Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 8 {pelakor}


__ADS_3

Sore ini adalah hari yang di tunggu Tasya yaitu pulang ke rumah.


" Kak ayo dong aku ingin cepat sampai rumah." kataku ke El agar cepat mengemas barang ku.


"Sebentar aku ambil kursi roda dulu."


"Gak perlu kak aku kan udah sembuh."


"ya udah ayo, pegangan tangan ku."


"ya." kataku sambil menggandeng tangan El.


...****@@@****...


Akhirnya El dan Tasya sampai rumah, setelah sampai rumah El langsung menyuruh Tasya untuk istirahat. El menyiapkan makan malam setelah menaruh baju Tasya ke tempat pencucian.


"Semua siap, tinggal memanggil Bocil untuk makan malam." El langsung naik tangga menuju kamarnya.


"Cil bangun makan dulu, nanti tidur lagi?" kata El sambil mengusap lembut pipi ku.


"Kakak masak apa?" tanyaku.


"Nasi goreng spesial untuk Bocil ku, ayo bangun nanti lanjut tidur lagi."


"Gendong, hmm." sambil merentangkan kedua tangan.


El langsung menggendong ku ala koala. Kami makan sambil bercanda ria.


"Kak besok berangkat jam berapa?" tanyaku yang masih menikmati makannya.


"Jam 8 besok gak usah masuk sekolah dulu ya nanti aku izinin ke guru kamu."


"Gak usah kak kan udah mau ujian kelulusan masak izin terus, nanti aku ketinggalan pelajaran banyak dong."


"Emang udah sehat."tanya El.


"udah." ucapku sambil menganggukkan kepala.


...****šŸ’žšŸ’žšŸ’ž****...


Karena tiga bulan lagi ujian kelulusan jadi Tasya memilih untuk masuk sekolah, dan sudah diantar El sampai gerbang sekolah.


Setelah berpamitan Tasya langsung menuju ke ruang kelas nya.


"Sya akhirnya kamu masuk lagi ke sekolah aku pikir belum masuk hari ini." Kata Fitri Sambil memelukku erat.


"Kalau kamu meluknya begini bisa-bisa gue kerumah sakit lagi, lepas." ucapku.


"Hehe sorry, udah sembuh benar kan ?"


"kalau aku belum sembuh terus siapa yang berdiri di depan kamu, gimana sih kamu"


"iya juga ya." kata Fitri Santai.


""Ada tugas gak , aku mau pinjem buku catatan kemu?" tanyaku ke Fitri.


"Gak ada." kata Fitri.


"Beneran jangan bohong Fit, awas aja kalau ketahuan bohong."


"Ya ampun Sya kapan aku bohong sama kamu, suer." katanya sambil mengangkat dua jarinya membentuk V.


"hmmm." ucapku.


Bel pun berbunyi bertepatan dengan kedatangan guru yang mengajar di kelas Tasya. Semua murid langsung menyiapkan peralatan untuk pelajaran.

__ADS_1


...****šŸ‘‘šŸ‘‘šŸ‘‘****...


Karena ada rapat guru jadi semua murid pulang setelah bunyi bel istirahat. Karena hari ini Pulang cepat Tasya ingin memberi suprise ke El dengan memberi kejutan kedatangannya ke rumah sakit.


Tasya memilih naik taxi ke rumah sakit dari pada menyuruh sopir menjemputnya. Setelah lima belas menit perjalanan akhirnya tiba di halaman depan rumah sakit.


Saat Tasya mau masuk keruangan El dia bertanya terlebih dahulu ke bagian administrasi untuk menanyakan keberadaan suaminya.


"Maaf kak dokter El dimana ya sekarang?" tanyaku ke perawat.


"Adek siapa nya dokter ya?" tanya perawat itu.


"hah ! adek sejak kapan gue adik nya si dokter tapi gak papa sih kan mereka tidak ada yang tahu siapa gue sebenernya." batinku, "saya ponakan nya mbak." jawabku asal.


"Ooo, dokter El mungkin sekarang sedang di kantin dek."


"Ya udah mbk makasih ya."


"Sama-sama dek." ucap perawat itu sambil tersenyum.


Karena perawat itu bilang ada di kantin jadi Tasya langsung mencari keberadaan suaminya di kantin sambil menelponnya. Namun tidak diangkat.


"Apa kak El gak bawa HP ya." gumamku. Saat tengah berjalan ke kantin ada empat perawat yang tengah bergosip jadi aku dengerin aja dulu.


"eh udah dengar belum katanya Dokter Rosa tunangannya dokter El."


"Masak sih gue gak percaya deh."


"Tapi mereka cocok kalau emang nikah ya kan?"


"Ya sih dokter El tampan dan Dokter Rosa juga cantik"


Karena Tasya orangnya kepo jadi dia langsung mendekati mereka.


"Maaf mbk mau tanya Dokter El dimana ya sekarang?"


"Saya ponakan jauh nya dokter El."


"ooo tadi aku lihat dokter El dikantin."


"ya udah mbak makasih infonya." aku langsung bergegas ke kantin.


"Itu kakak." ucapku saat melihat kak El dengan temannya duduk dipojok ruangan.


Saat aku mau jalan ke arah kak El tiba-tiba ada yang sengaja meluruskan kakinya saat aku jalan, dan akhirnya aku jatuh ke lantai.


"kalau jalan itu pakai mata masak gitu aja jatuh."kata orang itu.


Karena Tasya gak terima dia langsung berdiri tanpa mempedulikan rasa sakit di kakinya, dan menyiram orang itu dengan minuman yang ada di atas meja.


"KURANG AJAR, SIAPA LO BERANINYA NYIRAM GUE PAKAI AIR LAGI." teriak orang itu.


"Kenapa gak terima kalau gak terima makanya jangan cari masalah sama orang lain."


Plaak...


plaak...


Dua kali tamparan berhasil mengenai pipi mulus milik Tasya dan membuat pipinya memerah. Dan Tasya hanya diam padahal ingin membalas, tapi niatnya dia urungkan saat melihat El dan teman-temannya datang kearah kita.


"Cih dasar anak kecil , seharusnya lo itu belajar di sekolah jangan-jangan bolos ya?" kata salah satu dari tiga dokter tersebut.


"Gue gak bolos " kataku sambil menangis.


"kalau gak bolos ngapain ada kesini."

__ADS_1


"Terserah gue mau ngapain di sini lagian rumah sakit ini bukan punya lo kan." kataku memancing amarah mereka.


"Kurang ajar berani banget lo jawab." ucapnya sambil mengangkat tangan kanannya untuk menamparku.


Namun tangan nya dihentikan oleh El" Ada apa ini?" kata El belum menyadari keberadaan ku.


"Eh dokter El gak ada apa-apa kok cuma kita mau..." ucap Rosa.


"hiks...hiks...kak El."aku langsung menangis agar Rosa tidak melanjutkan ucapannya.


Saat mendengar tangisan ku El langsung memelukku,"kenapa kamu bisa disini?"


"hiks.. hiks..a, aku ingin bertemu kakak Tapi malah mereka menamparku huaaa."


"Siapa yang menamparmu bilang sama aku?"


"El kok kamu gitu sih seharusnya kan aku yang kamu belain aku kan pacar kamu." kata Rosa menarik tangan El.


"Sejak kapan aku jadi pacar kamu kita cuma teman paham." kata El menegaskan kata teman.


"Kan waktu kita di luar negeri kamu Uda janji mau nikahin aku."


mendengar kata Rosa aku langsung melangkah pergi keluar dengan kaki yang menahan rasa sakit karena jatuh tadi.


"Dengerin baik-baik aku gak pernah buat janji sama kamu paham." kata El tegas ke Rosa langsung mengejar ku.


"Cil, Bocil, tunggu cil dengerin penjelasan gue dulu." sambil menahan tanganku.


"Aku mau pulang." kataku ketus.


"Ayo aku antar." tawar El.


"Gak gue, arghh." kataku saat merasakan sakit di kaki kanan ku lagi.


"Ada apa mana yang sakit?" tanya El.


"kakiku." ucapku setelah itu El langsung mengangkat tubuh ku ala bridal style.


"Mana yang sakit." tanya El setelah menurunkan ku di sofa ruangannya.


"yang kanan."


"Tahan ya aku akan memijatnya, kalau sakit teriak aja." katanya sambil jongkok.


"maksudnya apa?" tanyaku.


klek ...


"aaakhh, sakit go****." kataku sambil memukul kepala El.


"Gimana masih sakit coba gerak pelan-pelan?" perintah El.


"Gak, makasih ya."ucapku sambil berdiri.


"ayo kita pulang."kata El.


"iya, tapi gendong." sambil merentangkan kedua tangan.


"Haah dasar bocil." sambil menggendongku ala bridal style.


...jangan lupa...


...***LIKE...


...Comment...

__ADS_1


...Subscribe***...


__ADS_2