmm kalian cukup kawal suamiku di perjalanan dan tempat kerjanya, aku pulang dulu soalnya udah malem." Tasya keluar menuju tempat mobilnya di depan markas.
•
Diperjalanan Tasya masih kepikiran soal ancaman dari orang yang dia tebak adalah orang yang dua tahun lalu dikirim kakek keluar negeri, jika itu benar bagaimana cara mengatasinya dan bisa saja orang itu membongkar identitas Tasya yang sebenarnya.
Sampai rumah Tasya langsung menuju ke dapur karena lapar jadi dia mengisi tenaga dulu sebelum mandi, saat memasak ada panggilan masuk dari suaminya.
"Hallo kak, ada apa kak?" sambil memasukkan mie ke air yang sudah mendidih.
"Kenapa belum tidur, gak baik bumil jam segini belum tidur lagi dimana?"
"Aku udah tidur kak, ini lagi di dapur masak mie." berjalan ke meja makan.
"Kenapa masak mie, kenapa gak masak yang lain?"
"Males masak yang lain kalau mie kan cepet udah keburu lapar kalau masak yang lain, kakak belum pulang?" memakan makanannya.
"Belum masih ada pasien yang butuh pengawasan, belum habis makanannya?"
"Belum kenapa emangnya?" berjalan mengambil minuman di kulkas.
"Cepetan dihabiskan lalu tidur lagi udah tengah malam, besok kuliah kan."
"Iya tinggal sedikit kok, nanti langsung tidur."
"Ya udah, aku tutup ya langsung tidur awas aja besok kalau kesiangan."
Tasya hanya berdehem lalu menutup panggilannya, Tasya mencuci piring kotornya setelah itu masuk kamar melakukan ritual mandinya lalu rebahan di kasur sambil menatap layar laptopnya untuk mencari tahu semua informasi tentang dugaan orang yang menerornya.
Mungkin karena udah tengah malam Tasya sudah menguap sejak tadi, karena sudah mengantuk setelah memastikan datanya tersimpan Tasya menyimpan laptopnya di tas kuliahnya.
•
El yang masih berada di rumah sakit setelah memastikan istrinya baik-baik saja El melanjutkan pekerjaannya karena tadi El merasa khawatir dengan kondisi istrinya yang dirumah sendirian.
__ADS_1
...**@@@**...
(Terimakasih jangan lupa kasih like dan komentarnya ya🙏🙏🙏)