Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 12 {El minta maaf}


__ADS_3

Pagi hari yang cerah


Tasya menuju ke dapur untuk membuat sarapan karena pasang alarm jadi tidak kesiangan bangunnya.


Setelah semua makanannya siap Tasya membangunkan kedua adiknya untuk sarapan sedangkan dirinya bersiap-siap untuk ke sekolah. Setelah selesai sarapan Tasya langsung pamit ke mereka karena hari ini bawa motor sendiri, mumpung El belum pulang jadi Tasya berangkat pakai motor kesayangannya.



"Pagi Kitty motor kesayanganku maaf ya udah lama kita gak jalan bareng." kataku menaikinya dan bergegas menuju ke sekolah.


Dijalan Tasya menikmati mengendarai motor kesayangannya karena udah lama gak ketemu, saat diperjalanan hp Tasya berbunyi.


Tasya menghentikan motornya melihat siapa yang menelpon.


"Hallo?" sapa ku.


"queen anggota Black Sky sudah di markas queen!"


"Lo bilang tiga hari lagi kan kenapa mereka sudah tiba?" teriakku.


"Hallo queen maaf kita datang mendadak soalnya cuma hari ini waktu kosong yang ada, dan ketua black sky sudah membawa semua surat perjanjian."


"Berikan ke Zein."


"Ya queen?"


"pesankan makanan untuk mereka semua aku akan ke markas sekarang."


"Cih! untung saja bawa motor sendiri tinggal ngabarin Fitri."


To: Fitri


Gue gak masuk hari ini tolong absen kan ya ada urusan mendadak gue.


Setelah mengirim pesan ke fitri Tasya melajukan motornya ke markas Black Lion. Butuh waktu dua puluh menit untuk sampai ke markas. Tiba di markasnya Tasya terkejut karena halaman nya sudah penuh dengan mobil sport milik anggota Black Sky. Turun dari motor Tasya langsung masuk ke dalam markas.


"Selamat datang queen." kata mereka semua yang ada didalam markas.


"Hmm." Aku berjalan ke arah ketua black sky.


"Tidak gue sangka ternyata pemimpin Mafia yang paling ditakuti seorang gadis cantik." kata ketua black sky. "Selamat datang queen Black Lion."


"Kita bicara di ruangan ku saja di lantai dua." kataku berjalan menaiki tangga menuju ruang kerja ku.


"Tapi king?" ucap wakil black sky dan langsung ditatap tajam ketuanya.


Sekarang mereka berdua sudah berada di ruangan kerja Tasya, dan mempersilahkan tamunya untuk duduk di kursi depan meja kerjanya Tasya berjalan ke kursi kebesarannya langsung duduk.


"Pertama-tama kenalin nama gue Tasya." kataku mengulurkan tangan.


"Gue Alvaro senang bisa berkenalan dengan pemimpin Black Lion." ujar Alvaro menerima uluran tangan Keisha.

__ADS_1


"Hmmm, maaf kalau penyambutan kami seadanya."


"Tidak papa itu karena kami juga yang datangnya tidak sesuai perjanjian."


Setelah berkenalan mereka mulai mengobrol bersama dan tak terasa sudah hampir satu jam mereka berdua bersama.


"Boleh saya lihat kertas perjanjiannya?" kata ku.


"Ya, kalau ada yang menurut anda tidak sesuai silahkan diubah."


"Gue setuju." kataku setelah membaca surat perjanjiannya, "mulai hari ini Black Lion dan Black Sky bersama." ucapku setela menandatangani surat perjanjian.


Setelah perjanjian itu Tasya mengajak Varo kembali ke lantai bawah. Tentunya banyak yang berbisik-bisik karena penasaran.


"Perhatian semua perkenalkan nama gue Tasya untuk anggota Black Sky yang sudah ikut datang ke markas besar kami." lanjut ku, "Mulai sekarang Black Lion dan Black Sky bersatu."Teriak ku.


Untuk merayakan bersatunya dua kelompok mafia besar Tasya mengadakan pesta besar di markasnya, dan pestanya berlangsung sampai tengah malam karena banyak yang mabuk Tasya menyuruh mereka tidur di markas terutama anggota Black Sky.


Sebenarnya Tasya males pulang ketemu dengan El pasti kena marah. Di perjalanan Handphone Tasya berbunyi. Yang ternyata dari si dokter nyebelin.


"Malam kak.?" kataku.


"pulang sekarang!" kata El langsung menutup panggilannya.


Tasya hanya menghela nafas, "Pasti udah marah besar, males pulang lah." gumam Tasya melanjutkan perjalanan.


👑👑👑👑👑


"kenapa belum sampai rumah, apa aku telpon lagi aja?" gumam El duduk di sofa.


El menghubungi nomor Tasya lagi tapi tidak dijawab. Sudah berkali-kali El menghubungi nomor Tasya tapi tidak diterima, saat El menuju ke garasi untuk mengambil mobil ada panggilan masuk di HP nya.


"Tasya, dimana kamu sekarang?" Tanya El langsung ke intinya.


"Maaf apa benar ini keluarganya?" kata seorang lelaki yang menjawabnya.


"Ya saya keluarganya, dimana pemiliknya?" tanya El khawatir.


"Dia di bar di jalan xxx bisakah anda kemari?"


El langsung menuju ke tempat Tasya berada.


Diperjalanan El masih tidak percaya apa yang membuat istrinya sampai berada di bar bahkan sampai orang lain yang menghubungi keberadaannya.


"aaarrrrggghhh." teriak El memukul setir mobilnya.


Sampai di tujuan El langsung masuk ke dalam bar dan mencari keberadaan istrinya, Tasya sudah mabuk berat bahkan sampai tidak sadar El mengangkat tubuh Tasya kedalam mobil. Untuk motornya El sudah menyuruh orang untuk membawanya ke rumah.


"Apa yang sebenarnya terjadi Cil kenapa sampai begini." gumam El mengelus rambut Tasya.


El melajukan mobilnya menuju ke rumah. sampainya di rumah El membawa Tasya ke kamarnya dan di baringkan di kasurnya.

__ADS_1


"Cil, Cil bangun dulu ya." kata El mengusap pipi Tasya agar bangun.


"Ehmmm, air haus air." kata Tasya yang masih mabuk berat.


"Nih minum habiskan." kata El memberikan segelas air putih agar menghilangkan efek mabuknya.


Setelah meminumnya Tasya merasa perutnya tidak nyaman Tasya memuntahkan semua sisa makanan yang ada di perutnya. El yang melihatnya membantu Tasya memijat tengkuknya.


"Udah?" tanya El.


Tasya mengangguk kepala, "Aku mau tidur.... kakak jangan pergi."ucap Tasya tanpa sadar yang masih bisa didengar oleh telinga El.


"maafin aku karena aku kamu jadi begini, jangan buat aku khawatir lagi ." batin El mengusap lembut pipi Tasya "selamat malam, mimpi yang indah sayang." mencium kening Tasya.


💞💞💞💞💞


Malam gelap berganti jadi pagi yang cerah, Pagi ini saat Tasya bangun tidur kepalanya terasa berat dia tidak ingat apa yang terjadi. Saat aku mulai mengingat kejadian tadi malam ada yang membuka pintu kamar.


ckleekk...


"Sudah bangun ya, sarapan setelah itu minum obat biar hilang pusingnya." kata El membawa makanan dan obat.


Hanya mengangguk sebagai jawaban, El menyuapi ku dengan telaten, "kenapa gue bisa ceroboh tadi malam, apa karena si Badut itu gue jadi ingin menghilangkan pikiranku." batinku.


"Kenapa bengong?" tanya El melihat Tasya bengong saat ditanya soal semalam.


"hmm, gak aku gak bengong."


"Semalam dari mana? kenapa saat aku suruh pulang malah bisa di bar?" tanya El dengan tatapan tajam setelah menyuapiku.


"Da, da, dari rumah temen." kataku menunduk kan kepala karena takut dengan tatapan El.


"Dari rumah temen, kenapa bisa sampai di bar bahkan mabuk tidak sadarkan diri." lanjut El, "Sya kakak tahu kamu, kalau ada masalah dengan Kakak bilang jangan pergi seperti semalam kakak khawatir kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana?" kata El meluapkan isi hatinya sampai meneteskan air matanya di bahu Tasya.



"Hiks hiks hiks maafin aku." kata El menangis di pelukan Tasya.


"eh kak El jangan nangis dong." kataku terkejut mendengar suara El nangis, " kak jangan nangis lepas dulu ya pelukannya." niatku mencoba melepaskan pelukannya tapi malah makin erat.


Tasya hanya bisa pasrah membiarkan El menangis dulu, tak lama kemudian El melepaskan pelukannya.


"Udah nangisnya?" kata Tasya mengusap sisa Air mata El dengan ibu jarinya. "Kakak gak kerja?"


"Gak aku minta cuti hari ini." kata El sesudah tenang. " minum dulu obatnya, setelah itu istirahat tiga puluh menit nanti aku bangunin lagi untuk mandi."


"Makasih kak ." Kata Tasya menerima obatnya lalu diminum.


Setelah selesai memberi obat ke Tasya dan menyuruhnya tidur, El ke dapur untuk mencuci piring.


(Terimakasih kasih sudah membaca jangan lupa beri like, subscribe,comments dan bintang nya ya🙏🙏🙏🙏)

__ADS_1


__ADS_2