
Sekarang Tasya sudah berada di ruangan tempat penyiksaan, butuh waktu dua jam lebih untuk membawa orang yang sudah membuat papanya masuk rumah sakit.
Tasya menyuruh Dimas untuk membuat sepuluh orang itu buka suara, sudah banyak cara yang digunakan untuk memberitahukan siapa yang menyuruhnya tapi mereka tetap tutup mulut.
Braakkk...
Tasya melempar kursi yang didudukinya ke dinding tempat para Sandra di ikat, Tasya mengambil senjata yang ada di meja belakangnya menembak ke tangan dan kaki ketua kelompok mereka.
"Cepat beritahu gue sekarang siapa yang menyuruh kalian, atau Lo mau seperti kursi yang tadi gue lempar." ucap Tasya mendekati ketua mereka.
Mereka tetap diam dan itu sudah membuat Tasya muak, saat Tasya ingin menembak kepalanya ada yang bilang bahwa mereka hanya disuruh orang bertopeng.
Mendapat jawaban yang tidak memuaskan membuat Tasya meninggalkan ruangan itu dan menyerahkan ke anggotanya untuk mengurus mereka terserah mau membuat mereka seperti apa.
Tasya masuk ke kamar yang ada di markas, membuka HP-nya dan banyak pesan dari suaminya Tasya membuang nafas panjang untuk menenangkan pikirannya sebelum menelpon suaminya.
"Sayang dimana kamu sekarang, aku kangen sama kamu?"
"Pulang sekarang ya aku jemput."
"Sayang kenapa diam saja, aku minta maaf kalau aku salah tolong pulang sekarang ya aku khawatir sama kamu sayang?"
Mendengar perkataan El membuat dirinya merasa bersalah, "Kak El jadi cerewet ya, kakak tenang saja aku baik-baik saja kok aku hanya butuh menyendiri saja kak biarkan aku sendiri dulu boleh kan kak?"
"*Sayang apa boleh kakak bilang sesuatu ke kamu?"
"Sekarang kamu sudah jadi tanggung jawab kakak sepenuhnya, apa bisa kakak minta saat ada masalah yang membuat kamu mengurung diri diubah menjadi bersama kakak sekarang*."
"Maksud kakak?" tanya Tasya karena tidak tahu apa yang dimaksud suaminya.
"Maksud kakak, karena kakak sudah menjadi suami kamu kakak siap menjadi tempat mengadu kamu semua yang menggangu pikiranmu ceritakan semua pada kakak biar kita bisa mengatasinya bersama-sama."
__ADS_1
Mendengar perkataan El membuat air mata Tasya lolos begitu saja, karena hanya kakek yang dulu sebagai tempat mengadu, orang tuanya yang sibuk bekerja tidak punya waktu luang untuk dirinya, sedangkan adiknya tidak mungkin karena masih kecil membuat Tasya hanya mempercayai kakeknya.
"Kak El dimana sekarang?" sambil menghapus sisa air matanya.
"Di rumah, mama yang menyuruh aku pulang saat papa sudah sadar dan mama bilang untuk membiarkan kamu sendiri dulu."
"Hmmm kakak tidak bilang ke orang tua kak El kan tentang kecelakaan papa dan aku?"
"Gak, papa menyuruh merahasiakannya begitu juga keberadaan mu."
"Makasih ya kak, besok aku pulang malam ini kakak tidur sendiri ya dan gak perlu mencemaskan aku, aku bisa menjaga kesehatan aku."
Tasya mematikan panggilannya setelah itu mandi, dan ganti pakaian karena udah jam sepuluh malam Tasya pergi ke ruang berkumpulnya para anggota.
Saat anggotanya ingin menyambut nya Tasya memberi kode untuk diam saja, "Dit pesankan makanan kita akan mengadakan pesta." duduk di sofa sedangkan anggotanya di sembarang tempat asalkan duduk.
Dito memesan makanan dan minuman untuk anggota Black Lion yang ada di markas dan makanan khusus untuk queen.
Butuh waktu satu jam semua makanannya sudah datang, semua langsung menikmatinya kecuali Tasya yang masih melihat kearah makanan didepannya.
"Iya queen katanya laper kenapa cuma dilihat saja makanannya?" tanya Dimas yang duduk di samping Niko.
"Dit Lo gak salah pesan makanannya kan?" melihat kearah Dito.
"Gak queen, itu khusus saya pesankan karena queen kan sedang hamil jadi gak baik makan yang seperti kita makan." ucap Dito melihat kearah queen.
Tasya hanya pasrah dengan makanannya karena demi anak yang ada di rahimnya, Dito yang melihat queen mukanya yang ditekuk pergi keluar mengambil pesanan yang baru datang karena tempatnya yang sedikit jauh.
"Pesanan datang selamat menikmati queen." ucap Dito menata makanannya di meja depan queen.
(Hanya contoh ya)
__ADS_1
"Queen hanya boleh minum susu yang saya pesan, kalau udah kenyang gak perlu dipaksakan queen nanti biar saya taruh di kulkas kan bisa buat sarapan besok." ucap Dito sambil tersenyum.
Tasya bersyukur karena diperhatikan Dito yang bisa dibilang seperti kakaknya karena sejak kecil Dito sudah bersama kakek.
Setelah selesai pesta makanannya mereka semua langsung merapikan tempat yang kotor karena sisa bungkus makanannya, sedangkan Tasya sudah disuruh anggotanya untuk tidur karena sudah terlalu malam.
Tasya yang masih duduk di dekat jendela sambil melihat kearah bintang yang indah membuat dirinya merasa ingin bertemu dengan kakeknya.
•
Di sebuah kamar yang seharusnya ada pasangan suami istri sekarang hanya terdapat suaminya saja, yang sekarang masih memikirkan keberadaan istrinya yang tidak tahu dimana.
Meskipun sudah dibilangin kalau istrinya sekarang baik-baik saja tapi masih belum bisa menghilangkan rasa cemasnya, sebagai seorang suami yang memiliki tanggung jawab besar terhadap istrinya apa lagi sekarang istrinya sedang mengandung anaknya dan itu membuatnya belum bisa tidur sampai sekarang.
"Sayang dimana kamu sekarang, kakak kangen." sambil mencoba menutup matanya siapa tahu bisa tidur.
•
"Kamu bilang mereka gagal dan berhasil di bawa ke tempat nya?" ucap laki-laki yang sudah hampir kepala tiga.
"Iya tuan, ada yang mengetahui tempat persembunyian mereka lalu dibawa untuk diinterogasi tuan." ucap asistennya.
Laki-laki itu menghembuskan asap dari rokok yang dihisapnya, "Tidak papa, ini baru pembukaan saja masih banyak waktu untuk mengambil semua hak waris yang seharusnya menjadi milikku.... hahaha!"
Setelah mendapatkan perintah asistennya keluar ruangan dan hanya menyisakan laki-laki yang masih melihat kearah luar jendela ruangannya.
Laki-laki itu masih memikirkan cara lain untuk mengambil hak nya dan juga kepemilikan Black Lion yang baru diketahui setelah ketahuan memasuki ruang rahasia di rumah orang tuanya, dan itu merupakan masa lalu yang tidak bisa dilupakan dimana dia diusir lalu dikirim ke luar negeri padahal istrinya sedang mengandung anaknya.
Sekarang dia sudah sukses dan mempunyai perusahaan sendiri, dan bisa membalas dendam kepada keluarga yang sudah membuatnya malu.
__ADS_1
...**@@@**...
Terimakasih sudah membaca jangan lupa tinggalkan like dan subscribenya ya ☺️☺️☺️🙏🙏🙏