
Disebuah ruangan yang bernuansa putih mereka masih tertidur dengan pulas padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih.
El terbangun karena cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela kamarnya, " jam berapa sekarang?" gumam El meraba-raba HPnya.
"Ternyata sudah jam tujuh." El melihat kearah samping menciumi wajah Tasya yang ternyata semalam dia sudah berhasil memiliki Tasya sepenuhnya.
Tasya yang terganggu karena ciuman El, " kak El aku masih ngantuk." ucap Tasya yang masih menutup rapat matanya.
El turun dari kasur berjalan ke arah kamar mandi, ganti pakaian pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
El niatnya mau membangunkan Tasya tapi sudah sejak tadi dipanggil bahkan dicium tidak bangun juga.
"Sayang bangun sarapan dulu ya." bisik El ditelinga Tasya.
Tasya terkejut dengan suara itu.
"Akhirnya bangun juga, mau mandi atau sarapan dulu?" tanya El dengan kasih sayang.
Tasya masih tidak percaya dengan semalam, " Aku mandi dulu minggir kak." kata Tasya mendorong tubuh El yang menghalanginya.
Tasya ingin turun dari kasur tapi dia merasa bagian bawahnya sakit, dia menahannya berjalan satu langkah, "Arghh, kak El sakit."
El langsung membopong Tasya ke kamar mandi, "Kakak bantuin mandi ya."
Setelah sepuluh menit mereka berdua keluar dari kamar mandi, El menurunkan Tasya ke kasur dengan perlahan, " Sebentar kakak ambil obat."
"Kakak mau ngapain?" tanya Tasya saat melihat El menyuruh berbaring.
"kakak cuma mau ngasih salep, biar gak sakit lagi." kata El mengobati Tasya.
"Kak maaf." kata Tasya ragu-ragu.
"Kakak udah maafin, kakak ambil sarapan dulu."kata El keluar dari kamar.
Tasya membuka HP nya, ternyata ada pesan dari Dito.
From : Dito
Queen hadiah Mobil dan uangnya sudah sampai di markas mau diapakan
"Gue lupa gue kan cuma ambil motor." batin Tasya.
To : Dito
terserah kalian uangnya mau di pakai buat apa untuk mobilnya taruh di tempat biasa dan surat-suratnya kamu simpan di ruang kerja
El masuk kamar membawa nampan berisi sarapan yang disiapkan.
"Kakak suapin, aaaa?" kata El.
El menyuapi Tasya dengan kasih sayang,"Apa masih sakit?"
__ADS_1
Tasya menggeleng, " Makasih kak udah maafin aku."
"Kakak mau nanya, apa benar motor yang kamu bawa semalam hadiah dari balap motor?"kata El menatap kearah Tasya.
Tasya menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana bisa kamu jatuh dari motor?" tanya El lagi.
"Itu kesalahan yang bawa mobil udah tahu lampu merah main terobos aja."jawab Tasya menunduk tidak berani menatap kearah El.
"Baiklah sekarang satu pertanyaan lagi, waktu itu kamu bilang ada kerjaan yang harus segera diatasi pekerjaan apa maksudnya Sya jangan bilang kamu sudah kerja?" tanya El dengan tatapan curiga.
"Ng, nggak aku belum kerja maunya sih kerja tapi gak tau mau kerja apa." jawab Tasya sambil menatap kearah lain.
El yang mendengar jawaban Tasya terkejut bagaimana bisa istri kecilnya berpikiran untuk cari kerja terus dia kerja selama ini untuk siapa, "Mulai sekarang kakak tidak mau kamu ikut balap lagi dan jangan berpikir cari kerja, kakak udah daftarkan kamu di tempat kuliah kakak."
"Kak jangan bercanda deh aku kan gak ada niatan lanjut kuliah, pokoknya aku gak mau kuliah titik." ucap tegas Tasya.
"Gak ada penolakan ini sudah perintah kakak, dah tidur lagi kakak mau cuci piring dulu." kata El keluar kamar.
"Huuuu gak mau kuliah, siapa sih ganggu orang mau tidur aja." batin Tasya mengambil HP nya.
"Apa?." jawab Tasya malas
"Kenapa dengan queen kami sepertinya lagi badmood."
"Siapa....eh eh eh HP ku?" kata Tasya terkejut karena hpnya tiba-tiba diambil El.
"Ini udah jam sebelas siang kak aku gak ngantuk, lagian kenapa kakak masih dirumah emang gak kerja?" tanya Tasya.
"Masih ada satu jam sebelum aku berangkat kerja, tadi aku udah minta izin ke wali kelas kamu." kata El naik keatas tempat tidur.
El menidurkan Tasya setelah itu bersiap-siap untuk berangkat kerja.
...########...
Sampai dirumah sakit El masuk keruangannya.
Tok... Tok... Tok
"Masuk." kata El memakai jas putih dan alat perlengkapan nya.
"Dok ini daftar nama pasien hari ini ." kata perawat itu.
"Tidak ada jadwal operasi kan hari ini?" tanya El.
"Tidak ada dok."
"Baguslah aku hari ini harus pulang sebelum jam enam." berjalan keluar ruangan.
"Baik dok." mengikuti El dibelakang.
...✨✨✨✨✨...
__ADS_1
waktu sudah menunjukkan pukul lima lebih, Tasya yang masih berkutat di dapur untuk membuat makan malam tidak sadar sudah sore.
Tasya mandi lagi karena berkeringat waktu memasak. Hp Tasya berbunyi ada panggilan masuk.
"Kenapa kak?" tanya Tasya tumben nelpon.
"Mau pesan apa mumpung masih perjalanan pulang?"
"Tumben kakak pulang cepat? hmmm aku mau cake yang banyak."
"Baiklah yang mulia ratu ."
"Dasar gombal." kata Tasya setelah El mematikan panggilannya.
Tasya turun ke ruang makan untuk menyiapkan makan malamnya.
"Dah siap tinggal nunggu kak El." menuju ke ruang tamu.
...(menu makan malam)...
Sambil menunggu El datang Tasya menonton Tv. Suara mobil di luar membuat Tasya berlari menuju pintu.
"Kak El." ucap Tasya memeluk El.
"Nih permintaan yang mulia Ratuku." memberikan lima paper bag ke Tasya.
"Kakak mandi lalu ke ruang makan ya, aku mau menyiapkan cake nya." kata Tasya berlari ke dapur.
"Makan dulu, Sya." kata El memeluk Tasya dari belakang.
"iih jangan ganggu Kak, aku tuh bingung mau makan yang mana dulu?"
"Kenapa bingung?" melihat kearah semua cake yang di belinya.
"Gimana gak bingung kakak aja belinya banyak gini?" kata Tasya.
...(Semua cake yang di beli El)...
"Kan kamu tadi mau yang banyak." jawab El santai.
"Ya banyak, kenapa gak sekalian beli tokonya." gerutu Tasya.
"Tadinya mau beli sama tokonya tapi yang jaga toko bilang cake nya tinggal sedikit, jadi gak aku beli deh." ucap El berjalan ke arah meja makan.
Tasya yang mendengar jawaban El hanya bisa pasrah, " Dasar orang kaya? eh aku kan juga kaya."
(Terimakasih kasih sudah berkunjung dan membaca jangan lupa like subscribe comments nya ya budayakan sesudah membaca)
__ADS_1