
pukul 6:30
Tasya yang ketiduran saat bermain game terbangun karena merasa lapar. Tasya keluar kamar mencari keberadaan suaminya tapi tidak menemukan orangnya dia keluar ruangan berjalan di koridor.
Tasya duduk di kursi untuk istirahat sebentar, " kak El dimana sih? tau begini aku nunggu di ruangan aja." gerutu Tasya.
El yang sedang berjalan bersama teman-temannya setelah sibuk seharian karena banyaknya jumlah pasien yang berdatangan.
"El bukannya itu cewek Lo?" kata temen El menunjuk ke arah Tasya.
El yang melihat Tasya duduk sendirian langsung menghampirinya, tanpa mempedulikan teman-temannya.
"Eh langsung pergi aja tu orang?"
"Dah lah ke kantin yuk laper nih?"
"Ya udah ayo."
Teman-temannya El berjalan menuju ke kantin untuk makan malam.
"kenapa disini?" tanya El.
Tasya yang mendengar suara El mendongak keatas menatap wajah El yang masih seperti triplek datar.
El yang sudah capek langsung menggendong tubuh Tasya seperti koala.
"Kak laper." bisik Tasya di gendongan El.
"Mau makan apa biar aku pesankan."
Tasya menggeleng kepala tidak mau.
"Katanya laper?"
"Mau pulang, mau masak dirumah." kata Tasya menghadap ke arah El.
"Emang gak capek, mau masak segala."
"Enggak kan aku udah janji sama kakak mau masakin makan malam untuk suamiku tersayang, tapi nanti belanja dulu ya." kata Tasya.
" Baiklah kita pulang sekarang, tapi ngambil barang kita dulu ya."
Setelah keluar dari ruangan mereka berdua berjalan keluar rumah sakit menuju mobilnya. Di perjalanan mereka mampir ke supermarket untuk belanja kebutuhan memasak. Sebenarnya Tasya sendiri yang mau beli bahan-bahannya malah El juga ikut kedalam supermarket.
Semua bahan sudah dibeli mereka berdua melanjutkan perjalanannya. Sampai rumah Tasya menyuruh El untuk mandi sedangkan Tasya menyiapkan makan malamnya.
"Kak El makanannya udah siap cepat turun kebawah." teriak Tasya.
"Ya ampun, jangan teriak sayang nanti tenggorokannya bisa sakit." kata El turun dari tangga.
"Maaf kak, ayo kak aku udah masak makanan khusus untuk kakak." kata Tasya menarik tangan El.
"Ini semua kamu yang masak Cil?" tanya El melihat makanan di atas meja.
"Kakak makan dulu ya aku mau mandi dulu." kata Tasya naik tangga menuju kamarnya.
El yang melihat bocilnya lari hanya bisa geleng-geleng kepala dan memulai makan malamnya.
Sudah hampir dua puluh menit tapi Tasya tidak turun untuk makan, El yang khawatir naik ke lantai atas untuk melihat bocilnya sampainya di kamar El melihat Tasya sibuk mengerjakan tugas sekolah.
"Pantes kakak tungguin tidak turun untuk makan ternyata ngerjain tugas ya?" Kata El di belakang Tasya.
"Maaf kak lupa, habisnya ada tugas besok dikumpulkan." kata Tasya masih fokus mengerjakan tugasnya.
"Ya udah belajar yang rajin, aku mau lihat data pasien juga."kata El berjalan ke tempat tidur setelah mengambil laptop sama filenya.
__ADS_1
Mereka berdua mulai mengerjakan tugasnya. Tak terasa sudah pukul sepuluh malam El yang melihat Tasya ketiduran menggendong tubuh Tasya ke tempat tidur lalu mereka tidur bersama.
ššššš
Malam berganti pagi Tasya yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk El. Tasya menuju ke kamarnya untuk memanggil El.
"Kak ayo sarapan makanannya udah siap." kata Tasya.
"Iya ayo." jawab El udah siap dan membawa tas kerja dan tas sekolah Tasya ke ruang makan.
"Maaf ya kakak gak bisa bantuin masak tadi?" kata El merasa bersalah.
"Gak papa kak lagian aku juga masaknya gak banyak."
(masakan Tasya & Bekal El)
Mereka menikmati sarapan paginya, setelah selesai Tasya memakai sepatu El membereskan bekas sarapan dan mencucinya. Semua sudah beres El menuju ke garasi untuk mengambil mobil nya.
"Ayo naik ." kata El membuka pintu mobil.
"makasih kak."
El menjalankan mobilnya menuju ke tempat sekolah Tasya.
"Sya kapan ujian kelulusan nya?" tanya El.
"Minggu depan kak, kenapa?"lanjutnya," kak aku males kuliah jadi gak perlu kuliah lagi ya?"
"Kenapa? emang kamu ambil jurusan apa di sekolah?" tanya El, " lagian nilai kamu juga bagus kamu juga pintar gak masalah dong kalau lanjut kuliah?"
"IPS, kak aku boleh kerja gak?" tanya Tasya ragu.
Tasya mengangguk kecil karena takut El marah.
"Gak kamu gak boleh kerja, kamu boleh kerja kalau sudah lulus kuliah dan kamu harus sampai S3 itu perintah dari ku." ucap El tegas.
"Kenapa, kakak sekarang kuliah sambil kerja kenapa aku gak boleh?" kata Tasya mengintimidasi.
"Sya dulu kakak juga males kuliah sama seperti kamu tapi karena paksaan papi sebagai penerus rumah sakit keluarga Aldebaran jadi kakak lanjut kuliah sambil kerja, tapi kamu beda dengan kakak!"ucap El melihat sebentar ke arah Tasya.
"Apa bedanya aku kan juga mau punya uang sendiri." kata Tasya, ("Sebenarnya udah punya usaha sendiri dunia bawah yang sudah terkenal di seluruh dunia bisnis ") batin Tasya.
"Bedanya kamu sekarang jadi tanggung jawab kakak sepenuhnya uang kakak juga uang kamu juga, kakak kerja juga untuk kamu dan masa depan Keluarga kita nanti, pokoknya kamu kuliah sama seperti kakak." kata El mengacak-acak rambut Tasya.
"Emang kakak sekarang s berapa, bukannya umur kakak?" tanya Tasya lupa umur El.
"Sudah S3 semester terakhir sekarang umur kakak 23 ." kata El.
"Hah aku gak mau kuliah aja?" kata Tasya sambil memonyongkan bibirnya.
"Kenapa bibirnya cemberut gitu? kakak gak suka istri cantik kakak wajahnya ditekuk harus senyum ya." kata El mengusap pipi Tasya yang cemberut.
"Kakak aja udah mau lulus s3 masak istrinya baru mau kuliah kan lucu suaminya sudah doktor sedangkan istrinya baru masuk kuliah."
El yang mendengar penjelasan istrinya tertawa bagaimana bisa istri kecilnya iri dengan suaminya, " Hei dengerin kata kakak emang siapa yang berani menertawakan istri dari Elfatir Aldebaran bilang sama kakak biar orang itu kakak kasih pelajaran."
"Terserah kakak pokoknya aku gak mau kuliah titik." ucap tegas Tasya sambil menatap tajam kearah suaminya dan menyodorkan tangannya meminta sesuatu ke El.
El yang tahu sifat keras kepala istrinya hanya bisa pasrah, dia mengeluarkan uang seratus ribu dari dompetnya." Nanti pulang sekolah aku jemput."
Tasya menutup pintu mobil dengan kasar, El yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa geleng-geleng kepala, "Dasar Bocil."
El melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
āØāØāØāØāØ
Semua murid di kelas Tasya sudah duduk di tempatnya masing-masing karena bel masuk sudah berbunyi. Tasya menyiapkan peralatan untuk pelajaran pertamanya.
Setelah semua jam pelajaran selesai semua murid bersiap untuk pulang sekolah. Tasya sudah menghubungi El sebelum pulang jadi tinggal nunggu di depan gerbang sekolah.
Saat menunggu El ada panggilan masuk di HP nya.
"Kenapa Ryan ?"tanya Tasya to the point.
"Queen lima anggota Black Lion diserang!"
"Diserang? kapan dimana mereka diserang?" kata Tasya berubah dingin.
"Tadi malam queen setelah mengantar anggota Black Sky ke bandara mereka berlima pisah dengan kami di jalan xxx Karena mereka berlima ingin makan dulu queen."
"Dimana mereka sekarang?" lanjut Tasya, " Kabari anggota yang lain saat keluar pastikan jangan sendirian."
"Dirumah sakit AL, Baik Queen."
Tasya menahan amarahnya ketika melihat mobil milik El tiba. Tasya langsung naik ke dalam mobil dan menutup pintunya dengan keras.
"Sya nutupnya pelan-pelan?" kata El menasihati Tasya.
"Kak aku ikut ke rumah sakit kakak ya." kata Tasya.
"Tumben gak pulang aja pasti capek biar bisa istirahat." kata El bingung dengan permintaan Tasya barusan.
Tasya yang sedang badmood karena telpon dari Ryan tadi milih diam tanpa bicara sedikit pun. Tasya mengirim pesan ke salah satu anggotanya.
To: Dito
Lacak cctv tempat penyerangan anggota kita, bawa anggota lain untuk membantu mencari tahu siapa dalang penyerangan anggota Black Lion, kasih tahu gue segera jika kalian sudah dapat informasi
El menghentikan mobilnya didepan toko kue, dan langsung turun dari mobil masuk kedalam toko.
Tasya hanya melihat El membawa sebuah kotak keluar dari toko dan memberikan kotak itu ke Tasya.
"Buka lalu makan." kata El singkat.
"Apa sih?" tanya Tasya lalu membuka kotaknya.
"Kenapa cuma dilihat gak dimakan." kata El yang masih fokus mengemudi.
"Kak aku boleh tanya sesuatu?" kata Tasya bingung gimana caranya agar El tidak curiga.
"Boleh tapi harus sambil makan mochi nya." kata El melihat sebentar ke Tasya yang cuma lihatin makanannya.
"Hmmm, kak, tadi malam apa ada pasien karena tawuran?" tanya Tasya sambil memakan mochinya.
"Ada tadi pagi baru kakak cek." kata El.
Tasya yang mendengar jawaban El tersedak karena makanannya," uhuk..uhukk..uhukk.."
El menghentikan mobilnya, "pelan-pelan makannya." kata El menepuk-nepuk punggung Tasya dan memberikan air minum.
"Berapa orang? parah gak kak?" tanya Tasya setelah minum air yang diberikan El.
"Kenapa tanya begitu?" tanya El curiga, " kamu kenal sama mereka?"
"Hmmm, i-i-itu teman sekolah aku banyak yang cerita jadi aku penasaran mereka bilang dirawat di rumah sakit AL." kata Tasya takut.
"Kakak pikir kamu kenal sama mereka nanti aku ajak kamu keruangan mereka sekalian mau cek mereka." kata El.
Setelah sampai El membawa Tasya keruangannya untuk menaruh tas sekolah Tasya dan makanan yang tadi di beli El.
__ADS_1
(Terimakasih sudah berkunjung dan membaca jangan lupa kasih like subscribe comments dan hadiahnya šššš)