Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 32 (Tasya pingsan)


__ADS_3

Sekarang Tasya sedang diperjalanan menuju rumah nya, hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di rumah.


Tasya membuka pintu rumahnya karena baru jam 5:30 Tasya membuka pintu kamar dan melihat suaminya yang masih tertidur, setelah selesai mandi dan berganti pakaian Tasya turun ke lantai bawah.


Tasya sekarang sudah berada di dapur menyiapkan semua bahan makanan untuk membuat sarapan, tak butuh waktu lama untuk memasak makanan setelah semua sudah tertata rapi di meja makan Tasya naik keatas untuk membangunkan suaminya yang masih tidur.


"Kak, bangun kita sarapan dulu ya?" sambil mengusap lembut pipi El.


El yang merasa tidurnya terganggu membuka matanya melihat wajah istrinya yang sudah ada dihadapannya, "Sayang ini beneran kamu kan?" tanya El yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Tasya yang mendengar perkataan suaminya mencubit pipi El, "Awwwhhh, jadi ini beneran kamu?" Tasya mengecup bibir El.


El langsung Menarik tubuh Tasya ke dalam pelukannya, cukup lama mereka berpelukan.


"Kak, kita sarapan dulu ya aku udah buatin makanan kesukaan kakak?" ucap Tasya memainkan jarinya di dada bidang El.


"Tasya....kakak harap ini terakhir kalinya kamu pergi sendiri, kalau ada yang menggangu pikiranmu ceritakan pada kakak jangan dipendam sendiri." ucap El melihat kearah Tasya.


Tasya hanya mengangguk dan tersenyum, "kakak mau mandi dulu, tunggu di sini bentar ya?" mencium kening Tasya.


Tasya membuka layar Hp nya, tidak ada pesan masuk dari anggota Black Lion itu berarti mereka semua aman. Tasya membuka informasi biodata orang yang dia tebak menjadi dalang dari kecelakaan orang tuanya.


ckleekk....


El melihat kearah Tasya yang masih fokus dengan layar Hp nya, El mengambil Hp Tasya.


"Kak El?" ucap Tasya cemberut.


"Hp nya kakak bawa dulu, nanti setelah sarapan baru Kakak balikin!" ucap El melihat kearah Tasya yang hanya diam.


El dan Tasya sekarang sudah duduk di kursi meja makan dan memulai sarapan paginya, "kak, nanti temani aku jenguk papa ya?"


El melihat kearah Tasya, Tasya sejak tadi tidak hanya memakan sedikit sarapannya Karena tidak selera makan.


"Kenapa makanannya cuma sedikit Sayang?" berjalan ke arah Tasya.


Tasya hanya diam El menggendong tubuh Tasya ala bridal style, El membaringkan pelan tubuh Tasya.


"Kita istirahat sebentar ya, kamu kelihatan lelah?" kata El ikut berbaring disamping Tasya.


"Aku gak papa kak, kita berangkat sekarang aja." ucap Tasya bangun dari tempat tidurnya.

__ADS_1


El ikut Tasya mengambil pakaian, lalu masuk bersama ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


**@@@**


Kini mereka berdua sudah di rumah sakit tempat papa Tasya dirawat, butuh waktu satu jam untuk tiba di rumah sakit.


Tasya dan El masuk ke dalam ruangan, karena tadi di perjalanan El sempat mengabari ke mama mertua.


Mama langsung menarik telinga Tasya, "Dasar anak nakal, pergi kemana kemarin gak bilang suami. kamu lupa udah mau jadi orang tua tapi masih suka menghilang, udah minta maaf sama suami kamu?" tanya mama.


Tasya hanya meringis kesakitan, "Ma udah ya marahnya kasihan istri aku kesakitan ma?" ucap El memeluk tubuh Tasya.


Tasya mendongak melihat wajah El, "Kenapa, hmmmm? " tanya El.


Tiba-tiba pandangan Tasya mulai kabur dan suara El yang dekat semakin menjauh, semua terkejut karena Tasya jatuh pingsan.


El membopong tubuh Tasya, mama Tasya keluar ruangan untuk mencari keberadaan dokter.


El duduk disamping Tasya yang masih tertidur, dokter bilang Tasya terlalu banyak pikiran dan kelelahan.


Tasya membuka matanya melihat sekelilingnya dan El yang tertidur pulas, mungkin karena kelelahan.


"Ternyata sudah malam ya." gumam Tasya.


"Sayang sudah bangun ya, maaf ya aku ketiduran?" ucap El lalu mencium kening Tasya.


El yang melihat Tasya memegangi perutnya tahu apa yang dimaksud, "Sebentar ya, kakak pesan kan makanan dulu."


El membuka layar Hp nya dan memesan makanan untuk istrinya dan dirinya sendiri, "Sabar ya, kakak udah pesan makanan untuk Kita bertiga." sambil senyum.


"kak anak kita baik-baik aja kan?" tanya Tasya melihat kearah perutnya yang sudah membesar.


"Anak kita baik-baik saja, kan dia kuat sama seperti mama nya." jawab El mengusap lembut perut Tasya.


"kak kapan aku boleh pulang?" tanya Tasya melihat kearah El.


El tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya, "satu minggu lagi." jawab El berbohong tapi dengan wajah yang serius.


"kak El bercanda kan?" tanya Tasya memegangi tangan El.


"Gak sayang, besok kita pulang tapi kita mampir ke rumah sakit kakak dulu ya soalnya disini peralatannya belum lengkap." jawab El seperti yang disampaikan dokter.

__ADS_1


El menyiapkan Makanan yang tadi di pesan, setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya tiba.


Tasya melihat makanan miliknya dan milik El, "kak kenapa punyaku bubur , aku mau makan punya kakak aja." ucap Tasya ingin menukarkan makanannya.


"Gak boleh sayang, hanya malam ini kamu makan bubur ya?" menukar kembali makanannya.


"Tapi kak, rasanya hambar?" rengek Tasya gak mau makan buburnya.


"gak hambar sayang, coba deh kakak suapin ya......aaaaa?" menyuapi Tasya.


Tasya menerima suapan El, "Gimana enak gak?" tanya El.


"Enak kak, aku makan sendiri aja kak." ucap Tasya mulai memakan makanannya sendiri.


"kakak pesan bubur nya dimana, nanti kalau udah keluar dari rumah sakit aku mau makan bubur lagi." ucap Tasya melahap makanannya.


"iya nanti kita kesana." jawab El mengusap lembut rambut Tasya.


setelah selesai makan Tasya mulai tertidur lagi, sedangkan El menelpon dokter Sarah untuk membuat janji besok pagi setelah keluar dari rumah sakit ini niat El langsung menuju ke rumah sakitnya.


pagi pun sudah tiba El mengemasi barang milik istrinya, karena hari ini istrinya sudah boleh pulang.


"Ayo kita pamit ke papa mama dulu?" ucap El yang sudah berada di depan Tasya.


Tasya mengangguk berjalan bergandengan tangan dengan suaminya menuju ruang rawat mertuanya.


setelah berpamitan kini El dan Tasya sudah berada didalam mobil, "kita langsung ke rumah sakit ya, tadi malam kakak udah buat janji sama dokter Sarah." ucap El yang masih fokus menyetir.


"Tapi nanti pulang dari sana, mampir ke tempat bubur yang tadi malam kakak pesan ya?" ucap Tasya melihat kearah suaminya.


"Iyaa, nanti kita kesana kamu bisa makan sepuasnya." jawab El.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam El dan Tasya sudah tiba di rumah sakit AL, El menggandeng tangan Tasya menuju tempat pemeriksaan dokter Sarah.


El membuka pintu ruangan dan langsung disambut dokter Sarah.


Hanya butuh waktu lima belas menit untuk pemeriksaan dan saran dari dokter Sarah untuk El dan Tasya.


Seperti kata El diperjalanan tadi kini mereka berdua sudah berada di dalam rumah makan yang menjual berbagai macam jenis bubur dan makanan lainnya, Tasya sudah memesan dua jenis bubur sedangkan El memesan makanan lain karena tidak terlalu suka dengan bubur.


Selesai makan El dan Tasya kembali ke rumah nya, sampai rumah El menyuruh Tasya untuk beristirahat seperti saran dokter Sarah, El berbaring di samping Tasya menemani istrinya hingga tertidur.

__ADS_1


(maaf baru bisa up šŸ™šŸ™šŸ™)


__ADS_2