Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 22 {kabar buruk}


__ADS_3

El menaruh tubuh Tasya dengan pelan di kasur karena takut bangun, sebenarnya setelah makan ingin langsung pulang tapi malah sampai malam karena Tasya yang tidak mau pulang inginnya jalan-jalan terus di dalam mall.


El pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena tadi tidak boleh mandi mumpung Tasya masih tidur.


El keluar dari kamar mandi melihat Tasya yang duduk dengan posisi bersandar di dinding kasur, "Kenapa bangun hmmm?" duduk di dekat Tasya.


Saat Tasya mau menjawab tiba-tiba perutnya terasa mual, Tasya menutup mulutnya dengan tangannya.


"Mual lagi?" lanjut El, "Minum obat ya biar gak mual." mengambil obat di meja dekat tempat tidur.


Tasya meminum obat yang diberikan El, tapi saat mau ditelan Tasya memuntahkan semua isi perutnya untung saja ada tempat sampah di bawah jadi Tasya memuntahkan di tempat sampah.


"Hueekk...hueeekkk." El membantu memijat tengkuk leher Tasya.


El mengelap bibir Tasya, "udah, sekarang tidur lagi ya." El membantu merebahkan tubuh Tasya.


El ikut tidur memeluk tubuh Tasya sambil mengelus punggung Tasya.


...**@@@**...


Pagi ini Tasya sudah seperti biasa berangkat kuliah lagi, sebenarnya El meminta Tasya jangan kuliah dulu tapi Tasya tidak mau karena bosen dirumah.


"Kamu yakin mau berangkat kuliah?" tanya El ke Tasya didalam mobil.


"Iya kak, kakak kenapa sih ini udah sepuluh kali kakak tanya sama aku seperti tadi?" tanya Tasya bingung.


El malah ketawa karena perkataan Tasya, "Kakak khawatir sama kamu, nanti kalau ada apa langsung hubungi kakak ya." mencium kening Tasya.


"Dah ya kak aku kuliah dulu. Kakak hati-hati dijalan jangan ngebut bawa mobilnya." pesan Tasya ke El.


El melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sambil mengirim pesan ke orang tuanya dan orang tua Tasya untuk datang kerumahnya sore hari aja.


Saat Tasya berjalan ke kelasnya ada panggilan masuk dari anggotanya.


"Kenapa?"


"Queen ada masalah, markas besar Black Sky diserang sebagian terluka parah termasuk ketuanya queen."


Mendengar perkataan Dito membuat wajah Tasya yang tadinya cerah menjadi menakutkan, "Terus bagaimana keadaan mereka semua?"


"Mereka tidak memberi tahu keadaan ketuanya queen."


"Baiklah nanti gue yang cari tahu tentang mereka, bagaimana keadaan markas?"


"Semua aman queen, kapan queen datang ke markas?"


"Besok malam gue datang ke markas sekalian ada yang mau gue katakan jadi kumpulkan seluruh anggota kecuali yang tidak bisa datang hubungi mereka untuk berkumpul di markas."


Tasya menutup panggilannya entah darimana tiba-tiba di kedua sisi ada orang yang menguping, "Apa yang sedang kalian lakukan?"


"queen mau datang ke markas kapan?" tanya Dio dengan nada penasaran.


"Dasar kalian, besok malam nanti siang datang ke rooftop ada yang ingin gue bicarakan sama kalian." kata Tasya berjalan ke ruang kelasnya.


"Asyik queen ke markas, berapa lama ya queen tidak ke markas?" kata Dio semangat.


"Hampir 3 bulan lebih, ayo udah bel masuk tuh." kata Ryan menyeret Dio seperti membawa kucing.

__ADS_1


...**@@@**...


Sekarang Tasya sedang duduk di rooftop kampusnya karena malas makan, sebenarnya Dio dan Ryan sudah membeli makanan untuk nya tapi hanya didiamkan oleh Tasya.


"Ada yang mau gue bicarakan sama kalian tentang besok malam." ucap Tasya sambil meminum susu yang dibelikan kedua anggotanya.


"Apa yang ingin queen bicarakan?" tanya Ryan.


"Sebenarnya gue sudah menikah." kata Tasya dengan wajah datar.


"Queen mau menikah kapan sama siapa?" tanya Dio yang loading nya bisa dibilang lemot.


Ryan yang mendengar pertanyaan temannya langsung memukul kepala Dio, "Dasar bodoh, lalu siapa nama suami queen?"


"Dia adalah pemimpin di rumah sakit AL namanya Elfatir Aldebaran dia juga seorang dokter, dan kita sudah menikah selama lima bulan." kata Tasya.


"Apa suami queen tahu tentang Black Lion?" tanya Ryan.


"Tidak dia tidak tahu, besok malam cari cara agar rumah sakitnya sibuk agar gue bisa pergi ke markas. Terserah kalian mau buat keributan apa." kata Tasya sambil menatap kearah dua anggotanya.


"Kapan queen akan memberi tahu semua tentang Black Lion ke suami queen?" tanya Ryan dengan tatapan bingung.


"Mungkin saat anak kita lahir." kata Tasya tersenyum mengelus perutnya yang masih rata.


"APA." teriak Dio yang berhasil membuat Ryan membungkam mulutnya.


"Ya aku sekarang sedang mengandung dan mungkin akan jadi pemimpin kalian selanjutnya." Tasya tersenyum melihat kedua temannya yang masih tidak percaya dengan perkataannya.


"Kenapa kalian terlihat gelisah gitu?" tanya Tasya.


"Jika queen sudah menikah, kami khawatir ada yang menyerang keluarga queen apa lagi sekarang sedang hamil."Kata Ryan dengan wajah serius.


Mereka berdua percaya dengan apa yang dikatakan queen, bahkan semua anggota Black Lion tidak ada yang tahu siapa sebenarnya queen yang mereka tahu dia adalah pemimpin kami ratu yang kami banggakan.


"Oiya gue lupa cari informasi tentang Black Sky, sebentar gue telpon pemimpin mereka." kata Tasya menghubungi nomor kakaknya.


"Ha_ha_hallo queen."


"Dimana Varo gue mau bicara."


"Maaf queen ketua masih dirawat sampai sekarang belum sadarkan diri, karena luka tembak di dadanya."


"Lo siapa?" tanya Tasya karena suara yang mengangkat telponnya berbeda.


"Saya wakil ketua Black Sky queen, panggil saja Agra ."


"Agra, ceritakan semua apa yang terjadi dan kenapa Varo bisa terluka parah?"


"Maaf queen saya juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena waktu kejadian saya ada tugas dari ketua dan malamnya salah satu anggota ada yang mengabarkan markas diserang dia juga bilang ketua terluka parah."


"Apa Lo tahu siapa dalang di balik penyerangan markas kalian?"


"Untuk siapa dalangnya saya hanya tahu dia adalah keluarga dari ketua, untuk cerita lengkapnya queen bisa bertanya langsung sama ketua."


"Baiklah, apa Varo terluka parah?"


"Dokter bilang Ketua sudah melewati masa kritisnya hanya tinggal menunggu sadar saja."

__ADS_1


"Hmmm nanti kirim alamat rumah sakit yang menangani anggota kalian." Tasya menutup panggilannya.


From:Dito 🖥️


Hubungi Direktur utama rumah sakit xxx di AS tanya berapa biaya untuk perawatan ketua dan anggota Black Sky lain lalu transfer uang ke orangnya langsung dan bilang untuk memberikan perawatan yang terbaik di rumah sakitnya.


Setelah Tasya mengirim pesan ke Dito anggotanya Tasya kembali ke ruang kelasnya untuk mengikuti pelajaran terakhir.


...**@@@**...


Sekarang Tasya sudah berada didalam mobil El, "Bagaimana tadi kuliahnya mual gak ?"


"Ya tapi bisa aku tahan kok." ucap Tasya sambil senyum.


"Kalau mau muntah gak perlu ditahan ya." kata El mencium tangan Tasya yang digenggam.


Sampai rumah Tasya terkejut karena dihalaman rumahnya ada dua mobil yang terparkir, "Kak apa ada tamu?"


El tersenyum, "Buka aja pintunya."


Tasya membuka pintu rumah nya,


"KEJUTAN." teriak mereka dua keluarganya.


"Mama, aku kangen." kata Tasya berlari ke pelukan mamanya.


"Kamu tuh ya jangan suka lari-lari, lihat ekspresi suami kamu?" kata mama Tasya melihat kearah El.


"Menantu mami ini memang bisa membuat suaminya khawatir ya?" kata mami mengelus kepala Tasya.


Tasya yang tidak merasa bersalah hanya bisa menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Sayang pergi ke kamar dulu ya, kami mau masak makan malam."Kata mama.


"Biar aku bantu ya ma?" tanya Tasya dengan antusias.


"Gak usah sayang, El bawa istri kamu kekamar biar istirahat sebentar nanti kalau masakannya udah siap kita panggil." kata mama melihat kearah El.


"Ya ma, ayo Sya kita ke kamar."El merangkul pinggang Tasya.


Sampai di kamar Tasya melepaskan tangan El yang masih merangkul pinggangnya, "Kak aku mau ikut masak." Tasya merengek seraya menghentakkan kakinya seperti anak kecil.


"Gak boleh sekarang bersih-bersih lalu ganti baju." ucap El.


Tasya melempar hp dan tas nya ke lantai lalu masuk ke kamar mandi, El yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa tersenyum.


"Kak siapkan baju ku." teriak Tasya didalam kamar mandi.


El mengambil pakaian Tasya lalu di taruh di atas tempat tidur, El mengetuk pintu kamar mandi, "Sya kakak taruh di tempat tidur."


"Iya, makasih kak." teriak Tasya.


El masuk kamar melihat kearah istrinya yang sedang bermain game online di hp El, "Sya turun yuk, makan malam nya udah siap."


El dan Tasya menuju meja makan semua keluarganya sudah berkumpul bersama, "Itu dia calon papa mama baru." kata mama.


Sambil makan mereka bercanda ria, yang pasti menggoda calon orang tua baru.

__ADS_1


...**@@@**...


{Jangan lupa sesudah membaca tinggalkan jejak like, subscribe, dan komentar ya kak terimakasih😁😁😁}


__ADS_2