
Butuh waktu sedikit lama untuk menghancurkan kelompok tadi, setelah mereka berhasil melakukan tugasnya mereka kembali ke markas untuk memberi tahu ketua mereka.
"Queen kami kembali semua selamat hanya sebagian mendapatkan luka kecil." ucap Niko.
"Bagus sekarang kita tunggu sebentar." ucapku, "Seharusnya sebentar lagi."
Derttttt....
"Hallo?"
"Hallo Nona kami sudah di depan pagar rumah anda." kata pengantar pesanan.
"Hmmm...." lanjut ku, "50 orang kedepan gerbang ambil pesanan ku."perintah ku.
"pesanan datang." ucap salah satu anggota.
(Contoh foto makanan yang di pesan Queen)
...(hanya contoh)
...
"Pesta ini untuk merayakan keberhasilan kita, kalian makan sepuasnya untuk minumnya ambil di ruang bar bawa kemari." ucap ku sambil teriak.
"terima kasih queen." ucap mereka semua.
"Queen silakan dinikmati."kata Zein menyerahkan makanan."Thanks." ucapku sambil senyum.
Mereka semua menikmati pesta yang diadakan Tasya. tak terasa sudah pukul 2 malam.
"Zein aku pulang dulu, bilang ke semua anggota yang mabuk suruh tidur disini bahaya kalau mereka pulang." ucapku sebelum pulang.
"Queen apa perlu diantar untuk berjaga-jaga di perjalanan." ucap Ryan di sebelah ku.
"Tidak perlu aku pergi dulu , o iya ini bagi ke semua untuk biaya pengobatan." kataku sambil menyerahkan sebuah Card ATM.
__ADS_1
"Baik, hati-hati dijalan Queen." ucap Zein dan Ryan.
Aku langsung bergegas pulang ke rumah, karena besok sekolah jangan sampai telat bangun. Tepat pukul 3 aku sampai rumah. Saat memarkirkan motor, mobil El ada di halaman. Saat itu juga jantung gue terasa mau copot. Dengan keberanian yang hanya tinggal sedikit aku memberanikan diri membuka pintu rumah. Dan berdoa semoga El tidur dikamar.
ckleekk....
Setelah aku menutup pintu, aku pikir tidak ada orang di ruang tamu, namun saat mau naik tangga lampunya menyala.
"Dari mana." tanya El dengan tatapan tajam.
"Eh kak , udah pulang ya." tanyaku.
"Dasar bodoh orang nya udah duduk disana kenapa nanya." gerutu ku.
"Kakak minta apa?" tanya ku melihat El menyodorkan tangannya dengan tatapan tajam.
"kunci motor." dengan ucapan datar.
Aku langsung memberikan kunci tersebut, karena takut dengan tatapannya."Mau kemana kak?" tanyaku saat melihatnya keluar rumah dan diluar sudah ada 2 orang laki-laki.
"ini kuncinya." ucap El ke orang itu sambil memberikan kunci motor ku. mereka langsung membawa pergi motornya.
"kenapa kakak memberikan kunci motor ku , kenapa kak ?" tanyaku dengan menahan amarah.
"Aku sudah bilang, langsung tidur tapi apa saat aku izin pulang cepat takut kamu sendirian di rumah kamu malah keluar dan bahkan pulang tidak tahu aturan. Dari mana tadi ."ucap El dengan nada tinggi.
"Tasya mau kemana?" tanya El dengan menahan tanganku.
Aku mencoba melepaskan tanganku,"Lepas." ucapku. aku bergegas mengambil kunci lalu pergi keluar rumah. saat aku mau masuk mobil El langsung mengangkat tubuh ku seperti membawa karung beras."Turunin gue sekarang turunin."kataku sambil memukul tubuh El.
"Diam."ucap El yang terus membawaku ke kamar.
"Turunin aku sekarang, kalau kamu gak turunin aku liat aja aku akan.... arrghh." teriak ku saat El membanting tubuh ku ke kasur. "minggir aku mau keluar, minggir." kataku sambil mendorong tubuh El agar menjauh dari tubuhku."Mau ngapain, minggir aku minggir."
"Diam atau aku gak akan menjamin kamu bisa turun dari sini." ucap El yang terus mengunci tubuh ku.
"Kalau kamu berani awas aja aku akan pergi dari rumah ini."ucapku dengan nafas menggebu-gebu.
Tapi perkataan Tasya hanya dianggap angin lalu El terus mencoba melepaskan pakaian Tasya, Tasya terus memberontak dan memaki-makinya.
"Brengsek dasar laki-laki ba******.... hiiiks hikks...aku mohon lepaskan aku?" ucapku sambil menangis.
"apa yang aku perbuat." batin El. "Sya maafin aku sya maaf." ucap El yang sudah memelukku."Maafin gue sya maaf "
"Hiiiks...Ka.. kak aku minta maaf aku janji hiks gak akan ngelakuin hal itu lagi hiks aku janji." ucap ku terisak-isak.
__ADS_1
"Janji jangan pergi keluar lagi tanpa diriku ya, aku gak mau kamu kenapa-napa apalagi sampai pulang pagi, dah sekarang kita tidur ya." kata El.
Aku langsung tertidur mungkin karena capek menangis, dan kami hanya tidur 1 jam saja.
"maaf...kak...maaf" ucapku mengigau.
Karena El terganggu dengan tidur dia membangunkan ku.
"Sya bangun sya." kata El mencoba membangunkan tidur ku.
"hah..hah...kak jam berapa sekarang?" tanyaku saat mencoba bangkit tapi tidak jadi karena tubuhku terasa berat.
"jam 6 lebih, gak usah masuk ya nanti aku minta izin ke guru kamu." ucap El sambil menaruh telapak tangannya ke keningku.
"Hanya pusing sedikit, nanti juga ilang sendiri." ucapku lalu bangun dari tempat tidur ke kamar mandi.
***@@@***
"sarapan dulu setelah itu minum obat nya, nanti aku jemput pulang nya ya."
Aku hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
Setelah sarapan kami langsung berangkat ke sekolah."Aku berangkat dulu kak."
"Hati-hati jangan lupa nanti saat istirahat diminum lagi obatnya kalau gak kuat ke UKS nanti kakak jemput lagi." ucap El.
"ya kak." Balasku langsung jalan ke ruang kelas.
Saat pelajaran terakhir aku pikir sakit kepala ku akan hilang karena sudah minum obat yang aku bawa, kenapa malah semakin pusing dan tubuhku terasa dingin. Pelajaran pun selesai aku langsung bergegas menuju ke mobil milik El.
"Kak, maaf lama." ucapku sambil senyum dan mencoba menahan rasa pusing kepala ku.
"kita ke rumah sakit ya."
"kenapa ke rumah sakit kak bukannya pulang ke rumah." lanjut ku," kak kita langsung pulang ya." pintaku karena aku gak suka kerumah sakit.
"kak aku gak ikut masuk ya kak." kataku yang masih didalam mobil dan dia sudah di depanku.
"Sya aku tahu mana pasien sakit atau pura-pura sakit." ucap El yg sudah menarik aku keluar mobil dan berjalan ke dalam ruangannya.
"Ah, Kak El aku..."
Rasanya kepala ku mau pecah...,"Sya, Tasya." suara El yang berada tepat di depan ku terdengar semakin menjauh...
Brukk...
__ADS_1
...***@@@@***** ...
Ditunggu Like dan Subscribenya ya kak☺️☺️