
Malam sudah berganti pagi yang cerah Tasya sudah bersiap untuk berangkat kuliah, karena mulai sekarang El yang masak dan membuat bekal untuk Tasya.
"Pagi kak." sapa Tasya melihat suaminya yang sibuk menghidangkan sarapan.
CUP...
"Pagi juga, sayang."Jawab El mencium kening Tasya.
Mungkin karena sedang hamil Tasya sekarang lebih Manja ke suaminya, "Kak El, gak kerja?" melihat suaminya yang masih belum siap-siap.
"Nanti, kakak berangkatnya sekalian jemput kamu, nanti pulang siang kan?" tanya El menaruh gelas susu untuk Tasya.
Tasya mengangguk, "Nanti ikut kakak ke rumah sakit ya?" tanya El.
"Hmmm ngapain ikut?" tanya Tasya melihat kearah El.
"Mau cek kandungan kamu, tadi kakak udah buat janji sama dokter Sarah." kata El.
Tasya yang fokus makan sarapannya, hanya berdehem sebagai jawaban.
.
El melihat sebentar ke Tasya yang hanya Fokus ke layar hp nya, "Lagi Chat siapa serius amat?" Tanya El yang fokus mengemudi.
"Kak, nanti gak usah dijemput ya?" kata Tasya yang masih fokus ke layar hpnya.
"Emang kenapa gak mau dijemput?" tanya El.
"Ada urusan sebentar, jadi aku gak usah dijemput." kata Tasya.
Tiba-tiba El menghentikan mobilnya, "Urusan apa?" tanya El melihat kearah Tasya yang masih fokus dengan HP-nya.
"Urusan dengan teman....kak El?" teriak Tasya saat HP-nya direbut El.
El melihat HP Tasya karena curiga siapa yang sedang chat dengan istrinya, "Zein, siapa Zein?" tanya El dengan nada tinggi saat membaca nama kontaknya.
"Teman aku kak, balikin hp aku kak?"kata Tasya mencoba merebut kembali HP-nya.
"Jujur sama Kakak siapa Zein sebenarnya?" tanya El dengan tatapan tajam.
"Is bodoh banget sih gue kenapa pakai bilang gak usah dijemput." batin Tasya, "Teman kuliah aku kak beneran, balikin HP aku ya kak?"
"Kakak akan balikin HP kamu, tapi dengan satu syarat gak boleh menemui laki-laki lain kamu hanya boleh berhubungan lewat chat saja paham?" kata El melihat kearah Tasya.
"Iya kak aku paham, balikin HP aku ya kak?" ucap Tasya.
El mengecup kening Tasya setelah itu melajukan kendaraannya kembali, "Nanti kakak jemput gak ada penolakan."
.
"Untung saja kak El gak curiga." gumam Tasya berjalan menuju ruang kelasnya.
Derttttt....Dertttt..
Tasya melihat nama kontak layar HP-nya, "Ada apa?"
"Queen semua sudah beres tinggal menunggu kapan mereka berangkat."
"Dit, bilang sama Dimas dan Niko suruh mereka berdua untuk ikut ke AS besok siang bilang ke mereka untuk belajar cara bertarung dari Tim Khusus." ucap Tasya.
__ADS_1
" Baik queen."
Tasya melanjutkan perjalanan ke ruang kelasnya, Jam pelajaran sudah dimulai semua mengikuti pelajaran dengan tenang.
.
Di markas Dito sudah menyampaikan kata queen, "Baiklah ayo Nik kita siap-siap." ucap Dimas menarik tangan Niko.
Dito geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua temannya, Saat Dito ingin keruangannya ada pesan masuk dari HP-nya.
From : Queen š
Dit tanyakan keadaan ketua Black Sky dan bilang Black Lion akan mengirim bantuan gue gak bisa menghubungi langsung karena harus ikut ke rumah sakit suami ini nomer nya 08245****
To : Queen š
Baik queen
Setelah membalas pesan queen nya Dito langsung ke ruangannya.
.
"Kak laper?" ucap Tasya melihat kearah El yang fokus menyetir.
"Laper ya, emang mau makan apa?" tanya El melihat sebentar kearah Tasya.
"Mau makan dikantin rumah sakit, boleh?"tanya Tasya.
"Kalau yang lain gimana sayang, kakak takut kamu gak nyaman makan di tempat yang ramai apalagi nanti jam makan siang." tanya El.
"Ya udah delivery aja ya kak." ucap Tasya sambil senyum.
"Ok, pesan sekarang aja ya biar nanti sampai rumah sakit bisa langsung makan, pakai Hp aku aja." ucap El masih fokus kedepan.
.
"Mereka sudah lebih baik Tuan, o iya Tuan aku lupa bilang dua hari yang lalu queen tanya keadaan Tuan." kata Agra sedikit takut.
"Dari mana anggota Black Lion tahu tentang penyerangan Black Sky, AGRA?" teriak Varo.
"Saya berani sumpah saya tidak tahu dari mana mereka tahu tentang penyerangan Black Sky."Jawab Agra yakin.
Derttttt.... Derttttt...
Varo mengambil HP-nya di meja sampingnya tanpa mempedulikan siapa yang menelpon, "Siapa?" tanya Varo dengan nada tinggi.
"Gue Dito dari anggota Black Lion , queen menyuruh gue untuk menanyakan keadaan ketua Black Sky dan anggota yang lainnya?"
"Gue tidak percaya dengan perkataan Lo?" jawab Varo lalu mematikan panggilannya.
"Siapa yang menelpon Tuan?" tanya Agra.
"Orang yang mengaku sebagai anak buah Black Lion, aku ingin tidur keluar." ucap Varo menutup matanya.
.
"Loh malah dimatiin, sepertinya dia tidak percaya."gumam Dito.
Dito langsung mengirim pesan ke queen.
__ADS_1
To : Queen š
Maaf queen saya tidak mendapatkan informasi tentang ketua Black Sky soalnya tadi saya sudah menelpon ke nomor yang queen kirim tapi malah langsung ditutup
.
Tasya sekarang sedang berada di dalam ruang istirahat milik El, karena El ada operasi jadi disuruh tiduran di ruang istirahatnya sambil bermain game di HP-nya El.
Dertt...
Tasya mengambil HP-nya membuka pesan yang masuk sambil bermain game. Karena malas membuka pesanannya Tasya menelpon Dito.
"Kenapa Dit?" tanya Tasya masih fokus ke gamenya.
"Queen saya tidak mendapatkan informasi dari nomor tadi, karena dia langsung menutup panggilannya."
"Biar gue saja yang menelpon, sudah ya gue tutup." kata Tasya menutup panggilannya.
Tasya mencari nomor Varo lalu menghubunginya, sambil bermain game.
"Lama banget angkatnya, lagi apa sih?" tanya Tasya sambil bermain game.
"Kenapa sih telpon, gak tahu apa baru juga ingin tidur malah di telpon."
"Ban**** kalah lagi, gara-gara lo gue kalah kan?" kata Tasya menutup HP El.
"Kok gue yang disalahin, gue aja gak ngapa-ngapain?"
"Sudahlah, o ya gimana keadaan anggota Black Sky yang terluka?"
"Mereka udah boleh keluar dari rumah sakit."
"OOO syukurlah kalau mereka udah boleh keluar." kata Tasya.
"Lo gak nanyain kabar gue gitu?"
"Gak ngapain gue nanya, Lo kan udah bisa ngomong otomatis Lo udah sembuhkan." jawab Tasya santai.
"Dasar adik gak berguna, malah ketawa?" kata Varo mendengar ketawanya Tasya.
"Gitu aja ngambek, gue mau nanya?"
"Nanya apa awas aja kalau pertanyaan Lo gak bermutu?"
"Enak aja, Bagaimana bisa Black Sky diserang jujur sama gue?"
"Dari mana Lo bisa tahu penyerangan Black Sky ?"
"Malah balik nanya, yang perlu Lo tahu gue bisa tahu semua informasi orang lain tapi mereka tidak tahu tentang gue termasuk anggota Black Lion milik gue." ucap tegas Tasya.
Ckleekk....
"Eh kak El, kok udah balik bukannya seharusnya masih lama baliknya?" tanya Tasya langsung mematikan panggilannya.
"Gak jadi berubah jadwalnya, periksa sekarang ya tadi kakak udah bilang sama dokter Sarah!" kata El duduk disamping Tasya.
"Tapi aku takut kak?" menatap kearah El.
"Gak usah takut kan ada kakak yang nemenin nanti." sambil menciumi rambut kepala Tasya.
__ADS_1
Tasya mengangguk kecil, El membantu Tasya berdiri merangkul pinggangnya berjalan menuju ruangan dokter Sarah.
(Terimakasih atas kunjungannya jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya šš)