
Seorang gadis kini tengah mondar-mandir sejak tadi di depan pintu rumahnya karena takut masuk kedalam, padahal waktu sudah pukul enam lebih sudah lima belas menit Tasya di depan pintu rumahnya.
"Kalau masuk pasti perang dunia nih, tapi kalau gak masuk tidur dimana? masak ke rumah mama nanti pasti kak El tahu dong, mama anakmu butuh bantuan" gerutu Tasya jongkok di depan pintu.
.
Di ruang tamu seorang lelaki tampan sedang bingung mencari keberadaan kakak iparnya, "San, bagaimana ada info tidak dari Tasya?" tanya El yang baru turun dari kamarnya.
"Belum ada kak, aku sudah menyebarkan semua bawahan ku tinggal menunggu informasi dari mereka." Kata Ersan yang menutup laptopnya.
"Sya dimana kamu sekarang?" gumam El.
"Coba kakak telpon lagi, siapa tahu diangkat kakak ipar?" kata Ersan.
El menelpon kembali no Tasya, "Sya angkat dong sya?" gerutu El.
.
Derttttt.... Derttttt....
Tasya melihat nama kontak di hpnya, "Ha_hallo kak?" jawab Tasya takut.
"Dimana kamu sekarang, kenapa belum pulang kerumah?" tanya El dengan nada tinggi.
"Jangan marah-marah?"
"Hah, kakak gak marah Sya?"
"Itu tadi, kakak suaranya tinggi?"
"Gak Sya, kakak gak marah sekarang kamu dimana biar kakak jemput?" dengan nada yang lembut.
"Gak mau nanti kakak marah, janji dulu nanti gak marahin aku?" kata Tasya seperti anak kecil.
"Kakak janji gak bakal marah-marah, sekarang kamu dimana?"
"Di.... depan pintu." ucap Tasya dengan suara yang semakin kecil.
Ckleekk....
"TASYA GRESIA ALEXANDER." teriak El melihat istrinya yang mau melarikan diri.
Tasya yang tahu jika El memanggil nama lengkapnya pasti dia marah besar, "Eh kak El." ucap Tasya melihat kearah El dengan senyuman.
"San kamu balik saja." ucap El yang fokus melihat kearah istrinya.
Ersan yang tahu kakaknya marah langsung berjalan menuju mobilnya, "kakak ipar aku balik ya." ucap Ersan.
"Hati-hati ya Er." sambil melambaikan tangan,
__ADS_1
Ersan hanya membalas dengan senyuman, "Kakak ipar yang harus hati-hati." teriak Ersan sebelum masuk mobil.
"Masuk." ucap El dengan wajah datar.
Tasya menurut dengan ucapan El masuk kedalam rumah, "Mau kemana?" tanya El melihat Tasya menaiki tangga.
"Ke kamar, kenapa kak?" tanya Tasya dengan santainya.
"Setelah ganti baju datang ke ruang kerja ku." kata El dengan tatapan tajam.
Tasya hanya mengangguk sebagai jawaban lalu naik ke kamar untuk bersih-bersih dan ganti pakaian.
Tok... Tok...tok
"Masuk." ucap El didalam ruang kerjanya.
Tasya setelah ganti pakaian langsung menuju ruang kerja El, Tasya masuk kedalam ruangan setelah disuruh masuk pemiliknya.
"Berdiri disitu." ucap El tanpa mempedulikan keberadaan istrinya.
Tasya menurut perintah suaminya, karena kalau melawan pasti tambah marah.
.
Tasya sudah berdiri lebih dari sepuluh menit didepan meja El, karena sejak pulang kuliah belum makan sesuatu Tasya merasa perutnya lapar.
El tidak menjawab pertanyaan Tasya, dan masih fokus dengan berkas yang di bawa dari rumah sakitnya.
'sial malah dicuekin, apa aku kerjain aja ya?.' batin El dengan senyum jahilnya.
Tasya tiba-tiba berjongkok sambil memegang perutnya dan meringis kesakitan, El yang melihat istrinya kesakitan langsung mendekatinya.
"Sya ada apa?" tanya El dengan nada khawatir.
"Akh... sakit kak... sakit?" ucap Tasya merintih kesakitan.
El yang mendengar jawaban Tasya langsung mengangkat tubuhnya membawa ke dalam kamar, El membaringkan tubuh Tasya dengan pelan.
"Tunggu sebentar kakak ambil peralatan kakak." ucap El berlari menuju ruang kerjanya.
Tasya yang sudah tidak bisa menahan ketawanya langsung tertawa, "Siapa suruh cuekin aku." gumam Tasya.
Saat Tasya mendengar suara langkah kaki El langsung mulai aktingnya lagi, tapi entah kenapa perutnya terasa mual, "Hueek." Tasya berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya.
El yang melihat Tasya berlari mengikuti masuk kedalam kamar mandi, "Hueekk... Hueekk.." karena belum makan dari tadi Tasya hanya memuntahkan cairan bening.
"Sya sudah makan tadi?" tanya El yang melihat muntahan Tasya.
Tasya hanya diam saja dan melihat wajahnya yang pucat di cermin lalu meneteskan air matanya.
__ADS_1
El yang melihat Tasya menangis langsung memeluknya, "Sayang kenapa nangis, apa masih sakit perutnya?" tanya El dengan nada khawatir.
"Kak laper." ucap Tasya mendongak menatap wajah El yang khawatir.
El bingung dengan jawaban istrinya, bukannya tadi kesakitan sekarang malah bilang laper, "Kita keluar dulu ya, nanti kakak ambilkan makanan untuk kamu."
.
Karena belum ada makanan jadi El membuat makanannya terlebih dahulu, "Apa memang begitu sifat perempuan hamil?" gumam El yang masih bingung dengan sifat istrinya.
Yang tadinya mau marah tidak jadi karena sifat istrinya yang membingungkan menurut dirinya.
Setelah siap El membawa nampan yang berisi makanan ke dalam kamar karena istrinya sudah menunggunya, "Makanan sudah siap."
El menaruh makanannya di meja samping tempat tidurnya, "Kakak yakin ini makanan?" melihat makanannya.
"Iya, aku buat khusus untuk kamu dan anak yang ada di rahim kamu." kata El dengan senyum.
"Tapi ini hanya ada sayuran, aku maunya mie yang pedas." ucap Tasya melihat kearah El.
"Gak boleh, mulai sekarang kamu gak boleh makan sembarangan semua makanan harus aku yang siapkan, saat kuliah aku akan buatkan bekal." ucap El ingin menyuapi Tasya.
"Gak mau, pokoknya aku mau mie pedas kalau gak ada aku gak mau makan." ucap Tasya menolak suapan El.
"TASYA, makan sekarang atau kamu tidak boleh keluar rumah tanpa izin dari ku."ucap tegas El karena sudah tidak sabar dengan sikap istrinya.
"Gak mau, pokoknya aku maunya mie titik.
El memakan makanannya lalu menyuapi Tasya dengan mulutnya, Tasya hanya bisa pasrah karena tatapan tajam El yang tidak main-main.
El melepaskan ciumannya setelah Tasya menelan makanannya, "Aku makan sendiri." ucap Tasya saat melihat El yang ingin mengulang cara yang sama.
"Habiskan." kata El melihat kearah Tasya yang makan sendiri.
.
"Sudah." kata Tasya sambil menyodorkan piring tempat makan yang sudah habis.
"Ini di minum susunya, setelah itu tidur." menyodorkan gelas yang berisi susu coklat.
Tasya yang ingin menolak tidak jadi karena tatapan mata Suaminya, "Pintar, sekarang tidur ya." ucap El membantu merebahkan tubuh Tasya.
El keluar kamar menuju dapur untuk membersihkan peralatan kotor yang tadi buat masak, setelah selesai El melihat Tasya untuk memastikan apa istrinya sudah tidur atau belum, lalu pergi ke ruang kerja untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi.
Tasya membuka mata saat El menutup pintu tadi, "Sya bodoh banget sih kamu, niatnya aja mau ngerjain tapi malah apes sendiri." gumam Tasya melihat kearah langit-langit kamar nya.
...**@@@**...
(Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan give setelah membaca )
__ADS_1