
(Satu bulan kemudian)
Hari ini hari yang tidak ingin dilalui Tasya kenapa? karena hari pertama kali masuk kuliah.
"Sya bangun nanti telat loh?" kata El duduk di samping Tasya .
"Males kak gak jadi kuliah boleh gak?" tanya Tasya yang masih menutup mata.
"Gak jadi kuliah?" lanjut El membisikan di telinga Tasya, "Bangun sekarang atau mau bertemu dengan juniorku lagi?"
Mendengar bisikan El Tasya langsung melototi El, "Aku cabut SIM kakak baru tahu rasa." kata Tasya sebelum masuk ke kamar mandi.
"SIM apa maksudnya?" gumam El.
Sekarang Tasya sudah siap untuk berangkat karena malas sarapan jadi Tasya hanya minum susu sama vitamin.
Sebenarnya Tasya ingin bawa mobil sendiri tapi El bilang khusus hari ini di antar.
"kenapa diem aja, kayak gak semangat gitu?" tanya El melihat Tasya yang cemberut.
"Males banget, kalau sampai Dio sama Ryan manfaatin kesempatan ngerjain gue gimana?" batin Tasya.
"Dah sampai, ingat jangan buat ulah?" kata El mencium kening Tasya.
Sambil menuju ke tempat penyambutan MaBa Tasya menelpon Ryan.
"Hallo Queen?"
"Dimana tempat kumpulan Maba?"
"Queen kuliah disini?"
"jangan banyak omong, cepat kasih tahu gue?"
Setelah mengetahui tempatnya Tasya langsung menuju kesana. Ternyata sudah banyak yang berkumpul.
karena sudah waktunya berkumpul Tasya memilih tempat paling belakang yang ternyata Ryan yang berjaga dibelakang. Sedangkan depan ada Dio.
Ryan melihat queen mukanya ditekuk karena malas, apalagi sekarang ditengah lapangan cuacanya sedang panas.
Ryan mengirim pesan ke Dio.
To : Dio
Queen dibelakang kepanasan, kerjain biar seru gimana
"Yang belakang sendiri maju kedepan?" kata Dio menggunakan pengeras suara.
"Belakang siapa?"
"Siapa?"
Semua pada bisik-bisik siapa yang di maksud.
__ADS_1
"Siapa kak?" teriak salah satu MaBa.
"Kak Ryan depannya suruh maju?" kata Dio.
"Dek suruh maju kedepan." kata Ryan disamping Tasya.
Tasya yang tahu sifat jahilnya mereka memberikan tatapan tajam ke Ryan, Ryan yang melihat tatapan queen tidak merasa takut karena sekarang ada di kampus.
"Ada apa?" tanya Tasya dengan suara ketus.
"Heh kalau ngomong itu yang sopan sama senior." teriak perempuan yang berdiri di samping Dio.
Tasya hanya diam karena malas menanggapi perkataan seniornya.
Perempuan itu yang merasa tidak dihargai langsung menampar pipi Tasya. Tasya merasakan pipinya panas ingin membalas tapi niatnya diurungkan karena ini wilayah kampus.
"Kak ada apa ya?" tanya Tasya dengan suara lembut dan senyum.
Dio yang melihat senyuman queen nya menjadi takut, "Ryan tolong kedepan saya serahkan kembali penyambutannya ke kak Ryan."
Tasya yang melihat perdebatan tanpa suara dari kedua anggotanya merasa kesal, "Cih, cepat katakan kenapa gue di suruh kedepan?"
"Ada apa ini ?" tanya laki-laki tampan yang baru datang.
"Kak Arga gadis ini tidak sopan sama seniornya." kata teman perempuan tadi.
"Arga bukannya dia teman yang waktu itu nantangin balap." batin Tasya melihat kearah lelaki itu.
Arga melihat kearah Tasya mengamati wajahnya, "Hmmm, lo Tasya kan ya benar waktu itu Vino nantangin Lo balap."
"Ada mereka bersama dengan Vino ketua kami, nanti setelah Ospek gue ajak kesana mending lo duduk kembali." kata Arga.
Tasya berjalan kearah tempat duduknya tadi.
"Bagaimana Arga dan gengnya kenal sama queen? Bahkan queen juga kenal mereka." batin Dio.
Ospek kembali berjalan setelah kedatangan senior Arga yang dari jurusan kedokteran.
"Baik karena waktunya sudah jam istirahat, waktu istirahat kalian satu jam pergunakan untuk mencari teman MaBa lain ya." kata Arga.
Tasya yang ingin pergi ke kantin karena tadi pagi gak sarapan tapi ada yang menarik tangannya, "Mau ke kantin kan?"
Tasya mengangguk. "Ayo sama gue aja sekalian ketemu sama Vino pasti dia kaget lihat lo." kata Arga menarik tangan Tasya.
Sampainya di kantin ada satu bangku yang sudah ada penunggunya enam orang lelaki tampan sudah duduk disana.
"Vin lihat siapa yang gue bawa?" kata Arga menarik tangan Tasya agar berdiri sejajar dengannya.
Vino yang sedang asyik bermain game di hpnya tidak melihat kearah Arga, Tasya yang tidak suka diabaikan dia mengambil hp Vino.
vino masih tidak menyadari keberadaan Tasya, "Balikin hp gue sekarang atau?"
"Atau apa nantangin balap lagi tapi hadiahnya mobil terbaru gimana?" kata Tasya.
__ADS_1
Vino melihat kearah Tasya dan belum mengenalnya, "Balikin hp gue?"
"Kamu yang waktu itu tanding sama vino kan, ya kan kalau gak salah namanya?" kata Genta berpikir.
"Tasya ya kan." teriak Roni tiba-tiba.
"Ya Tasya, Vin Lo lupa sama gadis yang Lo ajakin balap?" tanya Genta.
"Kamu MaBa disini?" tanya vino mengingat diri Tasya.
Tasya mengangguk, "Sial lemes banget tubuh gue." batin Tasya yang mulai kehilangan keseimbangannya.
Untung saja Vino menangkap tubuh Tasya, "Lo gak papa?" tanya Vino khawatir.
"Lapeer." jawab Tasya lemas.
"Laper lo gak sarapan?" tanya vino setelah mendudukkan Tasya ke kursi.
Tasya menggeleng. Vino langsung menyuruh Arga untuk memesan makanan setelah tahu jawaban Tasya.
"Kenapa gak sarapan lo tahu kan MaBa itu dilakukan di tengah lapangan yang panas?" tanya Tasya.
"Gak tahu, mereka temen lo?" tanya Tasya melihat kearah dua orang yang gak tahu namanya.
"Ya Evan sama Dewa ."lanjut Vino, "Mau masuk jurusan apa?"
"Bisnis, kalau lo sama yang lain?" tanya Tasya penasaran.
"Gue sama Genta kedokteran, Arga dan Roni hukum, lalu Evan dan Dewa psikologi." kata vino.
Arga datang membawa makanan untuk Tasya, "makan dulu jangan sampai pingsan saat ospek bisa-bisa gue sama vino kena masalah."
Tasya memakan makanannya dengan lahap mungkin karena terlalu lapar, mereka yang melihat cara Tasya makan hanya geleng-geleng kepala karena seperti orang yang belum makan berhari-hari.
...🌸🌸🌸🌸🌸...
...(foto visual Dokter& istri Mafia)...
...{Tasya Gresia Alexander}...
...{Elfatir Aldebaran}...
...{Alvaro}...
...{Vino}...
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca pastikan Like subscribe comments dan hadiahnya ditunggu☺️☺️☺️