Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 13 {membalas pelakor}


__ADS_3

(Sebelum membaca jangan lupa like dulu ya😍😍😍)


Pagi ini El berangkat kerja seperti biasa setelah gak masuk kerja kemarin, karena Tasya libur sekolah El berencana mengajaknya ke rumah sakit.


"Cil nanti ikut kerumah sakit." kata El.


"Gak mau orang aku mau tidur dirumah." jawab Tasya ketus.


"Gak ada penolakan titik."


Tasya yang mendengar perkataan El tidak terima dan masih mencari alasan lain, " aku gak mau kak disana pasti ketemu sama si Badut itu bisa-bisa aku darah tinggi emang kakak mau aku dirawat di rumah sakit lagi?"


"Badut siapa badut, di rumah sakit gak ada badut?" tanya El bingung.


"Cih! Ros Ros itu loh." lanjutnya, " pokoknya aku gak mau ke rumah sakit."


"Harus mau aku gak terima penolakan sekarang pergi ganti baju aku tunggu di depan." kata El langsung menuju ke mobilnya.


Sebenarnya Tasya malas tapi karena El sudah mengeluarkan auranya yang seperti mau melahapnya terpaksa Tasya menurutinya.


"Ayo kak." kata Tasya yang sudah siap. " kenapa kak?" tanya Tasya ke El yang tidak berkedip melihat kearahnya.


...(contoh baju yang dipakai Tasya)...



"Gak papa ayo masuk." kata El membukakan pintu mobil.


Didalam mobil El dan Tasya hanya diam tanpa pembicaraan sesekali El melirik ke Tasya yang sedang memainkan handphonenya.


"kak kenapa berhenti?" tanya Tasya saat mobilnya berhenti didepan supermarket.


"Tunggu disini jangan kemana-mana." kata El turun dari mobil dan masuk ke dalam supermarket.


Tak butuh waktu lama El keluar dari supermarket dengan membawa empat kantong plastik belanjaan.


"Kakak beli apa kenapa banyak sekali?" tanya Tasya penasaran.


"Makanan untuk kamu biar gak bosen disana." kata El melajukan mobilnya lagi.


"Kakak ada jadwal operasi?" tanya Tasya.


"Nggak ada kenapa?"lanjut El," Nanti kalau aku periksa pasien kamu didalam ruangan aja jangan kemana-mana."


"Ya cerewet amat sih jadi dokter." gerutu Tasya.


"Cerewet Ku cuma khusus sama Bocil ku." kata El mencubit pelan pipi ku." gemes banget sama pipi kamu cil."


"iiihh kakak jangan di cubit sakit tahu." kata Tasya cemberut.


Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, El menggandeng tangan Tasya menuju keruang kerjanya.


"Kamu diam disini saja, aku mau periksa data pasien jangan kemana-mana!" ucap El tegas.


Tasya menurut duduk diam di sofa sambil ngemil Snack yang tadi dibeli El, karena ngantuk Tasya ketiduran di sofa.


"Kenapa aku bisa tidur ya?" kata Tasya, " kak El kemana, mumpung kak El gak ada." gumam Tasya.

__ADS_1


Tasya keluar ruangan berjalan di koridor rumah sakit, ditengah jalan Tasya tidak sengaja menguping pembicaraan si badut sama kedua temannya.


(Hai Ros gimana perkembangan lo dengan dokter El?)


(Iya udah sampai mana hubungan cinta Lo sama dokter El?)


(Masih biasa aja kemarin rencananya sih mau aku ajak makan siang bareng, eh malah gak berangkat." Rose.)


(Hmm, gue punya ide gimana kalau nanti kita temui dokter El kita pura-pura minta tolong kalau Ros pingsan?)


"Betul tuh gue setuju nanti kita jalan bareng dan kalau dokter El tanya kenapa bisa pingsan kita bilang Lo lagi gak enak badan terus maksain buat berangkat kerja."


Tasya yang tahu rencana mereka mulai berpikir gimana caranya membalas perbuatan mereka bertiga, Tasya menelpon seseorang.


"Hallo queen?"


"Berapa orang yang ada di markas?" tanya Tasya ke Dimas.


"Semua ada lima puluh orang dan sepuluh orang Black Sky queen."


"Hmmm, suruh semua anggota termasuk black sky cari orang terserah anak-anak, laki-laki atau perempuan, tua atau muda yang kecelakaan atau sakit biasa bawa mereka ke rumah sakit AL gue ingin satu orang bawa satu orang sakit kerumah sakit, kalau bisa yang mengalami kecelakaan dan butuh operasi segera." Kata Tasya.


"Tapi Queen saya tidak berani bicara dengan ketua Black Sky."


"Berikan Telponnya ke Alvaro."


"kenapa hoaaammm?"


"Lo baru bangun tidur?"


"Iya, kenapa adikku yang cantik ini ganggu tidur gue?"


"Enak aja, seharusnya Lo makasih sama gue udah ngabisin makanan Lo dari pada dibuang mending buat gue."


"Cih kapan Lo pulangnya?" tanya Tasya basa-basi.


"Nanti malam gue balik, kenapa telpon?"


"Gue mau minta tolong sama Lo, nanti biar dijelaskan Dimas."


"Dimas? yang punya HP ini?"


"iya Lo gak tahu namanya?" tanya Tasya penasaran.


"Gak gue kan belum kenal anggota Black Lion Lo?"


"Nanti sebelum Lo pulang gue mau Lo udah tahu anggota Black Lion di markas."


"Enak aja masak gue harus tanya satu-satu ke anggota Black Lion, Lo aja belum tahu nama anggota gue?"


"hahaha, gue seorang Queen Black Lion belum tahu nama anggota Lo? kalau Lo mau gue kirim semua data tentang anggota Lo, itu kalau Lo mau nanti gue kirim ke HP Lo."


"cih, nanti malam Lo anterin gue kan?"


"Gak bisa gue ada urusan, nanti biar anggota Black Lion yang kawal kalian. Berikan Telponnya ke Dimas?"


"Queen ada apa?"

__ADS_1


"Nanti malam yang ada di markas kawal anggota Black Sky ke bandara, gue gak bisa datang ada urusan jadi kalian wakilkan gue sekalian belanja kebutuhan di markas. Udah ya jangan lupa bantuan gue tadi."


"Baik Queen."


Tut...Tut...Tut


Tasya menutup panggilannya dan berjalan kembali ke ruangan El. Tasya masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu.


"Dari mana?" tanya El yang sudah berdiri di belakang Tasya.


"Eh kak El." kata Tasya sambil menunjukkan senyuman manis.


"Dari mana, aku masuk kamu gak ada didalam?" tanya El mendudukkan Tasya ke atas meja kerjanya.


"Dari luar cari kak El, habisnya tadi aku bangun tidur kak El gak ada." jawab Tasya sambil memainkan jarinya.


"Maaf tadi ada pasien yang harus aku cek, aku lihat kamu tidurnya pulas jadi gak tega banguninnya." kata El sambil mengusap hidung Tasya.


Tok... Tok... Tok


"Maaf dok mengganggu ada banyak pasien yang mengalami kecelakaan dan butuh penanganan segera." kata perawat tersebut.


"Kecelakaan kenapa tiba-tiba?" tanya El.


"Saya tidak tahu dok semua ambulance tadi mendapatkan panggilan bersama ke tempat kecelakaan."


"Baiklah beritahu ke semua dokter dan perawat agar cepat mempersiapkan semuanya."


"Baik dok." kata perawat itu keluar ruangan.


El menghela nafas, " maaf ya aku harus bekerja dulu kamu di sini aja, ini HP ku aku udah isi diamond nya kamu bisa main sepuasnya." kata El mencium keningku.


"Kak?" kata Tasya menarik tangan El.


"Kenapa hmm?" tanya El.


"gak papa semangat kerjanya." lanjut Tasya, " Nanti aku buatin masakan spesial untuk kakak."


El tidak menjawab malah mengacak-acak rambut Tasya dan berjalan keluar ruangan.


"Maaf kak, udah buat kakak capek." gumam Tasya merasa bersalah.


Tasya masuk ke ruang pribadi El yang ada tempat tidur nya dan memainkan HP milik suaminya.


Ting..


From : Dimas 🔥


queen semua sudah beres seperti permintaan queen.


To : Dimas 🔥


Thanks bilang ke ketua black sky makasih dari gue.


From : Dimas 🔥


Baik Queen.

__ADS_1


Setelah menerima pesan dari Dimas Tasya melanjutkan permainannya untuk menghabiskan diamond yang dibeli El kan mubazir kalau gak dihabiskan.


(Sekian terimakasih sudah membaca jangan lupa bintang dan hadiahnya 🙏🙏🙏)


__ADS_2